Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

RI Alihkan Impor Energi ke AS, Asia Tenggara Kena Pangkas Paling Gede

RI Alihkan Impor Energi ke AS, Asia Tenggara Kena Pangkas Paling Gede
Kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)
Intinya Sih
  • Pemerintah Indonesia mengalihkan impor energi dari negara-negara Asia Tenggara ke Amerika Serikat dengan nilai pembelian mencapai 15 miliar dolar AS tanpa menambah total volume impor nasional.
  • Bahlil Lahadalia menegaskan eksekusi pengadaan energi dari AS akan dimulai setelah masa 90 hari selesai, sesuai arahan Presiden Prabowo untuk menjaga kepastian waktu pelaksanaan.
  • Pertamina menerapkan strategi diversifikasi sumber pasokan agar memperoleh harga minyak paling kompetitif, memperluas opsi dari Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan akan memangkas porsi impor energi dari negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN dalam jumlah besar untuk dialihkan ke Amerika Serikat (AS).

Pemerintah telah menetapkan angka final sebesar 15 miliar dolar AS untuk belanja energi dari AS. Bahlil menyebut rincian persentase pemangkasan dari kawasan ASEAN, Timur Tengah, dan Afrika umumkan secara detail dalam tiga minggu ke depan setelah melakukan penghitungan ulang.

"Saya akan hitung lagi, sebagian pasti dari Asia Tenggara kita mungkin pangkas paling banyak di situ. Kemudian di Middle East, dan beberapa negara di Afrika. Jadi kita akan prioritaskan untuk mengambil di Amerika," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, dikutip Sabtu (21/2/2026).

1. Volume impor energi secara keseluruhan tak bertambah

RI Alihkan Impor Energi ke AS, Asia Tenggara Kena Pangkas Paling Gede
ilustrasi kapal tanker Pertamina International Shipping (dok. PIS)

Bahlil menjelaskan, alokasi dana jumbo untuk pembelian energi dari AS tersebut tidak akan menambah total volume impor nasional secara keseluruhan. Sebab, pemerintah hanya melakukan pergeseran sumber pasokan dari mitra lama.

"Secara keseluruhan neraca komoditas daripada pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama. Cuma kemudian kita geser," ujarnya.

2. Target eksekusi dimulai setelah masa 90 hari selesai

RI Alihkan Impor Energi ke AS, Asia Tenggara Kena Pangkas Paling Gede
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Tahapan eksekusi pengadaan energi dari AS akan langsung berjalan setelah periode 90 hari ke depan tuntas. Bahlil menekankan pentingnya kepastian waktu ini agar tidak terjadi perbedaan persepsi di antara para mitra strategis di AS.

"Dalam catatan kami, begitu kami mendapat arahan dari Bapak Presiden Prabowo, begitu 90 hari ke depan sudah selesai, maka langsung kita mulai tahapan eksekusi," tuturnya.

3. Strategi Pertamina cari harga paling kompetitif

RI Alihkan Impor Energi ke AS, Asia Tenggara Kena Pangkas Paling Gede
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri saat mengawal pengiriman BBM ke Bener Meriah (dok.Pertamina)

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan diversifikasi sumber pasokan sangat penting untuk menjaga ketahanan energi nasional. Simon menyebut Pertamina perlu memperbanyak pilihan sumber minyak mentah (crude) maupun produk jadi demi mendapatkan harga yang paling bersaing di pasar global.

"Dengan demikian tadi selain sumber dari Asia Tenggara, Middle East dan juga dari Afrika, kita juga melihat peluang yang besar sumber dari Amerika Serikat," ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More