Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekonom Ungkap Kerugian RI dari Perjanjian Dagang dengan AS

Ekonom Ungkap Kerugian RI dari Perjanjian Dagang dengan AS
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam penandatanganan Board of Peace Charter. (Dok. The White House)
Intinya Sih

  • Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang dinilai merugikan ekonomi nasional menurut Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira.
  • Perjanjian ini berpotensi menyebabkan banjir impor pangan, migas, serta membatasi kerja sama Indonesia dengan negara lain, sehingga menekan neraca perdagangan dan nilai rupiah.
  • ART juga dikhawatirkan memicu deindustrialisasi, membuka kepemilikan asing penuh di sektor tambang, serta mengancam keamanan data akibat aturan transfer data personal ke luar negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah melakukan kesepakatan perdagangan melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan ini diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington DC, AS.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, isi dari ART merugikan kepentingan ekonomi nasional. Apa saja kerugiaan tersebut?

1. Banjir impor produk pangan hingga migas

Ekonom Ungkap Kerugian RI dari Perjanjian Dagang dengan AS
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam penandatanganan Board of Peace Charter. (Dok. The White House)

Celios mencatat ada tujuh poin yang bermasalah dalam perjanjian tersebut. Pertama, banjir impor produk pangan, teknologi dan migas menekan neraca perdagangan dan neraca pembayaran sekaligus.

"Rupiah bisa melemah terhadap dolar AS," kata dia, dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Kedua, poison pill, di mana Indonesia dibatasi melakukan kerja sama dengan negara lainnya. AS seolah menjadikan Indonesia blok ekslusif perdagangan.

2. Mematikan industrialisasi dalam negeri

Ekonom Ungkap Kerugian RI dari Perjanjian Dagang dengan AS
ilustrasi petani jagung (dok. BULOG)

Kerugian lain yang diderita Indonesia dari kesepakatan dagang tersebut, menurut Bhima, bisa mematikan industrialisasi dalam negeri tanpa adanya transfer teknologi, dan penghapusan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Deindustrialisasi jadi konsekuensi kalau sampai ART diratifikasi," ujarnya.

Selain itu, kepemilikan absolut perusahaan asing dalam pertambangan tanpa ada divestasi. Selanjutnya, musuh perdagangan AS adalah musuh Indonesia. Artinya, Indonesia harus ikut memberikan sanksi ke negara yang bersebrangan dengan AS.

3.Transfer data personal mengancam keamanan data dan ekosistem digital

Ekonom Ungkap Kerugian RI dari Perjanjian Dagang dengan AS
Ilustrasi sistem keamanan digital pada perangkat komputer. (pexels.com/Pixabay)

Kerugiaan lainnya, yakni peluang transhipment Indonesia tertutup. Transhipment adalah proses memindahkan muatan dari satu kapal atau moda transportasi ke moda transportasi lainnya

Selain itu, transfer data personal keluar negeri mengancam keamanan data dan ekosistem digital.

Indonesia tidak boleh menerapkan pajak layanan digital terhadap perusahaan AS dan dilarang mewajibkan orang atau perusahaan AS untuk melakukan transfer teknologi sebagai syarat berbisnis.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More