Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
UEA Tanam Modal Rp817 Triliun di Jerman, Sasaran AI hingga Energi
bendera Uni Emirat Arab (unsplash.com/Alicja Ziajowska)
  • UEA berkomitmen menginvestasikan 40 miliar euro atau Rp817,68 triliun di Jerman untuk industri, AI, infrastruktur digital, teknologi canggih, dan energi.
  • Sebanyak 10 miliar euro dialokasikan ke Bavaria, termasuk rencana pusat data berkapasitas sekitar 1 GW; kedua negara juga meneken 29 kesepakatan bernilai lebih dari 9,356 miliar euro.
  • UEA dan Jerman membentuk Dewan Investasi serta Dialog Strategis, sambil memperluas kolaborasi AI, Data Embassies, LNG, energi hijau, hidrogen, manufaktur, dan perdagangan bilateral.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan rencana investasi sebesar 40 miliar euro atau setara Rp817,68 triliun (kurs Rp20.442) di Jerman guna memperluas kemitraan ekonomi jangka panjang kedua negara. Komitmen pendanaan berskala besar ini mencakup sektor industri, kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, teknologi canggih, dan energi.

Pengumuman paket investasi tersebut disampaikan bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan ke Jerman pada Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026). Kerja sama ini bertujuan memadukan kemampuan industri dan riset Jerman dengan keahlian investasi UEA untuk mempercepat pertumbuhan proyek-proyek strategis.

1. Alokasi dana di Bavaria dan pembangunan pusat data canggih

ilustrasi pusat data (pexels.com/panumas nikhomkhai)

Dari total komitmen 40 miliar euro tersebut, alokasi dana sebesar 10 miliar euro atau setara Rp204,42 triliun ditujukan secara khusus untuk negara bagian Bavaria. Dilansir Gulf News, penempatan modal ini mencerminkan keyakinan UEA terhadap kapabilitas industri, teknologi, dan inovasi yang dimiliki Jerman.

Paket investasi ini turut mencakup pengembangan infrastruktur digital mutakhir, termasuk rencana pembangunan fasilitas pusat data (data center) baru dengan kapasitas sekitar 1 gigawatt (GW). Selain itu, kedua negara mengumumkan 29 nota kesepahaman dan perjanjian antarperusahaan dengan nilai keseluruhan melampaui 9,356 miliar euro atau setara Rp191,26 triliun.

2. Pembentukan dewan investasi dan penguatan dialog strategis

Presiden UEA Shaikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (Kalashae, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menyambut penandatanganan Pernyataan Niat Bersama (Joint Declaration of Intent) untuk mendirikan Dewan Investasi UEA-Jerman. Wadah ini dirancang guna memfasilitasi percepatan arus investasi serta mempererat keterlibatan antara sektor publik dan swasta.

Dilansir Arabian Business, kedua pihak juga menyepakati Dialog Strategis baru demi merevitalisasi Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah terbentuk sejak 2004 silam. Agenda dialog bilateral tersebut mencakup pertahanan, keamanan internasional dan regional, perdagangan dan investasi, energi dan iklim, teknologi berkembang, digitalisasi, ekonomi, transportasi, lingkungan, kebudayaan, hingga pendidikan.

3. Kolaborasi kecerdasan buatan, energi, dan kedutaan data

ilustrasi AI (pexels.com/Aerps.com)

UEA dan Jerman sepakat memperdalam kemitraan pada ranah kecerdasan buatan serta teknologi masa depan melalui investasi, riset dan pengembangan, serta pengembangan bersama. Kedua negara juga berencana menjajaki pembentukan Data Embassies untuk sistem informasi dan penampungan data sebagai terobosan diplomasi teknologi berbasis infrastruktur digital yang aman dan tangguh.

Kerja sama sektor energi diprioritaskan pada sumber daya konvensional maupun berkembang, yang mencakup gas alam cair (LNG), energi hijau, serta hidrogen. Sektor industri dan manufaktur kedua belah pihak pun diperluas melalui investasi, inovasi, dan pengembangan bersama guna mendongkrak daya saing ekonomi jangka panjang.

4. Peningkatan perdagangan bilateral dan komitmen korporasi

ilustrasi kerja sama (pexels.com/Bia Limova)

Di luar komitmen 40 miliar euro tersebut, sejumlah kerja sama korporasi tambahan yang melibatkan Covestro, RWE, ADNOC, dan Masdar telah direncanakan. Rencana ini memperkuat jejak penanaman modal UEA di Jerman, termasuk investasi entitas XRG sekitar 15 miliar euro atau setara Rp306,63 triliun pada perusahaan Covestro.

Perdagangan non-minyak antara UEA dan Jerman tercatat menyentuh 15,5 miliar dolar AS atau setara Rp272,98 triliun (kurs Rp17.612) pada 2025 dan tumbuh lebih dari 14 persen dibandingkan capaian tahun 2024. Di sisi lain, arus investasi kumulatif kedua negara sepanjang 2021 hingga 2025 telah menembus 10 miliar dolar AS atau setara Rp176,12 triliun. Selain itu, kedua pihak menyambut baik kemajuan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) UEA-Uni Eropa serta menegaskan kembali dukungan bagi terwujudnya perjanjian perdagangan bebas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article