Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Usai Perayaan Natal, Rupiah Menguat ke Level Rp15.420,5 per Dolar AS

pexels.com
pexels.com

Jakarta, IDN Times - Usai libur perayaan Natal, nilai tukar rupiah di pasar spot pada awal perdagangan Rabu (27/12/2023) dibuka pada level Rp15.420,5 per dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah menguat 63,50 poin atau 0,41 persen dibandingkan penutupan Jumat (22/12/2023) di level Rp15.484 per dolar AS. 

1. Ringgit Malaysia hingga Won Korea ikut menguat

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.10 WIB, hanya sedikit mata uang yang mengalami penguatan. Di antaranya, ringgit Malaysia menguat 0,14 persen, bath Thailand menguat 0,19 persen, dan won Korea menguat 0,06 persen. 

2. Data BI, rupiah masih lebih baik dari sejumlah negara

Sementara itu, Bank Indonesia menyampaikan, laju rupiah hingga saat ini masih cukup baik. Hal tersebut tercermin dari data terakhir yang dihimpun BI hingga 20 Desember 2023, rupiah menguat rata-rata 0,44 persen dibandingkan perkembangan pada November 2023.

Dengan perkembangan tersebut, nilai tukar rupiah menguat 0,37 persen dibandingkan level akhir Desember 2022. Bahkan posisi tersebut lebih baik dibandingkan peso Filipina, rupee India, dan baht Thailand yang masing-masing tercatat melemah sebesar 0,05 persen, 0,53 persen, dan 0,85 persen. 

3. Sentimen positif dalam negeri akan dorong penguatan rupiah

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif, tetapi berpotensi ditutup menguat pada level Rp15.460 hingga Rp15.560 per dolar AS. 

Potensi menguatnya rupiah ditopang oleh sentimen positif ekonomi Indonesia yang mendorong pertumbuhan ekonomi diproyeksikan akan berada di atas 5 persen. 

"Misalnya pertumbuhan ekonomi masih di kisaran 5 persen atau lebih tinggi dari rata-rata global yang hanya 2,9 persen. Kemudian, inflasi masih di angka 2,86 persen atau masih di bawa tingkat inflasi global 7,2 persen," jelas Ibrahim dalam keterangannya. 

Di samping itu, beberapa indikator lain menjadi alasan di balik optimisme pemerintah. Mulai dari naiknya tingkat penyerapan tenaga kerja nasional, yakni 4,5 juta orang dari Agustus 2022 ke Agustus 2023, laju PMI manufaktur di level ekspansif yakni 51,7, surplus neraca dagang 43 bulan berturut-turut, serta Indeks Keyakinan Konsumen November 2023 di angka 123,6.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triyan Pangastuti
EditorTriyan Pangastuti
Follow Us

Latest in Business

See More

OJK Rilis Aturan Gugatan untuk Perlindungan Konsumen

20 Jan 2026, 14:38 WIBBusiness