Jakarta, IDN Times - Kinerja penjualan ritel nasional mengalami tekanan pada April 2026. Kondisi ini tercermin dari data penjualan eceran terkontraksi 11,6 persen secara bulanan (month to month/mtm), berbalik arah dari pertumbuhan 10,3 persen pada Maret 2026.
Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) BI, Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 tercatat sebesar 226,9, turun dari 256,7 pada bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, pelemahan tersebut merupakan dampak normalisasi konsumsi masyarakat setelah lonjakan permintaan selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.
“Perkembangan ini sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat pasca-HBKN Ramadan dan Idul Fitri. Penurunan terjadi pada mayoritas cakupan kelompok dengan kontraksi terdalam pada Kelompok barang lainnya -16,6 persen mtm, kelompok barang budaya dan rekreasi -12,5 persen mtm, dan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau -12,3 persen mtm," ujar Ramdan dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
