Prabowo Bakal Resmikan 1.400 Listrik Desa, Groundbreaking PLTS 100 GW

- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan lebih dari 1.400 proyek Listrik Desa yang rampung pada 2025, sebelum 14 Agustus 2026.
- Pemerintah memastikan anggaran program Listrik Desa lanjutan 2026 dan 2027 tersedia, dengan fokus saat ini pada implementasi pembangunan di lapangan.
- Tahap awal PLTS berkapasitas target 100 GW telah disetujui untuk groundbreaking; ESDM juga memverifikasi 24 ribu hektare lahan di Jawa bersama ATR/BPN dan PLN.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan segera meresmikan program Listrik Desa (Lisdes) yang telah rampung dikerjakan sejak 2025.
Bahlil menyebut, dari sekitar 11 ribu desa yang masih belum mendapatkan akses listrik, program tahun lalu telah menyelesaikan pembangunan listrik di lebih dari 1.400 lokasi. Peresmian program tersebut rencananya dilakukan Prabowo sebelum 14 Agustus 2026.
"Alhamdulillah di tahun 2025 programnya udah selesai sekitar 1.400 lebih, yang ini akan dilakukan peresmian oleh Bapak Presiden nanti dalam waktu dekat, sebelum tanggal 14 Agustus," kata Bahlil kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
1. Pemerintah kembali menganggarkan Listrik Desa 2027

Bahlil memastikan keberlanjutan program Listrik Desa tidak terkendala anggaran. Untuk program lanjutan pada 2026 dan 2027, pemerintah juga telah menyiapkan anggarannya. Saat ini, pemerintah fokus menjalankan pelaksanaan program di lapangan.
"Itu anggarannya juga sudah ada. Jadi tidak ada isu menyangkut anggaran, sekarang tinggal implementasi," kata mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.
2. Pemerintah segera jalankan program PLTS 100 GW

Selain Listrik Desa, Bahlil juga melaporkan perkembangan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan target kapasitas 100 gigawatt (GW) kepada Prabowo.
Menurut Bahlil, tahap awal pembangunan PLTS tersebut sudah mendapat persetujuan untuk dilaksanakan. Pemerintah dalam waktu dekat akan memulai groundbreaking tahap pertama, yang rencananya akan diresmikan Prabowo.
"Tahap pertama sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan, nanti Bapak Presiden sendiri yang Insya Allah dalam rencananya akan meresmikan," kata Bahlil.
3. ESDM verifikasi 24 ribu hektare lahan untuk PLTS

Untuk mendukung program PLTS 100 GW, Kementerian ESDM telah mengidentifikasi sekitar 24 ribu hektare lahan di Pulau Jawa yang berpotensi digunakan untuk pembangunan PLTS.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya mengatakan, lahan tersebut dalam proses verifikasi bersama Kementerian ATR/BPN dan PT PLN (Persero). Pemerintah melakukan pengecekan bersama untuk memastikan kesiapan lahan sebelum digunakan.
"Jadi 24 ribu hektare ini kita akan melakukan verifikasi ini bersama. Nanti ada ATR/BPN, Kementerian ESDM, dan juga PLN," kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung kepada jurnalis di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026).
















