Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WSKT Potensi Delisting? Danantara: Yang Penting Fundamental Real
Gedung PT Waskita Karya (Dok. Waskita Karya)
  • Saham Waskita Karya masih disuspensi BEI sejak 8 Mei 2023 dan berstatus notasi X akibat gagal memenuhi kewajiban pembayaran bunga pokok serta obligasi.
  • Danantara memprioritaskan penyehatan fundamental Waskita secara nyata; opsi delisting akan dikaji dan dihadapi sebagai bagian transformasi, sambil mempertimbangkan nasib pemegang saham.
  • Semester I-2026, Waskita mencatat rugi bersih Rp1,91 triliun, pendapatan Rp4,91 triliun, serta liabilitas Rp66,53 triliun per 30 Juni 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria buka suara soal saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yang masih disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham Waskita telah digembok oleh BEI sejak 8 Mei 2023, atau sudah lebih dari 3 tahun. WSKT juga diberi notasi khusus X karena masuk dalam papan pemantauan khusus. BEI memberikan notasi khusus X pada emiten karena gagal memenuhi kewajiban pembayaran bunga pokok dan obligasi.

Saham BUMN sektor karya itu pun diterpa isu delisting atau dicabut dari daftar perusahaan terbuka di BEI. Dony mengatakan, fokusnya saat ini adalah memperbaiki kondisi fundamental perusahaan, alias kinerja keuangan.

“Kita ingin melakukan proses penyehatan ini secara fundamental dan real. Intinya saya tidak ingin bahwa, ‘oh sudah dibetulin’, seolah-olah betul, nanti meledak lagi, enggak! Saya tidak ingin bekerja seperti itu. Saya ingin bekerja betul-betul, kalau sudah disehatkan secara fundamental, dia harus sehat,” kata Dony di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

1. Delisting harus dihadapi jika menjadi konsekuensi dari perbaikan fundamental

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Dony mengatakan, apabila dalam proses perbaikan fundamental Waskita Karya, delisting harus dilakukan, maka pihaknya harus menghadapi risiko itu.

“Apa risiko yang diikutinya? Itu tentu kita kaji. Apakah nanti dia delisting, atau apa, itu part of the process, transformasi yang harus kita hadapi. Tetapi yang paling penting itu, perusahaan ini tidak lagi hanya sekadar cover-nya yang baik. Kita ingin secara fundamentalnya memang baik,” ucap Dony.

2. Perhatikan nasib investor

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dony menegaskan, memperbaiki fundamental Waskita adalah tujuan utama. Terkait status Waskita ke depannya masih menjadi perusahaan terbuka atau tidak, pihaknya harus mempertimbangkan nasib pemegang saham Waskita.

“Buat saya yang paling penting itu tadi, fundamentalnya real. Kalau kita lakukan secara fundamental tidak baik tetap di bursa, juga kan kasihan juga pada investornya,” tutur Dony.

3. Waskita rugi Rp1,91 triliun

ilustrasi grafik pergerakan pasar dalam laporan keuangan (unsplash.com/Markus Spiske)

Berdasarkan laporan keuangan Waskita, per semester I-2026, perusahaan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp1,91 triliun. Meski begitu, nilai rugi bersih tersebut turun 16,96 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp2,3 triliun.

Adapun rugi per saham dasar senilai Rp66,57 per semester I-2026, dari sebelumnya pada semester I-2025 mencapai Rp80,17 per lembar saham. Di paruh pertama 2026, Waskita membukukan pendapatan usaha Rp4,91 triliun, naik 58,49 persen secara year on year (yoy).

Perusahaan masih memiliki liabilitas sebesar Rp66,53 triliun per 30 Juni 2026. Angka tersebut turun tipis, sekitar 0,8 persen dari posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp67,06 triliun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article