ilustrasi hacker (IDN Times/Aditya Pratama)
Data keuangan seperti nomor rekening, nomor kartu debit/kredit, maupun informasi pembayaran lainnya juga merupakan data pribadi yang wajib dijaga. Penipu sering berusaha mendapatkan informasi ini dengan berbagai cara, mulai dari mengaku sebagai petugas bank, Customer Service, hingga menawarkan hadiah atau bantuan tertentu.
Jika informasi tersebut diberikan, pelaku dapat mengakses rekening korban atau melakukan transaksi tanpa izin. Karena itu, jangan pernah membagikan informasi pembayaran kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai institusi resmi.
Untuk mendapatkan berbagai data pribadi tersebut, penipu biasanya tidak meminta secara terang-terangan. Selain menyamar sebagai pihak resmi dengan sangat meyakinkan, pelaku lantas membuat korban panik atau tergiur sehingga tanpa sadar memberikan informasi pribadi, mengklik tautan mencurigakan, atau mengikuti instruksi yang berujung pada pencurian akun maupun data.
Aplikasi e-commerce yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga mengandung data keuangan yang harus dilindungi. Misalnya seperti di e-commerce Shopee. Namun, masyarakat bisa menghindarinya dengan beberapa langkah.
Pertama, saat menerima informasi berkaitan dengan Shopee, cek pengirimnya. Informasi resmi dari Shopee hanya dikirim lewat aplikasi, akun WhatsApp Shopee bercentang biru, media sosial resmi Shopee yang sudah terverifikasi, dan nomor telepon Customer Service Shopee 1500702.
Kedua, verifikasi setiap informasi yang mengatasnamakan Shopee dengan menggunakan fitur “Cek Fakta” di bagian “Saya” > “Customers Service” pada aplikasi Shopee.
Ketiga, pesatnya perkembangan penipuan, cari tau modusnya dengan rutin cek update tentang penipuan berkedok Shopee di Instagram @shopeecare_id.