ilustrasi aksesoris, gesper merek Gucci, belt, barang branded (pexels.com/Katelyn Whitson)
Saat ini, banyak generasi muda menghadapi tantangan ekonomi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Harga rumah, biaya hidup, hingga berbagai kebutuhan lain terus meningkat sehingga membeli barang mewah bernilai besar menjadi semakin sulit. Akibatnya, definisi kemewahan pun ikut berubah menjadi sesuatu yang lebih realistis dan mudah dicapai.
Menurut Batamirova dan Thrassou, dalam buku The Evolution of Luxury Brands, Volume II, generasi Z dan milenial kini lebih banyak mengonsumsi produk mewah berukuran kecil yang tetap mampu memberikan pengalaman premium. Mulai dari kosmetik, makanan berkualitas, aksesori, hingga alat tulis premium menjadi pilihan yang semakin populer. Dibandingkan menunggu bertahun-tahun untuk membeli satu barang mahal, banyak orang memilih menikmati kemewahan kecil yang bisa langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Keinginan menikmati barang mewah ternyata gak hilang hanya karena kondisi ekonomi sedang sulit. Banyak orang justru mengubah cara mereka berbelanja dengan memilih produk yang lebih kecil, lebih terjangkau, tapi tetap memberikan rasa puas.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa keputusan tersebut dipengaruhi oleh faktor psikologis sekaligus perubahan pola konsumsi selama masa krisis. Selama dilakukan sesuai kemampuan finansial, menikmati kemewahan kecil sesekali bukanlah masalah. Hal paling penting, kamu tetap mampu menjaga keseimbangan antara memenuhi kebutuhan utama dan memanjakan diri secara bijak.