Industri kecerdasan buatan (AI) membutuhkan dana besar untuk membangun pusat data, membeli chip, dan menyediakan layanan komputasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan teknologi tidak hanya mengandalkan pendapatan, tetapi juga investasi, pinjaman, dan kerja sama bisnis dengan perusahaan lain. Pola pendanaan ini mulai menarik perhatian investor ketika sejumlah perusahaan dalam ekosistem AI saling memberikan dukungan finansial.
Salah satu istilah yang muncul dalam pembahasan tersebut adalah circular financing. Istilah ini menggambarkan situasi ketika dana atau dukungan finansial berputar di antara perusahaan yang saling berhubungan. Berikut alasan mengapa pola pendanaan ini membuat investor lebih berhati-hati dalam menilai pertumbuhan bisnis AI.
