Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Free Float dan Kenapa BEI Mengaturnya? Simak Penjelasannya!
ilustrasi analisis saham (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Free float adalah porsi saham emiten yang dimiliki publik dan bebas diperdagangkan, berbeda dari total saham beredar karena kepemilikan pengendali atau pihak tertentu tidak selalu dihitung.
  • Jumlah free float berkaitan dengan likuiditas: saham publik yang terbatas dapat membuat transaksi besar lebih memengaruhi harga, meski volume, investor, kapitalisasi pasar, dan minat juga berperan.
  • BEI menetapkan batas minimum free float agar saham tersedia bagi publik dan tidak terkonsentrasi; persentasenya dapat berubah setelah aksi korporasi atau perubahan struktur kepemilikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Istilah free float cukup sering muncul ketika investor membahas saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski terdengar teknis, konsep ini sebenarnya berkaitan dengan jumlah saham perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Angka free float juga dapat membantu investor memahami seberapa besar porsi saham yang benar-benar beredar di pasar.

BEI memiliki ketentuan mengenai free float karena tidak seluruh saham perusahaan yang tercatat otomatis aktif diperjualbelikan oleh masyarakat. Sebagian saham dapat dimiliki pemegang saham pengendali atau pihak tertentu sehingga tidak termasuk dalam saham yang bebas diperdagangkan. Lalu, apa sebenarnya free float dan mengapa hal ini penting di pasar modal?

1. Free float adalah saham yang tersedia untuk publik

ilustrasi analisis saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Secara sederhana, free float menggambarkan saham yang dimiliki publik dan dapat diperdagangkan di pasar. Saham yang masuk kategori ini pada dasarnya bukan saham yang berada dalam kepemilikan pihak yang memiliki kendali atau kepentingan tertentu yang membuatnya tidak bebas diperdagangkan.

Konsep ini berbeda dengan total saham yang diterbitkan perusahaan. Sebuah emiten bisa memiliki jumlah saham beredar yang besar, tetapi sebagian di antaranya dimiliki pemegang saham pengendali atau pihak strategis. Karena itu, jumlah saham beredar tidak selalu sama dengan jumlah saham yang dihitung sebagai free float.

2. Tidak semua saham beredar termasuk free float

ilustrasi analisis saham (pexels.com/berdikari sastra)

Saham yang tercatat sebagai saham beredar belum tentu seluruhnya tersedia untuk transaksi publik. Kepemilikan oleh pemegang saham pengendali, pihak tertentu, atau saham yang memiliki karakteristik tertentu dapat diperhitungkan secara berbeda dalam menentukan free float. Perhitungan tersebut membuat angka free float lebih menggambarkan saham yang tersedia di pasar.

Hal ini penting karena jumlah saham yang benar-benar dapat ditransaksikan publik bisa jauh lebih kecil dibandingkan total saham perusahaan. Semakin terbatas saham yang tersedia, aktivitas perdagangan juga dapat dipengaruhi oleh jumlah saham yang beredar di pasar. Oleh karena itu, free float menjadi salah satu informasi yang perlu dipahami investor ketika melihat struktur kepemilikan sebuah emiten.

3. Free float berkaitan dengan likuiditas saham

ilustrasi saham (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Jumlah free float dapat berkaitan dengan likuiditas perdagangan suatu saham. Jika jumlah saham yang tersedia untuk publik relatif terbatas, transaksi dalam jumlah besar berpotensi memberikan pengaruh yang lebih terasa terhadap harga. Sebaliknya, ketersediaan saham publik yang lebih besar dapat memberikan ruang transaksi yang lebih luas.

Meski begitu, free float bukan satu-satunya faktor yang menentukan likuiditas. Volume perdagangan, jumlah investor, kapitalisasi pasar, serta minat terhadap saham tersebut juga ikut berpengaruh. Karena itu, investor tetap perlu melihat aktivitas perdagangan secara keseluruhan dan tidak hanya mengandalkan angka free float.

4. BEI mengatur batas minimum free float

ilustrasi saham (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

BEI mengatur persyaratan free float sebagai bagian dari ketentuan pencatatan dan perdagangan saham di bursa. Aturan tersebut bertujuan menjaga agar terdapat porsi saham tertentu yang tersedia bagi publik sehingga saham tidak hanya terkonsentrasi pada pemegang saham tertentu.

Ketentuan free float juga berkaitan dengan struktur pasar dan keterbukaan informasi bagi investor. Emiten perlu memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai status dan kondisi pencatatannya di BEI. Aturan tersebut dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga investor sebaiknya merujuk pada peraturan BEI yang berlaku ketika melakukan analisis.

5. Free float bisa berubah setelah aksi korporasi

ilustrasi bermain saham (pexels.com/Liza Summer)

Jumlah free float sebuah emiten tidak selalu bersifat tetap. Aksi korporasi seperti penerbitan saham baru, penjualan saham oleh pemegang saham tertentu, atau perubahan struktur kepemilikan dapat memengaruhi persentase saham yang tersedia untuk publik.

Perubahan tersebut juga dapat mengubah karakter perdagangan saham di pasar. Karena itu, investor sebaiknya memperhatikan laporan dan keterbukaan informasi perusahaan setelah terjadi aksi korporasi. Dengan memahami perubahan free float, investor bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai struktur saham yang tersedia untuk diperdagangkan.

Free float pada dasarnya membantu menggambarkan seberapa besar saham sebuah emiten yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Konsep ini berbeda dari sekadar melihat total saham beredar karena terdapat kepemilikan tertentu yang tidak masuk dalam kategori saham publik. Karena itulah, angka free float menjadi salah satu informasi penting dalam memahami struktur kepemilikan saham.

Bagi investor, memahami free float dapat membantu membaca potensi likuiditas dan karakter perdagangan sebuah saham. Namun, angka tersebut tetap perlu dilihat bersama volume transaksi, kapitalisasi pasar, struktur pemegang saham, dan informasi lainnya. Dengan begitu, free float tidak hanya menjadi istilah di laporan bursa, tetapi juga bisa dipahami sebagai bagian dari informasi dasar ketika menganalisis sebuah emiten.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article