Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Kasbon? Kenali Pengertian, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya

8 min read
Apa Itu Kasbon? Kenali Pengertian, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya
ilustrasi pinjaman kasbon (freepik.com/jcomp)
  • Kasbon adalah dana sementara atau uang muka gaji dari perusahaan yang wajib dikembalikan, umumnya melalui pemotongan gaji sesuai kesepakatan.

  • Pengajuan kasbon melalui HRD atau keuangan mencakup pemeriksaan syarat, persetujuan, pencairan, lalu pelunasan; kasbon juga dapat digunakan untuk kebutuhan operasional perusahaan.

  • Kasbon membantu kebutuhan mendesak, tetapi berisiko mengurangi gaji berikutnya dan memicu ketergantungan; pemotongan upah untuk uang muka atau utang diatur maksimal 50% per pembayaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apa itu kasbon? Istilah ini biasanya sering didengar di lingkungan kerja.

Pernah mengalami kondisi ketika tanggal gajian masih jauh, tetapi tiba-tiba muncul pengeluaran mendesak? Situasi seperti ini tentu cukup merepotkan, apalagi kalau tabungan yang tersedia belum cukup untuk menutup kebutuhan tersebut.

Nah, salah satu solusi yang sering ditawarkan di lingkungan kerja adalah kasbon. Fasilitas ini memungkinkan karyawan memperoleh sejumlah uang dari perusahaan sebelum jadwal pembayaran gaji.

Meski terdengar praktis, kasbon bukan berarti kamu mendapatkan tambahan penghasilan secara cuma-cuma. Ada mekanisme pengembalian dan sejumlah ketentuan yang perlu dipahami agar tidak mengganggu kondisi keuangan pada bulan berikutnya.

Lantas, apa itu kasbon, bagaimana cara kerjanya, dan apakah setiap karyawan bisa mengajukannya? Yuk, simak penjelasannya!

  1. 1. Apa itu Kasbon

    ilustrasi mengajukan kasbon (pexels.com/MART PRODUCTION)
    ilustrasi karyawan mengajukan kasbon pada atasan (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Kasbon adalah fasilitas pemberian dana atau pinjaman sementara dari perusahaan kepada karyawan yang nantinya harus dikembalikan sesuai kesepakatan. Dalam praktiknya, kasbon sering dianggap sebagai uang muka gaji karena pengembaliannya biasanya dilakukan melalui pemotongan gaji berikutnya.

    Sederhananya, kasbon bikin kamu menggunakan sebagian dana lebih awal tanpa harus menunggu tanggal gajian tiba.

    Sebagai contoh, kamu bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji bulanan sebesar Rp5 juta. Karena ada kebutuhan mendesak, kamu mengajukan kasbon sebesar Rp1 juta kepada perusahaan.

    Jika permohonan disetujui dan seluruh kasbon akan dipotong pada periode gaji berikutnya, maka kamu akan menerima gaji Rp4 juta sebelum memperhitungkan potongan lainnya.

    Dengan kata lain, kasbon bukanlah bonus atau kenaikan gaji, melainkan dana yang diterima lebih awal dan harus diperhitungkan kembali saat pembayaran gaji. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua perusahaan menyediakan fasilitas kasbon. Besaran dana, persyaratan pengajuan, hingga cara pelunasannya biasanya mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan.

  2. 2. Bagaimana cara kerja kasbon?

    ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
    ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

    Setelah memahami pengertiannya, mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana sebenarnya sistem kasbon bekerja. Pada dasarnya, mekanismenya cukup sederhana. Karyawan mengajukan permohonan dana kepada perusahaan, kemudian perusahaan menilai apakah permintaan tersebut dapat disetujui.

    Jika disetujui, dana akan diberikan kepada karyawan dengan mekanisme pengembalian yang telah ditentukan. Secara umum, prosesnya meliputi beberapa tahapan berikut:

    1. Pengajuan kasbon: Karyawan mengajukan permohonan kepada bagian HRD atau keuangan dengan menyebutkan nominal dana yang dibutuhkan.
    2. Pemeriksaan persyaratan: Perusahaan memeriksa kelayakan pengajuan berdasarkan ketentuan internal, seperti masa kerja, jumlah gaji, atau riwayat kasbon sebelumnya.
    3. Persetujuan dan pencairan: Jika pengajuan disetujui, perusahaan mencairkan dana sesuai nominal yang disepakati.
    4. Pengembalian kasbon: Dana dikembalikan melalui pemotongan gaji atau metode pembayaran lain berdasarkan kesepakatan.
    5. Pelunasan: Setelah seluruh dana dikembalikan, kewajiban kasbon dinyatakan selesai.

    Misalnya, seorang karyawan menerima kasbon Rp1,5 juta dengan kesepakatan pengembalian selama 3 bulan tanpa bunga atau biaya tambahan. Artinya, perusahaan dapat melakukan pemotongan sebesar Rp500 ribu setiap bulan selama tiga kali pembayaran gaji.

    Sistem tersebut membuat kasbon terasa lebih ringan dibandingkan pembayaran sekaligus. Akan tetapi, karyawan tetap harus memastikan bahwa sisa gajinya mencukupi kebutuhan sehari-hari.

  3. 3. Apa saja jenis kasbon?

    Apa Itu Kasbon? Kenali Pengertian, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya
    ilustrasi mengajukan pinjaman (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Istilah kasbon sebenarnya tidak terbatas pada pinjaman pribadi karyawan. Dalam administrasi perusahaan, istilah ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan operasional. Agar tidak tertukar, berikut dua penggunaan istilah kasbon yang umum ditemukan.

    1. Kasbon Karyawan atau Kasbon Gaji

    Jenis ini paling sering dijumpai dalam hubungan antara perusahaan dan karyawan. Kasbon karyawan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pribadi, seperti biaya kesehatan, pendidikan, atau pengeluaran mendesak lainnya. Pengembaliannya dapat dilakukan sekaligus maupun dicicil melalui pemotongan gaji, sesuai perjanjian yang berlaku.

    2. Kasbon Operasional Perusahaan

    Berbeda dari kasbon gaji, kasbon operasional merupakan dana sementara yang diberikan perusahaan kepada karyawan untuk membiayai kegiatan pekerjaan.

    Contohnya, seorang karyawan memperoleh uang muka Rp. 2 juta untuk perjalanan dinas. Setelah perjalanan selesai, karyawan menyerahkan bukti pengeluaran kepada bagian keuangan.

    Jika biaya sebenarnya hanya Rp1,8 juta, maka sisa Rp200 ribu perlu dikembalikan kepada perusahaan. Jadi, kasbon operasional tidak selalu menjadi utang pribadi atau dipotong dari gaji. Penyelesaiannya umumnya dilakukan melalui laporan penggunaan dana dan pertanggungjawaban biaya.

  4. 4. Apa manfaat kasbon bagi karyawan?

    Apa Itu Kasbon? Kenali Pengertian, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya
    ilustrasi karyawan dan HRD di tempat kerja (unsplash.com/Yura Timoshenko)

    Kasbon sering dianggap sebagai solusi keuangan jangka pendek karena dapat membantu karyawan menghadapi pengeluaran yang tidak terduga. Selain memberikan akses dana lebih awal, berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari fasilitas ini.

    • Membantu memenuhi kebutuhan mendesak. Kasbon dapat menjadi pilihan ketika kamu membutuhkan uang untuk keperluan penting sebelum gajian.
    • Proses pengajuan relatif sederhana. Karena dilakukan melalui perusahaan tempat bekerja, prosedurnya bisa lebih praktis dibandingkan pengajuan pinjaman pada lembaga keuangan.
    • Pengembalian lebih terencana. Pemotongan gaji atau cicilan yang telah disepakati dapat membantu karyawan mengetahui jumlah kewajiban setiap bulan.
    • Berpotensi lebih hemat biaya. Beberapa perusahaan menyediakan kasbon tanpa bunga, sehingga karyawan tidak perlu membayar tambahan biaya pinjaman. Namun, ketentuannya tetap perlu diperiksa.

    Dari sisi perusahaan, fasilitas kasbon juga dapat menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan karyawan. Meski demikian, manfaat tersebut tetap bergantung pada kebijakan perusahaan dan kemampuan karyawan dalam mengelola keuangannya.

  5. 5. Apa risiko menggunakan kasbon?

    Apa Itu Kasbon? Kenali Pengertian, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya
    Ilustrasi karyawan (pexels.com/cottonbro studio)

    Di balik kemudahannya, kasbon tetap memiliki konsekuensi finansial yang tidak boleh dianggap sepele. Risiko paling jelas adalah berkurangnya jumlah gaji yang kamu terima pada periode berikutnya.

    Bayangkan jika sebagian besar penghasilan bulanan sudah dialokasikan untuk biaya makan, transportasi, tagihan, dan kebutuhan keluarga. Ketika gaji dipotong untuk membayar kasbon, dana yang tersisa mungkin tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan tersebut.

    Selain itu, ada beberapa risiko lain yang perlu diperhatikan:

    • Ketergantungan pada kasbon. Terlalu sering mengambil gaji lebih awal bisa membuat kamu terus kekurangan uang setiap menjelang tanggal gajian.
    • Pengeluaran semakin sulit dikontrol. Dana kasbon yang digunakan untuk belanja konsumtif berpotensi memperburuk kondisi keuangan.
    • Kewajiban saat berhenti bekerja. Jika masih memiliki sisa kasbon ketika hubungan kerja berakhir, penyelesaiannya harus mengikuti kesepakatan dan aturan yang berlaku.
    • Potensi biaya tambahan. Tidak semua fasilitas kasbon otomatis bebas bunga atau biaya administrasi.

    Karena itu, sebelum mengajukan kasbon, sebaiknya hitung terlebih dahulu jumlah gaji yang akan tersisa setelah pemotongan. Jangan sampai kebutuhan mendesak hari ini justru menimbulkan masalah keuangan baru pada bulan berikutnya.

  6. 6. Bagaimana aturan kasbon dan pemotongan gaji di Indonesia?

    Apa Itu Kasbon? Kenali Pengertian, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya
    ilustrasi rupiah didalam dompet (pexels.com/Ahsanjaya)

    Kasbon gaji juga berkaitan dengan aturan ketenagakerjaan, terutama jika pengembaliannya dilakukan melalui pemotongan upah. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, Pasal 63 mengatur bahwa pemotongan upah dapat dilakukan untuk beberapa keperluan, termasuk pembayaran uang muka upah dan utang atau cicilan utang pekerja.

    Untuk uang muka upah, pemotongannya dilakukan sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Sementara itu, pemotongan untuk utang atau cicilan utang pekerja memerlukan kesepakatan atau perjanjian tertulis.

    Selain itu, Pasal 65 menetapkan bahwa jumlah keseluruhan pemotongan upah yang dimaksud dalam Pasal 63 paling banyak 50 persen dari setiap pembayaran upah yang diterima pekerja.

    Namun, batas 50 persen tersebut bukan berarti setiap karyawan otomatis berhak mendapatkan kasbon sebesar setengah gajinya.

    Perusahaan tetap dapat menentukan syarat, batas pengajuan, dan mekanisme pemberian kasbon berdasarkan kebijakan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum.

    PP Nomor 36 Tahun 2021 sendiri telah mengalami perubahan, termasuk melalui PP Nomor 49 Tahun 2025. Ketentuan pemotongan upah dalam Pasal 63 dan Pasal 65 tetap menjadi rujukan penting.

  7. 7. Bagaimana cara mengajukan kasbon ke perusahaan dengan tepat?

    Apa Itu Kasbon? Kenali Pengertian, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya
    Ilustrasi mengajukan kasbon (unsplash.com/LinkedIn Sales Solutiona)

    Jika perusahaan tempat kamu bekerja menyediakan fasilitas kasbon, proses pengajuannya umumnya dapat dilakukan melalui bagian HRD atau keuangan. Meski setiap perusahaan memiliki prosedur berbeda, kamu bisa mempersiapkan beberapa hal berikut sebelum mengajukan permohonan.

    1. Periksa kebijakan perusahaan

    Langkah pertama adalah mencari tahu apakah perusahaan menyediakan fasilitas kasbon untuk karyawan. Tanyakan juga persyaratan yang berlaku, termasuk batas maksimal pengajuan, masa kerja minimum, serta ketentuan pengembalian.

    2. Tentukan nominal yang benar-benar dibutuhkan

    Sebaiknya hindari mengajukan kasbon melebihi kebutuhan. Sebagai contoh, jika kamu hanya memerlukan Rp800 ribu untuk biaya perbaikan kendaraan, tidak perlu langsung mengajukan Rp2 juta hanya karena perusahaan menyediakan batas pinjaman sebesar itu. Semakin besar nominal kasbon, semakin besar pula kewajiban pengembalian yang harus dipenuhi.

    3. Ajukan permohonan kepada HRD atau tim finance

    Setelah menentukan jumlahnya, kamu dapat mengisi formulir atau mengajukan permohonan melalui prosedur yang tersedia. Biasanya, perusahaan akan meminta informasi seperti identitas karyawan, jumlah dana, alasan pengajuan, serta rencana pengembalian. Pastikan seluruh informasi yang diberikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

    4. Pahami ketentuan sebelum menyetujui

    Jika pengajuan disetujui, jangan langsung mengabaikan rincian kesepakatannya. Periksa kembali nominal pencairan, jumlah cicilan atau potongan gaji, jadwal pelunasan, dan kemungkinan biaya tambahan. Dengan memahami ketentuannya sejak awal, kamu bisa menghindari kesalahpahaman ketika menerima gaji berikutnya.

  8. 8. Jadi, apakah kasbon merupakan pilihan yang tepat?

    Apa Itu Kasbon? Kenali Pengertian, Cara Kerja, Risiko, dan Contohnya
    ilustrasi mengajukan kasbon (unsplash.com/Mina Rad)

    Kasbon dapat menjadi fasilitas yang bermanfaat ketika kamu menghadapi kebutuhan mendesak sebelum menerima gaji. Namun, kemudahan memperoleh dana lebih awal bukan alasan untuk menggunakannya tanpa perhitungan.

    Sebelum mengajukan kasbon, coba tanyakan kepada diri sendiri apakah kebutuhan tersebut benar-benar mendesak, berapa jumlah dana yang diperlukan, dan apakah sisa gaji setelah pemotongan masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

    Kalau ketiga hal tersebut sudah dipertimbangkan dengan matang, kamu akan lebih mudah menentukan apakah kasbon memang diperlukan atau ada alternatif lain yang lebih sesuai dengan kondisi keuanganmu sebab tujuan utama kasbon seharusnya membantu mengatasi kebutuhan sementara, bukan membuat kamu terus bergantung pada gaji bulan berikutnya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More