ilustrasi portfolio (pexels.com/Rafael Minguet Delgado)
Rebalancing tidak harus dilakukan pada waktu tertentu saja. Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi tanda bahwa komposisi investasi perlu disesuaikan kembali.
1. Tujuan keuangan berubah
Perubahan tujuan keuangan, seperti membeli rumah atau mempersiapkan pensiun, dapat memengaruhi strategi investasi. Karena itu, komposisi aset perlu disesuaikan agar tetap selaras dengan target yang ingin dicapai.
2. Terjadi perubahan pasar yang signifikan
Pergerakan pasar yang cukup besar dapat membuat porsi aset dalam investasi berubah dari rencana awal. Rebalancing membantu mengembalikan komposisi aset agar risiko tetap terkendali.
3. Profil risiko mengalami perubahan
Kondisi keuangan yang berubah dapat memengaruhi kemampuan kamu dalam menghadapi risiko investasi. Dengan rebalancing, kamu bisa menyesuaikan aset agar tetap nyaman dengan kondisi finansialmu saat ini.
4. Ada perubahan kondisi ekonomi
Perubahan seperti kenaikan suku bunga atau kebijakan ekonomi dapat memengaruhi kinerja beberapa instrumen investasi. Menyesuaikan kembali portofolio dapat membantu kamu tetap beradaptasi dengan kondisi pasar.
5. Komposisi aset sudah tidak seimbang
Ketika salah satu aset mengalami kenaikan atau penurunan yang membuat porsinya menjadi terlalu besar, rebalancing dapat dilakukan. Langkah ini membantu menjaga investasi tetap sesuai dengan alokasi yang telah direncanakan.