Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Harga Saham Memengaruhi Dividend Yield? Ini Penjelasannya!
ilustrasi analisis saham (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Dividend yield dihitung dari dividen per saham dibagi harga saham, sehingga perubahan harga pasar langsung mengubah persentasenya meski nominal dividen tetap.
  • Saat harga saham naik dengan dividen tetap, yield cenderung turun; ketika harga turun, yield matematis meningkat, tetapi bukan otomatis menandakan saham lebih menarik.
  • Yield juga dipengaruhi perubahan kebijakan dividen dan harga beli investor; penilaiannya perlu disandingkan dengan kondisi keuangan, riwayat dividen, utang, serta prospek bisnis perusahaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dividend yield menjadi salah satu rasio yang sering diperhatikan investor ketika melihat saham yang rutin membagikan dividen. Rasio ini menunjukkan seberapa besar dividen yang diterima investor dibandingkan dengan harga saham yang menjadi acuannya. Karena menggunakan harga saham dalam perhitungannya, perubahan harga di pasar dapat membuat dividend yield ikut berubah.

Hal menariknya, perubahan dividend yield tidak selalu berarti perusahaan baru saja mengubah jumlah dividennya. Harga saham yang naik atau turun saja sudah cukup untuk membuat persentase yield berubah jika nilai dividen per saham tetap. Lantas, bagaimana hubungan antara harga saham dan dividend yield?

1. Harga saham menjadi bagian dari perhitungan

ilustrasi analisis saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Secara sederhana, dividend yield dapat dihitung dengan membagi dividen per saham dengan harga saham, kemudian mengalikannya dengan 100 persen. Artinya, ketika jumlah dividen tetap sementara harga saham berubah, persentase dividend yield juga akan berubah. Inilah alasan harga saham memiliki pengaruh langsung terhadap rasio tersebut.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan membagikan dividen Rp100 per saham. Jika harga sahamnya Rp2.000, dividend yield berada di sekitar 5 persen. Namun, jika harga saham naik menjadi Rp2.500 sementara dividen tetap Rp100, yield turun menjadi sekitar 4 persen.

2. Harga saham naik bisa membuat yield turun

ilustrasi analisis saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Kenaikan harga saham biasanya membuat dividend yield menjadi lebih rendah jika dividen per saham tidak berubah. Hal ini terjadi karena angka pembagi dalam rumus dividend yield menjadi lebih besar. Dengan kata lain, investor yang membeli saham pada harga lebih tinggi memperoleh dividen yang sama dibandingkan harga beli yang lebih rendah.

Misalnya, investor membeli saham pada harga Rp1.500 dengan dividen Rp75 per saham. Yield berdasarkan harga tersebut adalah 5 persen. Jika harga kemudian naik menjadi Rp2.000 dan perusahaan tetap membayar dividen Rp75, dividend yield berdasarkan harga pasar menjadi sekitar 3,75 persen.

3. Harga saham turun bisa membuat yield naik

ilustrasi analisis saham (pexels.com/berdikari sastra)

Hubungannya juga berlaku sebaliknya. Ketika harga saham turun sementara dividen per saham tetap, dividend yield secara matematis akan meningkat. Kondisi ini membuat saham terlihat memiliki yield lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Namun, yield yang meningkat akibat penurunan harga tidak otomatis berarti saham tersebut menjadi lebih menarik. Harga saham bisa turun karena investor melihat adanya masalah pada kinerja, prospek bisnis, atau faktor pasar lainnya. Karena itu, dividend yield perlu dilihat bersama kondisi perusahaan agar investor tidak hanya terpaku pada angka persentasenya.

4. Dividen yang berubah ikut memengaruhi yield

ilustrasi saham (pexels.com/Yan Krukau)

Harga saham bukan satu-satunya faktor yang menentukan dividend yield. Jumlah dividen per saham juga dapat berubah dari tahun ke tahun tergantung kebijakan perusahaan dan kondisi keuangannya. Jika perusahaan menaikkan dividen sementara harga saham tetap, dividend yield akan meningkat.

Sebaliknya, pemotongan dividen dapat membuat yield turun meskipun harga saham tidak banyak berubah. Karena itu, investor perlu membedakan antara perubahan yield yang disebabkan oleh pergerakan harga saham dan perubahan yield yang berasal dari kebijakan dividen. Keduanya dapat menghasilkan angka yield yang berbeda tetapi memiliki penyebab yang tidak sama.

5. Harga beli investor juga penting

ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Dividend yield yang terlihat di aplikasi investasi biasanya dapat menggunakan harga saham pasar saat ini sebagai dasar perhitungan. Sementara itu, investor yang sudah memiliki saham sebenarnya dapat menghitung yield berdasarkan harga belinya sendiri. Hasilnya bisa berbeda karena setiap investor mungkin membeli saham pada harga yang tidak sama.

Sebagai contoh, investor A membeli saham pada harga Rp1.000 dan menerima dividen Rp50 per saham sehingga yield berdasarkan harga belinya sebesar 5 persen. Jika harga saham kemudian naik menjadi Rp1.500, yield berdasarkan harga pasar menjadi sekitar 3,33 persen, tetapi dividen Rp50 yang diterima investor A tetap menghasilkan 5 persen dibandingkan modal awalnya. Perbedaan ini menunjukkan pentingnya memahami harga yang digunakan ketika membaca dividend yield.

Harga saham memiliki hubungan langsung dengan dividend yield karena harga menjadi salah satu komponen dalam perhitungannya. Ketika harga naik dan dividen tetap, yield cenderung turun, sedangkan penurunan harga dapat membuat yield meningkat secara matematis. Namun, perubahan tersebut tidak selalu menggambarkan perubahan kualitas bisnis atau kemampuan perusahaan membayar dividen.

Karena itu, dividend yield sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai sebuah saham. Investor juga perlu melihat riwayat pembagian dividen, laba perusahaan, arus kas, kebijakan dividen, utang, serta prospek bisnis. Dengan memahami hubungan antara harga saham dan dividend yield, investor dapat membaca angka yield dengan konteks yang lebih tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article