Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bakpao Gandum RoyalKueID Tumbuh dan Perluas Pasar Bersama Dukungan BRI
Seiring berkembangnya usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID kini memasarkan produk melalui berbagai kanal, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga B2B dan partisipasi dalam berbagai pameran. Jangkauan pasar pun terus meluas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pembeli antarkota hingga antarpulau. (Dok. BRI)
  • Bakpao Gandum RoyalKueID lahir dari ide sederhana pada 2023 dan berkembang pesat hingga membuka outlet pertama di akhir 2024 dengan jangkauan pasar antarkota dan antarpulau.
  • Yusnianti memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk transaksi serta mengikuti pelatihan di platform LinkUMKM BRI guna meningkatkan kemampuan manajemen dan pengembangan usaha.
  • BRI melalui LinkUMKM membangun ekosistem pembelajaran bagi 14,98 juta UMKM dengan enam fitur terintegrasi, mendukung peningkatan kapasitas, digitalisasi, dan daya saing pelaku usaha secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Bakpao Gandum RoyalKueID, usaha kuliner asal Jakarta Utara, berkembang pesat dan memperluas pasar dengan dukungan layanan digital serta program pembinaan dari BRI melalui platform LinkUMKM.
  • Who?
    Usaha ini digagas oleh Yusnianti sebagai co-founder Bakpao Gandum RoyalKueID, dengan dukungan pengembangan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Corporate Secretary Dhanny.
  • Where?
    Kegiatan usaha berpusat di Jakarta Utara dan kini menjangkau pasar antarkota hingga antarpulau melalui gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, serta pameran UMKM.
  • When?
    Ide usaha muncul pada 2023, outlet pertama dibuka akhir 2024, dan pengembangan kapasitas melalui LinkUMKM dimulai setelah Lebaran tahun 2025.
  • Why?
    Peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap makanan praktis mendorong inovasi produk berbahan gandum serta kolaborasi dengan BRI untuk memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas akses pasar.
  • How?
    Berkembang melalui pemanfaatan QRIS BRI untuk transaksi digital, pelatihan daring di LinkUMKM, serta partisipasi aktif dalam ekosistem pembelajaran dan pendampingan UMKM yang disediakan BRI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kebutuhan masyarakat akan makanan yang praktis dan mudah disajikan mendorong pengusaha UMKM untuk terus berinovasi menghadirkan produk yang relevan dengan aktivitas sehari-hari. Hal ini tercermin dari usaha Bakpao Gandum RoyalKueID, kuliner asal Jakarta Utara yang menghadirkan bakpao berbahan gandum sebagai pilihan sarapan maupun camilan keluarga.

Bakpao Gandum RoyalKueID menghadirkan produk berbahan gandum yang praktis disiapkan dan cocok sebagai pilihan sarapan maupun camilan. Dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera keluarga, bakpao ini menjadi alternatif makanan yang mudah dinikmati, terutama bagi anak-anak. Salah satu varian yang paling diminati pelanggan adalah ayam jamur.

1. Usaha berawal dari inisiatif sederhana

Seiring berkembangnya usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID kini memasarkan produk melalui berbagai kanal, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga B2B dan partisipasi dalam berbagai pameran. Jangkauan pasar pun terus meluas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pembeli antarkota hingga antarpulau. (Dok. BRI)

Co-founder Bakpao Gandum RoyalKueID Yusnianti menuturkan bahwa usaha tersebut berawal dari inisiatif sederhana yang kemudian berkembang menjadi peluang bisnis.

“Awalnya ide sudah mulai muncul di 2023, kita produksi untuk konsumsi sendiri kemudian mulai berani menawarkan ke kerabat dan teman di akhir tahun 2023. Dulu kami hanya buka PO di kalangan sendiri dan ternyata responsnya baik sehingga memberi kami keberanian dan peluang untuk membuka outlet pertama kami di akhir tahun 2024,” ujarnya.

Seiring berkembangnya usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID kini memasarkan produk melalui berbagai kanal, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga B2B dan partisipasi dalam berbagai pameran. Jangkauan pasar pun terus meluas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pembeli antarkota hingga antarpulau.

2. LinkUMKM BRI sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan usaha

Seiring berkembangnya usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID kini memasarkan produk melalui berbagai kanal, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga B2B dan partisipasi dalam berbagai pameran. Jangkauan pasar pun terus meluas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pembeli antarkota hingga antarpulau. (Dok. BRI)

Dalam mendukung operasional usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi dengan para reseller, sehingga proses pembayaran menjadi lebih praktis. Di sisi lain, Yusnianti juga aktif meningkatkan kemampuan dalam mengelola usahanya melalui platform LinkUMKM BRI sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan usaha.

“Sejak membuka outlet pertama di akhir tahun 2024, saya menyadari bahwa untuk berkembang saya perlu menambah pengetahuan. Puji Tuhan, kami mendapat saran dari kerabat yang telah bergabung dengan LinkUMKM BRI. Dari situ saya mulai mencari lebih banyak informasi melalui berbagai sumber, termasuk media sosial dan website. Saya masih ingat, kelas pertama yang saya ikuti adalah setelah Lebaran tahun 2025,” ujarnya.

3. Komitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan

Gedung BRI. (Dok. BRI)

BRI melalui platform LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha secara daring, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.

Platform tersebut menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pengusaha.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari strategi BRI dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan yang terintegrasi, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas usaha melalui digitalisasi dan pendampingan.

“Pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan dukungan ekosistem yang menyeluruh. BRI melalui LinkUMKM dan berbagai layanan digital seperti QRIS terus mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing secara berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan,” ujarnya. (WEB)

Topics

Editorial Team