Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Biru Tsabita Tumbuhkan Bisnis Tas Bersama BRI
Usaha tas dan dompet wanita, Biru Tsabita, kini berkembang menjadi UMKM yang memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia. Perjalanan tersebut turut didukung melalui program pemberdayaan yang dihadirkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. (dok. BRI)
  • Biru Tsabita, usaha tas dan dompet wanita yang lahir dari kebutuhan ekonomi keluarga pada 2019, kini berkembang menjadi UMKM dengan pemasaran hingga Malaysia dan melibatkan 33 tenaga kerja.

  • Mutoharoh sebagai pemilik aktif mengikuti pembinaan Rumah BUMN BRI, memperoleh pelatihan serta dukungan digital seperti BRImo dan QRIS untuk memperluas pasar melalui marketplace dan jaringan kemitraan.

  • BRI melalui program Rumah BUMN terus mendorong pemberdayaan UMKM lewat pelatihan, pendampingan, serta akses pasar agar lebih banyak pelaku usaha naik kelas dan menciptakan lapangan kerja baru.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Biru Tsabita, usaha tas dan dompet wanita yang didirikan Mutoharoh, berkembang menjadi UMKM dengan dukungan program pemberdayaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Rumah BUMN BRI.
  • Who?
    Mutoharoh sebagai pemilik Biru Tsabita bersama 33 tenaga kerja, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang memberikan pendampingan dan pelatihan melalui Rumah BUMN BRI.
  • Where?
    Kegiatan usaha berlangsung di Jakarta dan memasarkan produk ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan pernah menjangkau pasar Malaysia melalui jaringan kemitraan dan marketplace.
  • When?
    Usaha Biru Tsabita berdiri pada tahun 2019 dan terus berkembang hingga saat ini dengan dukungan program pemberdayaan UMKM yang masih berjalan.
  • Why?
    Mutoharoh memulai usaha ini untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga ketika menghadapi kesulitan ekonomi dan mencari sumber penghasilan tambahan dari rumah.
  • How?
    Pertumbuhan bisnis terjadi melalui penjualan online, pelatihan Rumah BUMN BRI, pemanfaatan layanan digital seperti BRImo dan QRIS, serta perluasan pasar lewat marketplace dan kemitraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Berangkat dari keinginan membantu memenuhi kebutuhan keluarga, usaha tas dan dompet wanita Biru Tsabita kini berkembang menjadi UMKM yang memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia. Perjalanan tersebut turut didukung melalui program pemberdayaan yang dihadirkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Pemilik Biru Tsabita, Mutoharoh, mengatakan usahanya lahir pada 2019 ketika kondisi ekonomi keluarga tengah menghadapi tantangan. Saat itu, ia dan keluarga mencari cara untuk menambah penghasilan melalui bisnis yang dapat dijalankan dari rumah.

"Saat itu kami terjebak dalam utang yang cukup besar, sehingga penghasilan yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situ, kami mencoba mencari pekerjaan sampingan, dan pilihan kami jatuh pada jualan online yang bisa dijalankan di sela-sela rutinitas kerja. Alhamdulillah, usaha jualan online itu terus berkembang hingga sekarang," ujarnya.

1. Berkembang dari usaha sampingan hingga menyerap 33 tenaga kerja

Usaha tas dan dompet wanita, Biru Tsabita, kini berkembang menjadi UMKM yang memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia. Perjalanan tersebut turut didukung melalui program pemberdayaan yang dihadirkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. (dok. BRI)

Sejak berdiri, Biru Tsabita memproduksi beragam tas dan dompet wanita dengan desain yang mengutamakan fungsi sekaligus tampilan menarik. Salah satu produk yang paling diminati pelanggan adalah dompet wanita.

Pemasaran dilakukan melalui marketplace dan jaringan kemitraan, dengan jangkauan ke berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, produk Biru Tsabita pernah dipasarkan hingga Malaysia.

Selain menyediakan produk siap jual, Biru Tsabita juga melayani pembuatan tas dan dompet sesuai kebutuhan pelanggan. Seiring perkembangan usaha, bisnis tersebut kini telah melibatkan 33 tenaga kerja.

2. Pendampingan Rumah BUMN BRI bantu perluas wawasan dan pasar

Ilustrasi UMKM Online (dok. Grab)

Dalam mengembangkan usahanya, Mutoharoh mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan melalui Rumah BUMN BRI. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan pengetahuan baru sekaligus memperluas jaringan yang mendukung pertumbuhan bisnis.

"Seluruh pelatihan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI sangat membantu kami, khususnya Program BRIncubator BRI 2025 yang sejauh ini paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usaha," katanya.

Untuk mendukung operasional bisnis, Mutoharoh juga memanfaatkan layanan digital BRI, seperti BRImo dan QRIS BRI. Ke depan, ia menargetkan perluasan pasar melalui penguatan penjualan di marketplace dan pengembangan jaringan kemitraan.

3. BRI terus dorong UMKM naik kelas

Gedung BRI. (Dok. BRI)

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan perjalanan Biru Tsabita menunjukkan bahwa usaha yang dimulai dari keterbatasan dapat terus berkembang apabila dibarengi semangat belajar dan pendampingan yang tepat.

"Biru Tsabita menunjukkan bahwa dari keterbatasan bisa lahir usaha yang terus berkembang dan memberi penghidupan. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pelaku UMKM agar punya ruang untuk belajar, memperluas pasar, dan melangkah lebih jauh dengan usaha yang semakin kuat," ujar Dhanny.

Melalui program Rumah BUMN, BRI terus memperkuat pemberdayaan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, hingga perluasan akses pasar. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu semakin banyak pelaku usaha mengembangkan bisnis sekaligus menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah. (WEB)

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article