ilustrasi petani Indonesia (pexels.com/Danang DKW)
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan penguatan tata kelola dilakukan agar KUR benar-benar diterima oleh pelaku usaha yang berhak dan dimanfaatkan sesuai tujuan pembiayaan.
"BNI terus melakukan penguatan tata kelola penyaluran KUR agar pembiayaan benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang berhak. Penguatan dilakukan sejak tahap analisis kredit, verifikasi, pencairan, pemantauan penggunaan dana, hingga evaluasi kualitas kredit," ujar Okki.
Salah satu langkah yang diterapkan adalah analisis kredit secara langsung (one-on-one) kepada petani tanpa melibatkan collection agent (CA). Melalui pendekatan tersebut, BNI dapat memperoleh informasi mengenai profil usaha, kebutuhan pembiayaan, kemampuan membayar, hingga rencana penggunaan dana calon debitur.
Selain itu, BNI juga memperkuat penyaluran kredit berbasis ekosistem (ecosystem-based financing) dengan melibatkan perusahaan inti atau offtaker yang membantu pendampingan usaha, penyerapan hasil panen, serta pemantauan pelaksanaan kredit.
"Pendekatan berbasis ekosistem memungkinkan adanya pendampingan, pemantauan usaha, serta kepastian pasar bagi hasil produksi petani. Dengan demikian, pembiayaan tidak hanya tersalurkan, tetapi juga dapat mendukung keberlanjutan usaha debitur," kata Okki.