Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BRI Imbau Nasabah Waspada Penipuan Modus File .APK Jelang Libur Lebaran
ilustrasi penipuan yang bersumber dari file tidak dikenal (dok. BRI)
  • BRI mengimbau nasabah waspada terhadap file .APK mencurigakan yang sering dikirim lewat pesan WhatsApp, karena bisa berisi malware pencuri data dan pengendali perangkat.

  • Direktur IT BRI menegaskan pentingnya kewaspadaan menghadapi kejahatan digital yang terus berkembang, serta menganjurkan penggunaan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication.

  • Jika terlanjur menginstal file berbahaya, nasabah disarankan memutus koneksi internet, hapus aplikasi, ubah data login, lakukan reset perangkat, dan segera hubungi Contact BRI 1500017.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengimbau nasabah agar waspada terhadap penipuan digital bermodus file .APK yang berpotensi mencuri data dan mengakses layanan keuangan tanpa izin.
  • Who?
    Imbauan disampaikan oleh Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, kepada seluruh nasabah dan masyarakat pengguna layanan digital bank tersebut.
  • Where?
    Peringatan ini disampaikan dari Jakarta dan berlaku bagi seluruh pengguna layanan digital BRI di berbagai wilayah Indonesia.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan pada 16 Maret, menjelang periode libur Lebaran ketika aktivitas komunikasi dan transaksi digital meningkat.
  • Why?
    Kejahatan siber dengan modus file .APK semakin marak, karena pelaku memanfaatkan momen peningkatan aktivitas digital untuk mencuri data pribadi serta mengakses rekening korban secara ilegal.
  • How?
    Modus dilakukan melalui pesan WhatsApp berisi file .APK palsu; BRI menyarankan nasabah tidak mengunduh file mencurigakan, segera hapus aplikasi berbahaya, ubah sandi, dan hubungi Contact BRI jika terjadi aktivitas tak wajar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times Mendekati periode libur lebaran ketika intensitas komunikasi dan transaksi digital cenderung meningkat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati menjaga keamanan rekeningnya, terutama terhadap file yang berasal dari sumber tidak dikenal.

1. Hati-hati dengan modus ini

ilustrasi penipuan yang bersumber dari file tidak dikenal (dok. BRI)

Dalam praktiknya, modus ini kerap diawali pesan WhatsApp dari oknum yang mengaku berasal dari instansi tertentu, dengan narasi meyakinkan dan lampiran file .APK, undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, resi pengiriman paket, serta dokumen lain yang dikemas seolah informasi penting.

Ketika korban mengunduh dan memasangnya, file tersebut dapat menjadi pintu masuk program berbahaya (malware) yang dirancang untuk mencuri data, merusak sistem, hingga mengambil alih perangkat tanpa sepengetahuan pengguna. Aplikasi .APK dari sumber tidak tepercaya juga dapat meminta izin akses tertentu pada perangkat dan dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna, sehingga membuka ruang penyalahgunaan akses layanan keuangan yang tersimpan pada perangkat.

2. Perlunya kewaspadaan dengan pola kejahatan digital

ilustrasi pelayanan di BRI (dok. BRI)

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang dan menuntut penguatan kewaspadaan bersama.

“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” ujar Saladin pada keterangannya, (16/3).

BRI mengimbau nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya, serta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan yang mencurigakan kepada pihak lain. Jika menerima pesan yang tampak janggal, misalnya menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau “verifikasi” data, atau menyertakan lampiran file dari nomor yang tidak dikenal meskipun mengatasnamakan bank atau layanan penting lainnya, nasabah diminta memastikan kebenaran pengirim dan melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) juga dianjurkan untuk menambah perlindungan pada akses layanan digital.

3. Telanjur instal? Lakukan cara ini

ilustrasi pelayanan di BRI (dok. BRI)

Apabila nasabah terlanjur mengunduh atau menginstal file .APK yang mencurigakan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi yang terpasang. Selanjutnya, nasabah dapat segera mengubah username, PIN, dan password akun BRImo maupun akun email yang terhubung, serta melakukan reset setelan pabrik melalui pengaturan perangkat untuk memastikan perangkat bersih dari potensi kendali pihak tidak dikenal. 

Nasabah juga perlu melakukan pemblokiran nomor pengirim apabila pesan terindikasi penipuan, dan jika ditemukan aktivitas mencurigakan dapat segera menghubungi Contact BRI 1500017.

“BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal. Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman,” pungkas Saladin. (WEB)

Editorial Team