Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BSI Cetak Laba Rp2,2 Triliun di Kuartal I-2026, Naik 17 Persen

BSI Cetak Laba Rp2,2 Triliun di Kuartal I-2026, Naik 17 Persen
Bank Syariah Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)
Intinya Sih
  • BSI mencatat laba bersih Rp2,2 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 17,1 persen yoy berkat strategi efisiensi biaya dana dan peningkatan pendapatan berbasis fee dari bisnis emas.
  • Pendapatan berbasis fee naik 22,98 persen yoy menjadi Rp2,09 triliun dengan kontribusi terbesar dari bisnis emas yang tumbuh 125 persen serta pembiayaan gadai emas meningkat 58,3 persen.
  • Jumlah nasabah BSI mencapai 23,7 juta dengan lonjakan Tabungan Haji hingga 7,25 juta rekening, termasuk 1,2 juta dari generasi muda yang semakin aktif menabung untuk ibadah haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun sepanjang kuartal I-2026.

Capaian laba bersih itu tumbuh 17,1 persen secara year on year (yoy). Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan capaian laba bersih tersebut didorong oleh implementasi strategi penurunan biaya dana, penjagaan kualitas pembiayaan, serta pertumbuhan pendapatan berbasis fee, terutama dari bisnis emas.

Dia juga menekankan status BSI sebagai bank dengan dual lisensi, yakni lisensi syariah dan lisensi emas.

“Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain,” tutur Anggoro dalam konferensi pers virtual, Selasa (12/5/2026).

1. Bisnis emas sumbang pendapatan tertinggi

PHOTO-2026-05-12-16-25-10.jpeg
Konferensi pers kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI di kuartal I-2026. (dok. BSI)

Lebih lanjut, dual licence mendorong pertumbuhan Fee Based Income (FBI) BSI pada kuartal I-2026 ke level Rp2,09 triliun, naik 22,98 persen (yoy).

Komposisi FBI terhadap total pendapatan BSI naik menjadi 22,98 persen dengan bisnis emas sebagai kontributor tertinggi 33,69 persen dengan total Rp705 miliar, tumbuh 125 persen (yoy), disusul treasurydengan komposisi 21,67 persen dan e-channel sebesar 17,46 persen.

Dari bisnis emas, BSI berhasil menumbuhkan pembiayaan gadai emas 58,3 persen (yoy) dan E-mas tumbuh lebih dari 2.700  persen.

2. Pembiayaan BSI tumbuh 14,39 persen

Suasana Bank Syariah Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)
Suasana Bank Syariah Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)

Dari sisi pembiayaan, BSI berhasil menumbuhkan dobel digit atau 14,39 persen (yoy) mencapai Rp329 triliun dengan fokus pembiayaan Konsumer.

Meski tumbuh signifikan, secara kualitas pembiayaan yang disalurkan cukup sehat dengan indikasi Non-Performing Financing (NPF) gross 1,8 persen membaik dari 1,88 persen periode sebelumnya.

Adapun NPF Nett di sekitar 0,38 persen. Mayoritas pembiayaan (72,37 persen) didistribusikan pada segmen Konsumer dan Ritel, sisanya 27,63 persen ke segmen wholesale.

Peningkatan Dana Murah berkontribusi terhadap penurunan biaya dana ke level 2,12 persen dan penjagaan kualitas pembiayaan menjaga biaya CKPN di level 0,73 persen.

Kondisi tersebut cukup ideal untuk mendorong rasio laba bersih Perseroan pada kuartal I-2026 dengan indikasi ROA 2,53 persen dan ROE 19,36 persen.

Peningkatan customer base selanjutnya mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada kuartal I-2026 tumbuh 18 persen (yoy), menjadi Rp376,8 triliun.

Tak hanya tinggi, DPK BSI tumbuh pada segmen dana murah (CASA) di mana Giro naik 24,17 persen (yoy) menjadi Rp71,7 triliun dan Tabungan tumbuh 20,18 persen (yoy) menjadi Rp164,5 triliun. Total dana murah (CASA) tumbuh 21,36 persen (yoy) menjadi Rp236,2 triliun.

3. Nasabah BSI tembus 23,7 juta

Suasana Bank Syariah Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)
Suasana Bank Syariah Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)

Sejak merger 1 Februari 2021, nasabah BSI tumbuh 9,26 juta, dan khusus pada tiga bulan pertama di 2026, jumlah nasabah bertambah sekitar 500 ribu orang menjadi 23,7 juta.

BSI juga mencatatkan pertumbuhan tabungan tertinggi di industri. Hal tersebut didorong tingginya antusias berhaji yang berdampak pada lonjakan nasabah Tabungan Haji hingga menembus 7,25 juta di mana 1,2 juta merupakan generasi muda (millennial dan Gen-Z).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More