Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ada Virus Bluetongue, China Tangguhkan Lagi Impor Daging Sapi Irlandia

Ada Virus Bluetongue, China Tangguhkan Lagi Impor Daging Sapi Irlandia
Ilustrasi ternak sapi. (unsplash.com/Gilles DETOT)
Intinya Sih

  • Penangguhan impor daging sapi Irlandia oleh China terkait wabah Virus Bluetongue.

  • Protokol perdagangan antara Irlandia dan China yang mengatur soal wabah penyakit tertentu.

  • Penyakit Bluetongue berdampak pada perdagangan hewan hidup di luar Eropa dan gejala serta penyebarannya pada hewan ternak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - China telah menangguhkan impor daging sapi Irlandia pada 27 Januari 2026, sebuah langkah yang diambil hanya dua minggu setelah pasar tersebut dibuka kembali. Keputusan itu diambil menyusul laporan pihak berwenang Irlandia tentang wabah Virus Bluetongue (BTV), yang kasusnya telah terdeteksi di empat kawanan ternak sapi di County Wexford.

Pernyakit ternak tersebut tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia atau keamanan daging, tetapi memicu pengamanan protokol perdagangan. Dampak dari penangguhan tersebut memengaruhi pengiriman daging sapi Irlandia yang ditujukan ke China, dilansir BBC pada Rabu (28/1/2026).

1. Penangguhan berdasarkan protokol perdagangan Irlandia-China

Berdasarkan protokol yang mengatur perdagangan daging sapi dengan China, Irlandia diwajibkan untuk memberitahukan kepada pihak berwenang di sana soal wabah penyakit tertentu, termasuk penyakit BTV. Menteri Pertanian Irlandia, Martin Heydon, mengatakan bahwa departemennya telah memberitahu Administrasi Umum Bea Cukai China (GACC) tentang wabah penyakit Bluetongue.

Heydon menggambarkan penangguhan tersebut sebagai hal yang mengecewakan, tetapi hal itu tidak mengejutkan karena virus tersebut merajalela di seluruh Inggris, Wales, dan Eropa. Ia mengatakan bahwa para pejabat Irlandia sedang bernegosiasi dengan Beijing untuk membuktikan bahwa wabah telah terkendali.

"Kami akan memberi mereka rincian epidemiologi lengkap. Kami memiliki sistem pelacakan yang sangat canggih untuk hewan-hewan kami," kata Heydon, dikutip dari The Irish Times.

2. Penyakit Bluetongue berdampak pada perdagangan hewan hidup di luar Eropa

Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Taoiseach Irlandia, Micheal Martin, di Beijing pada 5 Januari 2026. (x.com/MichealMartinTD)
Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Taoiseach Irlandia, Micheal Martin, di Beijing pada 5 Januari 2026. (x.com/MichealMartinTD)

Pada 2024, ekspor daging sapi dari Irlandia ke China ditangguhkan. Ini setelah ditemukan kasus atipikal Bovine Spongiform Encelopathy (BSE), yang umumnya dikenal sebagai penyakit sapi gila. Lalu, pada 12 Januari 2026, China mencabut larangan tersebut. Langkah ini terjadi setelah pembicaraan ekonomi dan perdagangan yang lebih luas antara Taoiseach Irlandia Micheal Martin dan Presiden Xi Jinping di Beijing pada 5 Januari 2026.

Di sisi lain, otoritas Irlandia menegaskan bahwa penyakit Bluetongue diperkirakan tidak berdampak pada perdagangan daging atau produk susu dan dampaknya sangat kecil pada perdagangan dengan Eropa. Namun, penangguhan ini memiliki implikasi bagi perdagangan hewan hidup dengan negara-negara di luar Eropa karena setiap negara dapat menetapkan persyaratannya sendiri dalam sertifikat perdagangan dengan Irlandia.

3. Tentang penyakit Bluetongue pada hewan ternak

Ilustrasi seekor sapi. (pixabay.com/NickyPe)
Ilustrasi seekor sapi. (pixabay.com/NickyPe)

Penyakit BTV adalah penyakit ternak yang ditularkan melalui nyamuk penggigit, yang menyerang hewan ruminansia, seperti sapi, kambing, domba, ilama, dan alpaka. Salah satu gejalanya adalah pembengkakan mulut dan lidah, yang menyebabkan penyakit parah pada hewan ternak dan kelainan bentuk pada hewan yang baru lahir. Penyakit ini memiliki tingkat kematian hingga 60 persen.

Virus penyakit tersebut pertama kali terdeteksi di Belanda pada September 2023. Sejak itu, menyebar ke seluruh daratan Eropa dan Inggris. Kasus pertama di Irlandia ditemukan di Co Down pada November 2025. Dampak dari BTV juga sangat bervariasi di berbagai wilayah, dengan beberapa hewan menunjukkan sedikit tanda infeksi dan berhasil pulih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More