Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Orang Kaya Kelola Uang Ternyata Berbeda, Ini Pengakuan 2 Jutawan
Ilustrasi orang kaya (freepik.com)
  • Matthew Tran menginvestasikan hampir seluruh keuntungan bisnis untuk produk, pemasaran, dan ekspansi, alih-alih konsumsi pribadi, demi membangun perusahaan yang lebih kuat.
  • Tran juga menanamkan waktu serta sumber daya pada pengetahuan industri, desain, pemasaran digital, dan psikologi pelanggan untuk mendukung keputusan bisnis yang lebih baik.
  • Chris Kirksey menekankan investasi sejak dini dan konsisten, meski nominal kecil, agar waktu serta efek bunga berbunga membantu membangun kekayaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apa sebenarnya yang membuat seseorang bisa mencapai kekayaan hingga milyaran? Jawabannya ternyata tidak selalu berkaitan dengan keberuntungan, warisan besar, atau mendapatkan uang dalam jumlah fantastis secara tiba-tiba. Dalam banyak kasus, perbedaannya justru muncul dari keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten, terutama dalam cara seseorang mengelola dan menggunakan uangnya.

Kebiasaan finansial yang terlihat sederhana mungkin tidak memberikan hasil besar dalam waktu singkat. Namun, ketika dilakukan selama bertahun-tahun, keputusan tersebut dapat menghasilkan efek kumulatif yang signifikan. Data dari 2025 Global Wealth Report bahkan menunjukkan bahwa Amerika Serikat mengalami pertumbuhan jumlah jutawan paling cepat dibandingkan negara lainnya.

Untuk mengetahui kebiasaan yang benar-benar dilakukan oleh orang-orang yang berhasil membangun kekayaan. Matthew Tran, pendiri Birchbury, dan Chris Kirksey, CEO Direction membagikan sejumlah keputusan yang mereka lakukan berbeda dari kebanyakan orang, seperti dikutip dari GOBankingRates.

Menariknya, kebiasaan tersebut bukanlah trik finansial yang rumit. Justru, beberapa di antaranya sangat sederhana dan dapat diterapkan siapa saja.

1. Menginvestasikan kembali hampir seluruh keuntungan ke bisnis

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Bagi Matthew Tran, salah satu keputusan terpenting dalam perjalanan membangun kekayaan adalah menahan diri untuk tidak langsung menikmati seluruh keuntungan bisnis.

Ketika bisnisnya mulai menghasilkan uang, Tran memilih untuk menginvestasikan kembali hampir seluruh profit ke dalam perusahaan. Alih-alih menggunakan uang tersebut untuk membeli mobil baru, berlibur, atau mengikuti tren barang terbaru, ia memilih menggunakannya untuk memperbesar dan memperkuat bisnis.

Menurut Tran, setiap keuntungan yang diperoleh dialokasikan kembali untuk meningkatkan kualitas produk, memperbaiki strategi pemasaran, dan memperluas jangkauan bisnis. Tujuannya bukan sekadar mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, tetapi membangun perusahaan yang cukup kuat sehingga nantinya mampu memberikan manfaat finansial bagi dirinya sekaligus tim yang bekerja bersamanya.

Strategi tersebut menunjukkan satu prinsip penting: tidak semua uang yang masuk harus langsung dibelanjakan. Sebagian dapat digunakan kembali untuk menciptakan sumber penghasilan yang lebih besar di masa depan.

2. Berinvestasi besar pada pengetahuan

Ilustrasi bisnis (freepik.com)

Selain menginvestasikan uang ke bisnis, Tran juga mengalokasikan waktu dan sumber daya untuk meningkatkan pengetahuannya.

Saat mengembangkan bisnis, ia tidak hanya fokus pada operasional sehari-hari. Ia mempelajari industri footwear, desain, perilaku konsumen, hingga berbagai tren yang dapat memengaruhi pasar.

Ia bahkan mengambil kursus mengenai web development dan digital marketing serta mempelajari psikologi pelanggan. Dengan memahami berbagai aspek tersebut, Tran dapat mengambil keputusan bisnis dengan lebih baik.

Namun, proses belajarnya tidak hanya berasal dari pendidikan formal. Ia juga belajar dari pelanggan, pengusaha lain, mentor, dan orang-orang dengan sudut pandang berbeda.

Baginya, terus belajar membantu mengurangi kesalahan yang sering dilakukan oleh pemilik bisnis baru. Ini menjadi pengingat bahwa investasi tidak selalu harus berbentuk saham, properti, atau aset lainnya. Pengetahuan juga merupakan aset yang dapat menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.

3. Mulai berinvestasi sedini mungkin

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Chris Kirksey memiliki pelajaran berbeda mengenai cara membangun kekayaan. Ia melihat bahwa orang-orang yang berhasil meningkatkan kekayaannya bukan berarti selalu mendapatkan uang dalam jumlah besar secara tiba-tiba.

Sebaliknya, mereka secara konsisten membuat keputusan yang lebih bijak dalam menabung dan berinvestasi. Dari sana, Kirksey menyadari bahwa setiap dolar yang dimiliki sebaiknya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dipersiapkan untuk masa depan. Karena itu, ia menyarankan orang untuk mulai berinvestasi sedini mungkin, bahkan ketika jumlah uang yang dimiliki masih kecil.

Seseorang tidak harus memiliki penghasilan fantastis untuk memulai. Menyisihkan sebagian pendapatan ke rekening pensiun, tabungan, atau instrumen investasi secara konsisten dapat menjadi langkah awal untuk membangun fondasi finansial yang lebih kuat.

4. Biarkan waktu bekerja melalui Compound Interest

Ilustrasi suku bunga (freepik.com)

Salah satu keuntungan terbesar dari mulai berinvestasi lebih awal adalah compound interest atau bunga berbunga. Pada awalnya, pertumbuhan investasi mungkin terasa sangat lambat. Namun, seiring waktu, keuntungan yang diperoleh dapat ikut menghasilkan keuntungan baru. Semakin lama uang dibiarkan berkembang, semakin besar pula potensi efek compounding tersebut.

Menurut Kirksey, kekuatan sebenarnya bukan terletak pada seberapa besar uang yang diinvestasikan dalam satu waktu, tetapi pada kemampuan untuk konsisten dan memberikan waktu yang cukup bagi investasi untuk berkembang.

Itulah sebabnya seseorang yang mulai dengan jumlah kecil tetapi konsisten selama puluhan tahun bisa berada dalam posisi yang jauh lebih baik dibandingkan seseorang yang baru mulai berinvestasi ketika sudah memiliki penghasilan besar.

5. Kekayaan lebih banyak dibangun dari kebiasaan daripada keberuntungan

Ilustrasi orang kaya (freepik.com)

Dari pengalaman Tran dan Kirksey, terlihat bahwa membangun kekayaan tidak selalu membutuhkan strategi yang rumit. Ada pola sederhana yang terus muncul: menginvestasikan kembali uang untuk menciptakan pertumbuhan, meningkatkan kemampuan melalui pembelajaran, mulai berinvestasi sedini mungkin, dan memberikan waktu bagi uang untuk berkembang.

Tidak semua orang akan menjadi jutawan hanya dengan mengikuti kebiasaan tersebut. Namun, prinsip di baliknya cukup universal. Kekayaan biasanya dibangun melalui serangkaian keputusan kecil yang dilakukan berulang kali, bukan satu keputusan besar yang tiba-tiba mengubah hidup.

Pada akhirnya, mungkin inilah perbedaan terbesar antara sekadar menghasilkan uang dan benar-benar membangun kekayaan. Orang yang berhasil membangun aset dalam jumlah besar cenderung tidak hanya memikirkan berapa banyak uang yang bisa mereka hasilkan hari ini, tetapi juga bagaimana uang tersebut dapat terus bekerja untuk mereka di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article