BNBR Bukukan Pendapatan Rp2,59 T di Semester I-2026, Naik 45,84 Persen

- BNBR membukukan pendapatan bersih Rp2,59 triliun pada semester I-2026, naik 45,84 persen. Laba usaha mencapai Rp301,53 miliar dan EBITDA positif Rp423,04 miliar.
- Kenaikan pendapatan didorong BIIN setelah konsolidasi CCT, VKTR melalui penjualan EV dan Bakrie Autoparts, serta BMI melalui pertumbuhan unit konstruksi, pipa, dan induk usaha.
- Meski pendapatan meningkat, BNBR mencatat rugi bersih Rp216,89 miliar akibat kenaikan floating rate pada beban bunga CCT; right issue Juli 2026 menghimpun Rp4,76 triliun.
Jakarta, IDN Times - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,59 triliun di semester I-2026. Capaian ini naik 45,84 persen dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,77 triliun.
"Kenaikan pendapatan bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan sejumlah unit usaha," kata Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (30/8/2026).
Laba usaha perseroan juga tercatat meningkat menjadi Rp301,53 miliar atau naik 283,21 persen dibanding semester I-2025 sebesar Rp78,68 miliar. Namun BNBR mencatat rugi bersih sebesar Rp216,89 miliar dari sebelumnya mengantongi laba bersih pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp61,88 miliar.
Sementara EBITDA positif di semester I-2026 senilai Rp423,04 miliar. Angka ini naik signifikan Rp295,21 miliar atau 230,93 persen dibanding periode sama di tahun sebelumnya Rp127,83 miliar.
1. Pendapatan sejumlah unit usaha meningkat

Direktur Utama & CEO BNBR Anindya Bakrie. (IDN Times/Trio Hamdani) Anindya memaparkan, sejumlah unit usaha yang pendapatannya meningkat dan mendukung naiknya pendapatan perseroan, yakni PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group yang pendapatannya naik Rp450,76 miliar atau 256,1 persen menjadi Rpp626,78 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut sebagai dampak konsolidasi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).
Unit usaha lainnya dengan pendapatan positif, antara lain PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group yang naik Rp232,58 miliar atau 56,2 persen menjadi Rp646,61 miliar. Kenaikan ini berasal dari peningkatan penjualan EV dan kenaikan penjualan di PT Bakrie Autoparts (BA) Group.
Sementara PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar Rp120,96 miliar atau 10,2 persen menjadi Rp1,3 triliun. Kenaikan ini ditopang meningkatnya pendapatan BMI Parent sebesar 37,5 persen, PT Bakrie Construction (Bcons) naik 33,6 persen, dan PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) yang naik 15,1 persen.
2. Prospek perusahaan

Ilustrasi PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). (Doc: https://bakrie-brothers.com)Doc: Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti mengatakan, dengan struktur keuangan yang semakin kuat, portofolio infrastruktur strategis, termasuk jalan tol dan infrastruktur lainnya seperti jaringan pipanisasi sebagai sarana transportasi minyak dan ga, serta ekspansi di sektor industri masa depan seperti elektrifikasi transportasi dan energi berkelanjutan, BNBR optimistis dapat menciptakan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan mendukung pembangunan nasional.
"Namun demikian, perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih yang terutama disebabkan oleh dampak eksternal berupa kenaikan floating rate terhadap beban bunga CCT, khususnya pada tahun-tahun awal setelah akuisisi ketika komponen beban bunga masih relatif tinggi," kata Roy.
3. Right issue telah rampung akhir Juli 2026

Bakrie & Brothers (BNBR) (bakrie-brothers.com) Sementara itu, BNBR telah menerbitkan saham baru melalui Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue pada akhir Juli 2026.
"Dana yang berhasil dihimpun dari right issue tersebut adalah senilai Rp4,76 triliun," kata Wakil Direktur Utama & Co-CEO BNBR A. Ardiansyah Bakrie.




















