Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Cara Susun Rencana Keuangan Ramadan Agar Dompet Tetap Aman

8 Cara Susun Rencana Keuangan Ramadan Agar Dompet Tetap Aman
ilustrasi menyusun rencana keuangan Ramadan (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)
Intinya sih...
  • Hitung total dana untuk 30 hari: Tentukan jumlah uang yang bisa digunakan selama Ramadan. Keluarkan uang untuk tagihan penting terlebih dahulu
  • Bagi ke pos utama Ramadan: Buat pos makan, ibadah, sosial, transportasi, dan Lebaran. Simpan catatan batas pos agar pengeluaran terkontrol
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ramadan bisa membuat pengeluaran terasa tidak terasa, sampai kamu baru sadar ketika saldo sudah menipis. Jadwal buka bersama muncul tiba-tiba, ada kebutuhan Lebaran yang menunggu, lalu belanja kecil makin sering terjadi. Kalau tidak disusun dari awal, dompet bisa kosong duluan sebelum kamu sempat menyesuaikan.

Pengeluaran kecil yang tampak sepele biasanya justru menumpuk tanpa terasa. Sementara itu, kamu tetap ingin ibadah dan berbagi berjalan lancar tanpa jadi beban pikiran. Yuk rapikan anggaran dengan 8 langkah berikut agar arus uang lebih aman dari awal sampai akhir Ramadan!

1. Hitung total dana untuk 30 hari

8 Cara Susun Rencana Keuangan Ramadan Agar Dompet Tetap Aman
ilustrasi menghitung dana total Ramadan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Tentukan dulu berapa uang yang benar-benar bisa dipakai selama Ramadan. Jumlahkan gaji, THR yang cair di Ramadan jika ada, dan tabungan yang memang kamu siapkan khusus Ramadan. Tulis totalnya sebagai batas maksimal pengeluaran untuk satu bulan Ramadan. Angka ini menjadi dasar untuk semua pembagian berikutnya.

Setelah itu, keluarkan dulu uang yang tidak boleh dipakai untuk belanja Ramadan. Contohnya cicilan, listrik, air, internet, biaya sekolah, atau kewajiban lain yang jatuh tempo. Sisa setelah kewajiban inilah yang boleh kamu bagi untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Dengan cara ini, kamu tidak memakai uang yang seharusnya untuk tagihan penting.

2. Bagi ke pos utama Ramadan

8 Cara Susun Rencana Keuangan Ramadan Agar Dompet Tetap Aman
ilustrasi membagi uang Ramadan (pexels.com/olia danilevich)

Bagi uang Ramadan ke beberapa pos utama agar pengeluaran tidak tercampur. Minimal buat pos makan, pos ibadah dan sosial, pos transportasi, serta pos kebutuhan Lebaran. Setiap pos harus punya angka batas, jadi kamu tahu kapan harus berhenti atau menahan belanja. Pembagian ini mencegah uang habis di satu area saja.

Simpan catatan batas pos tersebut di tempat yang mudah kamu lihat setiap hari. Jika uang makan hampir habis, kamu tahu harus mengurangi jajan dan memasak lebih sering. Jika pos sosial menipis, kamu tetap bisa berbagi dengan nominal yang lebih kecil tapi konsisten. Intinya, kamu mengontrol pengeluaran berdasarkan pos, bukan berdasarkan perasaan.

3. Tentukan jatah mingguan dulu

8 Cara Susun Rencana Keuangan Ramadan Agar Dompet Tetap Aman
ilustrasi menghitung jatah mingguan (pexels.com/olia danilevich)

Setelah punya total anggaran Ramadan, bagi anggaran itu ke jatah per minggu. Kamu bisa membaginya menjadi 4 minggu, atau 5 minggu jika Ramadan berjalan lebih panjang dalam hitungan kalender kamu. Jatah mingguan memudahkan kontrol karena kamu tidak menunggu sampai akhir bulan untuk tahu uangmu aman atau tidak. Kamu bisa cepat memperbaiki jika ada minggu yang terlalu boros.

Tentukan angka jatah mingguan yang sama terlebih dahulu agar mudah. Lalu, kalau kamu punya acara tertentu, kamu boleh menaikkan jatah di minggu itu dan menurunkan jatah di minggu lain sebagai pengganti. Catat penyesuaiannya supaya tetap jelas. Dengan cara ini, kamu tetap punya rencana walau kebutuhan tiap minggu berbeda.

4. Turunkan jatah mingguan ke batas harian

8 Cara Susun Rencana Keuangan Ramadan Agar Dompet Tetap Aman
ilustrasi membagi uang jatah mingguan (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Dari jatah mingguan, tentukan batas belanja harian untuk pengeluaran yang paling sering terjadi. Fokuskan batas harian pada makan, jajan, dan belanja kecil yang biasanya tidak terasa. Misalnya, kalau jatah mingguan untuk makan adalah X, kamu bagi menjadi tujuh bagian sebagai patokan per hari. Patokan ini membantu kamu menilai apakah hari ini kamu sudah lewat batas atau masih aman.

Batas harian tidak harus sama persis setiap hari, tetapi kamu perlu target yang jelas. Jika hari ini kamu melewati batas, besok kamu perlu menekan pengeluaran agar jatah mingguan tetap aman. Jangan menutup kekurangan dengan mengambil dari pos lain tanpa catatan. Tujuannya supaya pengeluaran harian tetap terkendali dan tidak merusak rencana mingguan.

5. Tentukan hari fleksibel dan hari hemat

8 Cara Susun Rencana Keuangan Ramadan Agar Dompet Tetap Aman
ilustrasi belanja stok Ramadan (pexels.com/Jack Sparrow)

Tetapkan beberapa hari sebagai hari fleksibel karena kemungkinan ada acara atau kebutuhan tambahan. Misalnya untuk buka bersama, belanja stok, atau kebutuhan keluarga yang tidak bisa ditunda. Sisanya kamu jadikan hari hemat, yaitu hari dengan pengeluaran minimum dan makan lebih sederhana. Pola ini membuat rencana lebih realistis karena kamu tidak memaksa semua hari harus sama.

Hari fleksibel tetap harus punya batas agar tidak berubah menjadi hari boros. Kamu bisa menetapkan angka maksimum untuk hari fleksibel, lalu memastikan pengeluaran hari hemat benar-benar lebih rendah. Dengan begitu, total mingguan tetap stabil. Cara ini juga membuat kamu tidak merasa gagal ketika ada hari yang pengeluarannya lebih besar.

6. Gunakan satu alat pencatat sederhana

8 Cara Susun Rencana Keuangan Ramadan Agar Dompet Tetap Aman
ilustrasi mencatat pengeluaran (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Pilih satu alat pencatat yang mudah kamu gunakan setiap hari. Bisa buku kecil, catatan HP, atau spreadsheet, yang penting kamu nyaman memakainya. Catat pengeluaran setiap hari dengan format singkat: tanggal, nominal, dan posnya. Pencatatan ini membantu kamu tahu posisi uang secara nyata.

Catat di hari yang sama, jangan ditumpuk beberapa hari sekaligus. Kalau ditunda, biasanya kamu lupa detailnya dan angkanya jadi tidak akurat. Dengan catatan yang konsisten, kamu bisa melihat pos mana yang paling banyak menyerap uang. Dari situ kamu bisa melakukan koreksi tanpa menebak-nebak.

7. Evaluasi tiap akhir minggu

8 Cara Susun Rencana Keuangan Ramadan Agar Dompet Tetap Aman
ilustrasi mengevaluasi keuangan Ramadan (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Di akhir minggu, bandingkan jatah mingguan dengan total pengeluaran yang kamu catat. Lihat apakah kamu masih punya sisa atau justru kurang. Jika ada kekurangan, cari penyebabnya berdasarkan pos, misalnya karena makan di luar terlalu sering atau belanja Lebaran terlalu cepat. Evaluasi ini membuat kamu tahu masalahnya jelas, bukan sekadar merasa boros.

Jika ada sisa, jangan langsung dihabiskan tanpa rencana. Kamu bisa masukkan sisa itu ke pos Lebaran atau jadikan cadangan untuk minggu berikutnya. Jika ada defisit, kamu perlu menurunkan pengeluaran di minggu berikutnya dengan cara yang spesifik, misalnya membatasi jajan atau menunda belanja yang tidak penting. Evaluasi mingguan membuat rencana kamu terus relevan sampai akhir Ramadan.

8. Sisakan buffer untuk hari terakhir Ramadan

8 Cara Susun Rencana Keuangan Ramadan Agar Dompet Tetap Aman
ilustrasi menyimpan dana cadangan Ramadan (pexels.com/Atlantic Ambience)

Siapkan cadangan khusus untuk hari-hari terakhir Ramadan karena kebutuhan biasanya meningkat. Contohnya belanja bahan Lebaran, kebutuhan rumah yang mendadak habis, atau kenaikan harga beberapa barang. Cadangan ini disebut buffer dan sebaiknya dipisahkan dari pos harian. Tujuannya agar kamu tidak mengambil dari uang makan atau uang tagihan ketika akhir Ramadan datang.

Cara membuat buffer yang aman adalah menyisihkan sedikit dari awal, bukan menunggu sisa di akhir. Kamu bisa menyisihkan jumlah tetap tiap minggu, lalu kumpulkan di satu tempat yang terpisah. Jika sampai akhir Ramadan cadangan itu tidak terpakai, kamu bisa simpan sebagai tabungan setelah Lebaran. Dengan buffer, kamu punya ruang aman sehingga pengeluaran akhir Ramadan tidak membuat rencana kamu runtuh.

Rencana keuangan Ramadan akan lebih mudah dijalani kalau kamu memakai angka batas yang jelas per pos dan mengeceknya setiap minggu. Dengan langkah ini, kamu tetap bisa berbagi dan menikmati momen Ramadan tanpa bikin dompet kosong di akhir bulan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

6 Cara Menentukan Harga Jualan saat Ramadan yang Pas dan Tetap Untung

19 Feb 2026, 04:01 WIBBusiness