- Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1 persen dari total ULN pemerintah)
- Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,8 persen)
- Jasa Pendidikan (16,2 persen)
- Konstruksi (11,7 persen)
- Transportasi dan Pergudangan (8,6 persen)
ULN Indonesia Naik Jadi Rp7.262 Triliun pada Kuartal IV 2025

- Utang luar negeri Indonesia naik menjadi Rp7.262 triliun pada kuartal IV 2025, dipengaruhi oleh perkembangan utang sektor publik.
- Posisi ULN pemerintah didominasi oleh utang jangka panjang, difokuskan untuk mendukung sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
- Struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat dengan rasio ULN terhadap PDB mencerminkan kestabilan ekonomi nasional.
Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 431,7 miliar dolar AS atau setara Rp7.262 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan kuartal III 2025 yang sebesar 427,6 miliar dolar AS.
Kenaikan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh perkembangan utang sektor publik, khususnya pemerintah.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, posisi ULN pemerintah pada kuartal IV 2025 tercatat 214,3 miliar dolar AS. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 210,1 miliar dolar AS.
Peningkatan ini dipengaruhi aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dinilai tetap terjaga meski ketidakpastian pasar keuangan global meningkat.
"Sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional," ungkap Denny dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
1. Rincian pergerakan mata uang di Asia sore ini
Penggunaan ULN pemerintah difokuskan untuk mendukung:
"Posisi ULN pemerintah didominasi oleh utang jangka panjang. Pangsa utang jangka panjang mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah," ucapnya.
2. Utang luar negeri swasta capai 192,8 miliar dolar AS
Sementara itu, posisi ULN swasta tercatat sebesar 192,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.223,36 triliun. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).
- Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari:
- Sektor Industri Pengolahan
- Jasa Keuangan dan Asuransi
- Pengadaan Listrik dan Gas
- Pertambangan & Penggalian
Sektor-sektor ini memiliki pangsa 79,9 persen terhadap total ULN swasta. ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang, dengan pangsa mencapai 76,3 persen terhadap total ULN swasta.
3. Utang luar negeri Indonesia masih sehat karena didominasi oleh tenor jangka panjang
Denny menegaskan struktur utang luar negeri Indonesia hingga kuartal IV 2025 tetap sehat. Hal ini ditopang penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Sementara, rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat 29,9 persen. Angka tersebut mencerminkan kestabilan utang Indonesia terhadap kapasitas ekonomi nasional.
Salah satu faktor utama yang menjaga kesehatan ULN adalah dominasi utang berjangka panjang. Sebanyak 85,7 persen dari total ULN memiliki tenor jangka panjang. Struktur ini dinilai lebih aman karena mengurangi risiko tekanan jangka pendek akibat fluktuasi ekonomi global.
"Untuk menjaga agar struktur ULN Indonesia tetap sehat dan terkelola dengan baik, Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Upaya ini bertujuan agar pengelolaan utang luar negeri tetap optimal dan tidak menambah tekanan pada stabilitas ekonomi Indonesia," bebernya.
Pemerintah dan Bank Indonesia memastikan peran ULN tetap dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Di saat yang sama, kebijakan pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati dan transparan guna meminimalkan risiko terhadap stabilitas perekonomian.
Dengan koordinasi yang kuat dan kebijakan yang terukur, Indonesia berupaya menjaga keseimbangan struktur utang luar negeri sekaligus memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang di tengah dinamika global.


















