Komitmen Investasi $550 Miliar dari Jepang Mulai Mengalir ke AS

- Presiden AS Donald Trump menyatakan Jepang telah merealisasikan tahap pertama investasi senilai 36 miliar dolar AS.
- Dana ini menjadi bagian dari komitmen total 550 miliar dolar AS yang dijanjikan Jepang untuk AS pada perjanjian dagang yang disepakati pada Juli tahun lalu
- Trump menyebut perjanjian dagang dengan AS sebagai kesepakatan terbesar yang pernah dibuat.
Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (17/2/2026) menyatakan Jepang telah merealisasikan tahap pertama investasi senilai 36 miliar dolar AS (setara Rp606,9 triliun). Dana tersebut menjadi bagian dari komitmen total 550 miliar dolar AS (setara Rp9.273 triliun) yang dijanjikan Jepang untuk AS. Perjanjian dagang itu disepakati pada Juli tahun lalu dan pernah disebut Trump sebagai kesepakatan terbesar yang pernah dibuat.
“Kesepakatan perdagangan besar kami dengan Jepang baru saja diluncurkan! Jepang sekarang secara resmi, dan secara finansial, maju dengan serangkaian investasi pertama di bawah komitmen 550 miliar dolarnya untuk berinvestasi di Amerika Serikat — bagian dari Kesepakatan perdagangan bersejarah kami untuk merevitalisasi kembali basis industri Amerika, menciptakan ratusan ribu pekerjaan hebat Amerika, dan memperkuat Keamanan nasional dan ekonomi kami seperti belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump di Truth Social.
1. Kesepakatan atur tarif dan skema bagi hasil proyek

Isi perjanjian mencakup pemangkasan tarif impor Jepang ke AS menjadi 15 persen dari sebelumnya 25 persen. Sebagai imbalannya, Jepang menerapkan tarif timbal balik sebesar 15 persen. Skema pembagian laba proyek bersama dilakukan setara hingga modal awal Jepang kembali, lalu berubah menjadi komposisi 90-10 yang menguntungkan pihak AS.
Tiga bidang menjadi prioritas, yakni energi minyak dan gas di Texas, pembangkit listrik di Ohio, serta mineral kritis di Georgia. Trump merinci sektor tersebut dalam postingannya.
“Minyak dan gas di Negara Bagian Texas yang hebat, pembangkit listrik di Negara Bagian Ohio yang hebat, dan mineral kritis di Negara Bagian Georgia yang hebat,” tulisnya.
2. Proyek energi dan industri didorong investasi Jepang

Dikutip dari Times of India, salah satu proyek utama ialah pembangunan pembangkit listrik tenaga gas alam di Portsmouth, Ohio, dengan nilai 33 miliar dolar AS (setara Rp556,4 triliun). Fasilitas itu dijalankan oleh SB Energy, anak usaha SoftBank Group.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyebutnya sebagai pembangkit gas alam terbesar sepanjang sejarah AS dengan kapasitas 9,2 gigawatt per tahun, cukup memenuhi kebutuhan listrik seluruh rumah tangga di Ohio sekaligus menopang pasokan dasar di tengah lonjakan permintaan pusat data akal imitasi (AI).
Selain itu, terdapat investasi 2,1 miliar dolar AS (setara Rp35,4 triliun) untuk terminal ekspor minyak mentah lepas pantai Texas GulfLink yang dikembangkan Sentinel Midstream. Lutnick mengatakan fasilitas tersebut diperkirakan mampu menghasilkan ekspor minyak mentah AS senilai 20–30 miliar dolar AS (setara Rp337,2 triliun hingga Rp505,8 triliun) per tahun, menjaga kapasitas ekspor kilang, serta menegaskan posisi AS sebagai pemasok energi nomor satu dunia.
Proyek lain berupa pembangunan pabrik berlian industri sintetis di Georgia dengan nilai 600 juta dolar AS (setara Rp10,1 triliun) oleh Element Six yang merupakan bagian dari De Beers Group. Lutnick menjelaskan fasilitas bertekanan tinggi itu dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan AS akan grit berlian sintetis bagi manufaktur canggih dan produksi semikonduktor sehingga mengakhiri ketergantungan besar pada pasokan dari China.
3. Trump tegaskan skala proyek dan pertemuan pejabat AS-Jepang

Di Truth Social, Trump kembali menegaskan besarnya skala proyek tersebut dan menyebut tarif sebagai faktor kunci. Ia juga menyinggung bahwa pembangkit gas di Ohio akan menjadi yang terbesar dalam sejarah, fasilitas LNG di Teluk Amerika akan mendorong ekspor sekaligus memperkuat dominasi energi, serta fasilitas mineral kritis akan mengakhiri ketergantungan pada sumber asing.
“Amerika sedang membangun lagi. Amerika sedang memproduksi lagi. Dan Amerika sedang menang lagi. Ini adalah waktu yang sangat menarik dan bersejarah bagi AS dan Jepang. Selamat kepada semua!” tambahnya.
Pengumuman itu muncul setelah pertemuan antara Lutnick dan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Ryosei Akazawa. Sebelumnya Akazawa menyampaikan masih ada sejumlah hal yang belum rampung menjelang pengumuman resmi, serta berharap proyek tahap awal dapat selesai sebelum pertemuan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi dengan Trump.


















