Ilustrasi Logo CIMB Group/Dok CIMB
Sebelumnya, dilansir The Star, CIMB Investment Bank Bhd (CIMB IB) menyebut CIMB Group meningkatkan upaya untuk menjajaki kemungkinan penghapusan pencatatan saham CIMB Niaga dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
CIMB IB juga menyebut grup tersebut berencana berdiskusi dengan regulator terkait langkah itu. Dalam catatan risetnya, CIMB IB menyebut penjajakan tersebut didasari pandangan bahwa saham CIMB Niaga masih dinilai terlalu rendah (undervalued), serta prospek jangka panjang Indonesia yang dinilai positif.
CIMB Niaga dinilai memiliki keunggulan di bidang pengelolaan kekayaan (wealth management), perbankan korporasi, konektivitas ASEAN, layanan perbankan bagi nasabah kelas menengah atas (mass affluent banking), dan perbankan syariah.
CIMB IB menyebut ada tiga opsi yang dipertimbangkan untuk memenuhi ketentuan minimum free float CIMB Niaga. Opsi tersebut meliputi penjualan saham kepada investor strategis dengan valuasi yang dapat diterima, penawaran umum perdana saham kembali (re-IPO), dan privatisasi.
Opsi re-IPO dinilai kurang memungkinkan dalam kondisi pasar Indonesia saat ini. Sementara itu, privatisasi dinilai sebagai opsi yang lebih strategis dan realistis.
"CIMB menyebut terdapat berbagai opsi untuk menghapus pencatatan saham dari bursa, termasuk skema yang memungkinkan pemegang saham minoritas tetap memiliki sebagian kecil saham setelah penghapusan pencatatan," kata CIMB IB.
Pengaturan kepemilikan saham minoritas di CIMB Thai dan CIMB Bank Malaysia pada masa lalu disebut sebagai preseden. Selain itu, CIMB IB mencatat kelangsungan aliran dividen dari CIMB Niaga kepada grup induk menjadi salah satu pertimbangan dalam mengevaluasi langkah strategis.