Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kian Diminati, Cicil Emas BSI Tembus Rp16,93 Triliun
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pembiayaan cicil emasnya tumbuh 97,90 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp16,93 triliun. (dok. BSI)
  • Pembiayaan cicil emas BSI tumbuh 97,90 persen yoy hingga mencapai Rp16,93 triliun per April 2026, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas syariah.
  • Layanan cicil emas BSI diminati lintas generasi karena fleksibilitas tenor dan pilihan gramasi, digunakan untuk berbagai tujuan keuangan seperti pendidikan, ibadah haji, dan pernikahan.
  • BSI memperkuat ekosistem emas bersama ANTAM melalui kolaborasi pasokan, distribusi, dan layanan digital guna mendorong literasi serta akses investasi emas syariah di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pembiayaan cicil emas PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencapai Rp16,93 triliun dengan pertumbuhan 97,90 persen secara tahunan, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.
  • Who?
    PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), bersama Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, serta mitra kerja sama strategis PT ANTAM Tbk.
  • Where?
    Kegiatan bisnis dan kerja sama berlangsung di Indonesia, dengan pusat aktivitas dan pelaporan kinerja berada di Jakarta.
  • When?
    Data pertumbuhan pembiayaan dicatat hingga April 2026, sementara kolaborasi dengan ANTAM telah berjalan lebih dari satu dekade dan terus diperluas sepanjang 2025.
  • Why?
    Peningkatan terjadi karena emas dianggap sebagai instrumen investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi serta diminati lintas generasi untuk berbagai tujuan keuangan.
  • How?
    Pertumbuhan didorong oleh fleksibilitas tenor cicilan, pilihan gramasi logam mulia ANTAM dan BSI Gold, serta penguatan ekosistem emas melalui kolaborasi distribusi dan edukasi antara BSI dan ANTAM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Minat masyarakat terhadap investasi emas terus menunjukkan tren positif. Di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan yang fluktuatif, emas masih dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman dan mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Tren tersebut tercermin dari kinerja bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Hingga April 2026, pembiayaan cicil emas BSI tumbuh 97,90 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp16,93 triliun.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai melakukan diversifikasi investasi sekaligus memanfaatkan emas sebagai instrumen untuk mencapai berbagai tujuan keuangan. Berikut beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut.

1. Emas masih dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif aman

ilustrasi investasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas tetap menjadi aset yang banyak dipilih investor karena dinilai memiliki kemampuan menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan emas masih menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin berinvestasi melalui instrumen syariah.

"Emas masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi syariah di instrumen yang aman dan diyakini tahan terhadap inflasi. Potensi inilah yang kami garap untuk memperluas jangkauan nasabah emas BSI," ujarnya.

Menurut BSI, peningkatan bisnis cicil emas menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan diversifikasi aset.

2. Diminati lintas generasi untuk berbagai tujuan keuangan

ilustrasi investasi kecil (pexels.com/RDNE Stock project)

Menariknya, layanan cicil emas BSI tidak hanya diminati satu kelompok usia tertentu. Produk ini digunakan oleh berbagai segmen, mulai dari Gen Z, milenial, hingga baby boomers.

Fleksibilitas tenor, pilihan angsuran yang dapat disesuaikan, serta ketersediaan emas logam mulia ANTAM dan BSI Gold menjadi beberapa faktor yang mendorong minat masyarakat.

Anton menjelaskan bahwa emas kini tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi juga aset untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan masa depan. Mulai dari dana pendidikan, biaya ibadah haji, hingga persiapan pernikahan menjadi tujuan yang banyak dipilih nasabah dalam mengoleksi emas secara bertahap. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BSI menyediakan berbagai pilihan gramasi logam mulia, mulai dari 5 gram hingga 100 gram.

3. Perkuat ekosistem emas bersama ANTAM

Nasabah menunjukkan emas BSI di Gedung BSI Tower, Jakarta, Selasa (15/4/2025). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Sebagai bank bullion, BSI juga terus memperkuat ekosistem bisnis emas melalui kerja sama strategis dengan ANTAM. Kolaborasi tersebut mencakup penguatan pasokan emas, perluasan distribusi, hingga pengembangan layanan perdagangan emas fisik berbasis digital.

Kerja sama yang telah terjalin lebih dari satu dekade itu kini diperluas untuk mendukung pengembangan ekosistem emas nasional sekaligus mendorong monetisasi emas yang lebih optimal.

Sepanjang 2025, BSI tercatat menyerap lebih dari 60 persen penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi. Sementara secara keseluruhan, kontribusi BSI mencapai sekitar 11 persen dari total penjualan emas ANTAM.

Ke depan, kedua perusahaan juga akan memperkuat sinergi melalui distribusi ritel, edukasi investasi emas, hingga peningkatan literasi keuangan masyarakat. Melalui penguatan ekosistem tersebut, BSI berharap semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses investasi emas secara mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan jangka panjang. (WEB)

Editorial Team

Related Article