Pemerintah Sebut Sudah Salurkan 20 Miliar Porsi MBG

- Pemerintah telah menyalurkan lebih dari 20 miliar porsi Makan Bergizi Gratis melalui 22.000 SPPG, dengan target menjangkau 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
- Program MBG dikaitkan dengan peningkatan kualitas SDM dan rata-rata IQ nasional, sebagai langkah strategis agar Indonesia mampu bersaing dalam inovasi teknologi global.
- Pemerintah menerapkan strategi big push power untuk mempercepat distribusi MBG, sekaligus mengingatkan pengusaha agar tidak hanya fokus pada profit tetapi juga tanggung jawab sosial.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto menekankan masifnya distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menggambarkan, jika seluruh nampan atau ompreng makanan yang telah disalurkan dijejerkan.
"Sudah lebih daripada 20 miliar sajian. Itu kalau dijejer ompreng tadi itu anak-anak itu dari Aceh sampai ke Papua balik lagi cukup, dijejer saja," katanya dalam APPMBGI National Summit di Jakarta Timur, Sabtu (25/4/2026).
Bahkan, dia memproyeksikan dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, total sajian tersebut dapat mengelilingi bumi jika disusun secara berurutan.
Dia menyebut, capaian itu sebagai prestasi yang luar biasa mengingat saat ini sudah terdapat sekitar 22.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbentuk dari target 32.000 unit. Program tersebut ditargetkan menjangkau 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
1. Dorong peningkatan kualitas SDM

Aries mengaitkan program MBG dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, negara-negara maju umumnya memiliki rata-rata IQ di atas 95. Dia menyinggung data mengenai rata-rata IQ masyarakat Indonesia yang menurutnya menjadi sinyal peringatan dini.
Dia menilai realita tersebut tecermin dari tantangan Indonesia dalam menciptakan produk teknologi unggulan, berbeda dengan negara-negara lain yang telah menjalankan program serupa selama 15 hingga 20 tahun.
"Itu memberikan early warning kepada kita yang realita sampai detik ini kita tidak bisa, negara Indonesia tidak bisa menciptakan produk teknologi unggulan seperti negara-negara lain yang telah melaksanakan MBG lebih dari 15-20 tahun. Ini realita," paparnya.
2. Strategi big push power untuk kejar target

Untuk mencapai target peningkatan IQ, pemerintah menerapkan strategi the big push power atau dorongan kekuatan besar. Aries menekankan untuk mengejar ketertinggalan, kecepatan eksekusi Indonesia harus melampaui negara-negara lain.
Dia mencontohkan keberhasilan Brasil yang memerlukan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Sementara itu, Indonesia dinilai mampu menjangkau sekitar 63 juta penerima manfaat hanya dalam waktu kurang dari dua tahun.
"Kita kompres hampir 10 kali lipat kecepatannya daripada kecepatan negara Brasil. Inilah yang dinamakan mengejar, artinya speed-nya harus lebih daripada negara lain," kata dia.
3. Ingatkan pengusaha MBG tidak cuma kejar profit

Aries meminta para pelaku usaha tidak hanya sibuk mengejar profit semata dalam menjalankan program MBG. Menurutnya, para pengusaha memiliki tanggung jawab moral kepada sesama manusia dan Tuhan dalam memastikan program tersebut berjalan dengan baik.
"Saya minta kepada bapak-bapak, ibu-ibu yang di sini, mohon sebagai pengusaha jangan hanya berpikir profit profit profit profit dan profit," paparnya.
Di sisi lain, dia menegaskan pemerintah sudah menghitung secara matematis dan realistis mengenai harga bahan pangan yang ditetapkan. Itu untuk memastikan pengusaha mendapatkan margin keuntungan yang layak.
"Bagaimana telur harga Rp1.400 ya kan, bagaimana itu nasi Rp500 segala macam, itu sudah ada profit kalau kita masak dengan benar," tuturnya.


















