5 Fakta Finansial yang Bikin Gaya Hidup Semakin Boros

- Kecanggihan teknologi memudahkan akses belanja online dan transportasi, namun bisa membuat konsumsi semakin boros.
- Kemudahan alat pembayaran elektronik dapat membuat seseorang lebih konsumtif dan menghabiskan uang dengan cepat.
- Tidak memetakan pos-pos keuangan secara jelas dapat menyebabkan sulitnya mengontrol keuangan dan berakibat pada pengelolaan keuangan yang berantakan.
Perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik sangat diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup guna tercapainya penghidupan yang layak. Secara tidak sadar, beberapa kebiasaan finansial justru malah berpotensi merugikan karena telah menciptakan gaya hidup yang semakin boros.
Lima hal di bawah ini adalah fakta finansial yang mesti diperhatikan baik-baik. Penggunaan yang kurang bijak justru dapat mengacaukan sisi keuangan dan malah merugikan dirimu sendiri.
Table of Content
1. Kecanggihan teknologi yang memudahkan segala akses

Sebut saja fasilitas belanja online, transportasi online, serta fasilitas lain seperti jasa kirim, dan segala sesuatu yang menggunakan layanan teknologi terkini. Meski hakikatnya memudahkan, hal tersebut justru bisa berbalik merugikan ketika kamu menggunakannya sembarangan.
Kamu akan mudah tergiur dengan segala fasilitas yang disediakan, atau yang biasa kita kenal dengan istilah 'kalap mata' meski kamu tidak melihatnya secara langsung. Bahkan, tetap ada kemungkinan pembelian meski kamu tidak berniat demikian.
Jika kamu membiasakan gaya hidup seperti ini secara terus menerus, kamu akan merasa nyaman dan semakin ketergantungan dengan kemudahan tersebut. Meski secara angka, uang yang kamu keluarkan tidak begitu banyak. Harus kamu sadari, bahwa pengeluaran yang kecil ketika dibiasakan terus menerus juga akan menjadi pengeluaran yang besar.
2. Kemudahan alat dan media pembayaran

Kemudahan alat pembayaran elekteonik juga berpotensi membuat seseorang menjadi lebih konsumtif. Cukup dengan satu alat (smartphone) kamu sudah mampu mendapatkan apa yang kamu mau. Pada dasarnya, alat pembayaran semacam ini memang didesain untuk memudahkan, namun hal ini juga dapat berdampak buruk bagi sisi keuangan seseorang jika tidak gunakan secara bijak dan efisien.
Kamu akan semakin boros dimana kamu secara tidak sadar telah menghabiskan banyak uang dalam sekali genggaman dengan waktu yang sekejap. Coba periksa ulang kebiasanmu yang satu ini. Segera lakukan perbaikan jika kamu merasa demikian.
3. Tidak memetakan pos-pos keuangan yang jelas

Memetakan pos-pos keuangan penting untuk dapat memastikan bahwa segala kebutuhan dan kewajibanmu terpenuhi. Gunakan rekening yang berbeda untuk setiap pengeluaran yang berbeda.
Pos-pos rekening yang umumnya diperlukan seperti, kebutuhan konsumsi, pendidikan, kesehatan, asuransi, hiburan dan tabungan masa depan. Batasi pengeluaran tersebut sesuai dengan porsinya masing-masing. Sehingga, kamu akan mudah mengontrol setiap aktivitas finansial yang kamu lakukan.
Sebaliknya, jika kamu tidak menerapkan hal ini, kemungkinan kamu akan sulit mengontrol keuangan dan berakibat pada pengelolaan keuangan yang berantakan. Kamu akan mudah menjadi boros sebab tidak memiliki dasar pengeluaran yang tepat.
4. Ketergantungan dengan sistem pembayaran paylater

Metode pembayaran paylater tengah banyak digaungkan di mana-mana. Menyediakan fasilitas yang sangat memudahkan, tidak heran metode satu ini banyak dimanfaatkan orang.
Terkadang, paylater memang sangat dibutuhkan di waktu-waktu genting. Akan tetapi, secara tidak sadar kebiasaan ini justru bikin kamu semakin boros jika tidak menggunakannya dengan bijak.
Pada dasarnya konsep paylater adalah serupa dengan hutang. Yang akan menimbulkan beban finansial di masa depan yakni tambahan biaya pinjaman. Jika kamu terlalu bergantung dengan sistem yang satu ini, uang mu justru akan habis hanya untuk membayar biaya pinjaman dari manfaat yang kamu peroleh sebelumnya.
Oleh karena itu, kurangi kebiasaan berikut jika memang kamu tidak begitu memerlukannya. Lakukan pembayaran tunai atau online saat kamu benar-benar dalam keadaan finansial yang cukup. Jangan memaksakan kepuasan pribadimu dengan cara yang kurang bijak.
5. Menyamakan pengeluaran dengan orang lain

Saat kamu melihat gaya hidup seseorang yang lebih mapan, terkadang kamu merasa bahwa kamu juga bisa seperti mereka. Alhasil, secara tidak sadar kamu akan mengikuti gaya hidup mereka tanpa memedulikan kondisi finansialmu sendiri.
Ini tentu bukan hal yang baik, karena pada akhirnya justru akan merugikan dirimu sendiri. Gunakan perencanaan yang jelas tentang pengeluaran dan kebutuhanmu.
Setiap orang tentu punya perbedaan penghasilan serta kebutuhan masing-masing. Oleh karena itu, kamu tidak boleh terpaku dengan pengeluaran orang lain yang kamu rasa mampu memenuhi apapun.
Sesuaikan hal tersebut dengan penghasilanmu. Jangan malah berakhir pada prinsip klasik 'besar pasak daripada tiang' yang artinya pengeluaranmu justru lebih besar dari pemasukanmu.
Itulah lima fakta serta kebiasaan finansial yang kadang justru menjebak seseorang untuk menjadi semakin boros. Coba periksa kembali, apakah kamu termasuk yang sering melakukannya?
Yuk, perbaiki dari sekarang. Sisihkan penghasilanmu untuk sesuatu yang lebih berguna, toh manfaatnya juga akan kembali pada dirimu sendiri, kok!
FAQ seputar Fakta Finansial yang Bikin Gaya Hidup Semakin Boros
| Kenapa gaya hidup sering jadi boros meskipun penghasilan besar? | Gaya hidup bisa tetap boros karena kebiasaan konsumtif, kurangnya rencana anggaran, dan mengikuti tren yang memicu pengeluaran impulsif. |
| Apa saja tanda-tanda seseorang mengalami keborosan finansial? | Beberapa tanda umum adalah sering membeli barang yang tidak perlu, selalu kehabisan uang sebelum gajian, ketergantungan pada kartu kredit, serta menunda tabungan atau investasi. |
| Bagaimana pengaruh media sosial terhadap gaya hidup boros? | Media sosial sering memicu fear of missing out (FOMO) dan membuat orang ingin mengikuti tren, membeli barang branded, atau tampil gaya sehingga mendorong pengeluaran lebih besar dari kemampuan. |
| Apa dampak keborosan finansial terhadap keuangan jangka panjang? | Keborosan finansial bisa membuat dana darurat tidak tercukupi, menunda tujuan investasi, menumpuk utang, serta membuat perencanaan masa depan menjadi tidak stabil. |
| Bagaimana cara mengatasi gaya hidup boros agar keuangan lebih sehat? | Cara paling efektif adalah membuat budget, memisahkan kebutuhan dan keinginan, menetapkan tujuan investasi, serta menghindari pengeluaran impulsif dengan cara menunda pembelian. |

















