Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Purbaya Berencana Ambil PNM dari Danantara demi Perluas Akses KUR UMKM

Purbaya Berencana Ambil PNM dari Danantara demi Perluas Akses KUR UMKM
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai Rapat Komisi XI (IDN Times/Triyan).
Intinya sih...
  • Kemenkeu siapkan strategi ambil PNM: Menkeu Purbaya ingin mengambil alih PNM untuk perluas akses KUR UMKM. Kemenkeu siapkan strategi dan perhitungan terkait kemungkinan pengambilalihan
  • Demi kurangi beban subsidi bunga KUR: Rencana tersebut juga bertujuan kurangi beban subsidi bunga KUR yang ditanggung Kemenkeu. Skema tersebut berpotensi menghimpun dana hingga Rp160 triliun dalam empat tahun
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memiliki rencana mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang merupakan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) agar berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal ini bertujuan mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Saya sedang berdiskusi dengan Danantara untuk mengambil salah satu unitnya, yaitu PNM. Namun sampai sekarang belum diberikan. Jika nantinya disetujui, rencananya PNM akan saya gunakan sebagai penyalur KUR,” ujar Purbaya usai Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

1. Kemenkeu siapkan strategi ambil PNM

Purbaya Berencana Ambil PNM dari Danantara demi Perluas Akses KUR UMKM
Dari Desa ke Pasar Global, Jejak Perempuan Berdaya Lewat PNM (IDN Times/istimewa)

Purbaya mengungkapkan, salah satu alasan ketertarikannya mengambil alih PNM adalah karena masih ada pelaku UMKM yang belum mendapatkan akses KUR. Oleh sebab itu, Kemenkeu tengah menyiapkan strategi.

Di samping itu, Kemenkeu juga melakukan perhitungan terkait kemungkinan mengambil alih salah satu institusi keuangan tersebut.

2. Demi kurangi beban subsidi bunga KUR

Purbaya Berencana Ambil PNM dari Danantara demi Perluas Akses KUR UMKM
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI berhasil mendorong pelaku UMKM di Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatra Utara naik kelas. (dok. BRI)

Purbaya menjelaskan, rencana tersebut juga bertujuan mengurangi beban subsidi bunga KUR yang selama ini ditanggung Kemenkeu.

Berdasarkan perhitungan Kemenkeu, pemerintah harus mengalokasikan subsidi bunga KUR sekitar Rp40 triliun per tahun. Apabila PNM berada di bawah Kemenkeu, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan pembiayaan langsung kepada UMKM dengan bunga yang lebih rendah.

Menurut perhitungan Kemenkeu, skema tersebut berpotensi menghimpun dana hingga Rp160 triliun dalam jangka waktu empat tahun.

“Saya seperti sudah punya satu bank kecil dengan modal Rp160 triliun. Itu sudah besar dan bisa memberikan KUR dengan skema yang lebih baik, sementara uang saya tidak hilang Rp40 triliun setiap tahun,” tutur Purbaya.

3. Negosiasi dengan Danantara berlangsung alot

Purbaya Berencana Ambil PNM dari Danantara demi Perluas Akses KUR UMKM
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan)

Purbaya tidak menampik bahwa negosiasi dengan Danantara masih berlangsung alot. Dia mengaku telah membahas rencana tersebut bersama Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, namun hingga kini belum mencapai kesepakatan.

Dalam proses tersebut, Kemenkeu bahkan menyiapkan opsi skema tukar guling antara PT PNM dan PT Geo Dipa Energi.

“BRI kan perusahaan terbuka, jadi tidak mudah untuk dibeli. Kalau perlu, saya tukar dengan Geo Dipa. Saya (Kemenkeu) punya perusahaan Geo Dipa, tadinya mau saya tukar dengan mereka (Danantara),” ujarnya

Selain itu, Purbaya menilai PNM memiliki sumber daya manusia yang andal dan berpengalaman dalam penyaluran KUR. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendorong ketertarikannya terhadap perusahaan tersebut.

Dia berharap, ke depan penyaluran KUR kepada UMKM dapat semakin bergeliat.

“Karena mereka punya keahlian. Pegawai saya tidak bisa langsung menjadi penilai pinjaman mikro. Di PNM, orang-orangnya sudah sangat andal,” tutur Purbaya.

Hingga November 2025, PT PNM telah beroperasi di 36 provinsi dengan 58 kantor cabang dan 4.655 kantor pelayanan. Perusahaan ini didukung oleh 43.457 pendamping nasabah perempuan, telah memberdayakan 22,7 juta nasabah perempuan, serta menyalurkan sekitar 73 persen pembiayaannya berbasis syariah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Daftar 10 Provinsi dengan Jumlah Pengangguran Tertinggi

07 Feb 2026, 09:03 WIBBusiness