Program ini hadir sebagai respons terhadap tantangan pengelolaan sampah nasional yang terus meningkat. Dengan produksi sampah Indonesia yang mencapai sekitar 30 juta ton per tahun, BSI melihat peluang untuk menghadirkan solusi berbasis keuangan sosial syariah yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pada tahap awal, program Waste Management menyasar lebih dari 20 kepala keluarga atau 73 penerima manfaat di kawasan Bantar Gebang dan Tangerang Selatan. BSI juga menargetkan pengelolaan lebih dari 27 ton sampah daur ulang.
Untuk mendukung implementasi program, BSI mengalokasikan bantuan senilai Rp1 miliar yang digunakan untuk pelatihan pengelolaan sampah, pengembangan keterampilan produksi barang daur ulang, serta pembangunan fasilitas kios Waste Management.
Secara bertahap, lima kios Waste Management akan beroperasi mulai Juni hingga Agustus 2026 di sejumlah lokasi, antara lain Pondok Pesantren Hafidz Indonesia Center Bekasi, Perumahan Malibu Village Tangerang, Pasar Paramount Serpong, Perumahan Villa Dago Pamulang, dan Perumahan Kampung Utan Pertamina Ciputat.
BSI menilai program Green Zakat sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, mulai dari pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga upaya mengurangi dampak perubahan iklim. Melalui integrasi keuangan sosial syariah dan ekonomi sirkular, BSI berharap zakat dapat menjadi katalis transformasi yang menciptakan manfaat ekonomi, sosial, sekaligus lingkungan secara berkelanjutan. (WEB)