Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Overspend Tanpa Harus Panik
Ilustrasi Uang Digital. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Bank Jago menjelaskan bahwa overspending sering terjadi dan bisa bikin gaji cepat habis, tapi ada langkah praktis agar tetap tenang dan bisa mengatur ulang keuangan.
  • Langkah pentingnya meliputi mencari penyebab overspend, menebus pengeluaran berlebih dengan cara hemat atau cari tambahan penghasilan, serta menghitung ulang budget bulanan.
  • Bank Jago menyarankan penggunaan aplikasi Jago untuk memisahkan pos keuangan, membatasi transaksi lewat fitur Kantong dan Kartu Debit, serta memantau pengeluaran lewat Analisis Pengeluaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang yang uangnya cepat habis karena belanja terlalu banyak. Terus dia jadi bingung mau pakai apa sampai gaji datang lagi. Bank Jago bilang jangan panik, cari tahu kenapa uang habis, coba hemat, hitung lagi uang bulanan, dan bisa pakai aplikasi supaya uangnya tidak boros lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pengeluaran berlebihan atau overspend tak jarang dialami seseorang. Kondisi itu bisa menyebabkan upah atau gaji satu bulan habis dalam waktu singkat.

Kemudian, kondisi itu bisa membuat seseorang panik, karena dia harus tetap bisa bertahan hidup sampai gaji selanjutnya cair. Nah, menurut Bank Jago, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan saat overspend, sehingga tak perlu panik.

1. Cari tahu penyebabnya

Ilustrasi belanja online (IDN Times/Arief Rahmat)

Dilansir situs resmi Bank Jago, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebab overspending. Carilah ke mana gajimu terkuras.

Bisa jadi, overspending terjadi karena sebelumnya kamu sedang sakit, sehingga banyak pengeluaran untuk biaya pengobatan. Atau, bisa saja dikarenakan godaan promosi yang tak bisa kamu tolak.

Jika yang terjadi adalah contoh pertama, maka tak masalah, karena hal itu kemungkinan besar akan tak hanya 1-2 kali. Artinya, kamu melakukan overspend karena terpaksa.

Namun, jika penyebab overspend adalah contoh kedua, maka di sinilah masalahnya. Ke depannya, kamu harus segera melakukan pencegahan agar tak boros lagi.

2. Cari cara untuk 'menebusnya'

Ilustrasi Menabung. (IDN Times/Aditya Pratama)

Apabila overspend disebabkan oleh pos pengeluaran yang tidak penting atau mendesak, maka kamu perlu mencari cara untuk menebusnya, alias mencari uang tambahan untuk menutupi overspend tersebut.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk menebusnya? Kamu bisa membekukan pengeluaran selama sepekan, atau mencari tambahan penghasilan untuk mengganti jumlah overspending.

3. Perhitungkan budget yang dimiliki

Ilustrasi Uang. (IDN Times/Aditya Pratama)

Langkah ketiga, kamu perlu menghitung kembali budget bulanan. Dengan demikian, kamu bisa mengetahui berada budget yang kamu miliki untuk berbelanja kepentingan non-esensial atau tak mendesak tiap bulannya.

Misalnya, kamu telah melakukan perhitungan bahwa budget untuk berbelanja barang non-esensial sebesar Rp1,5 juta per bulan. Maka, usahakan pengeluaranmu tak melebihi budget tersebut, terutama untuk kebutuhan non-esensial.

4. Gunakan aplikasi pengatur keuangan

Aplikasi Bank Jago. (Dok. Bank Jago)

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi untuk mengatur keuangan per bulan. Misalnya, aplikasi yang disediakan Bank Jago, yakni Aplikasi Jago.

Melalui aplikasi itu, kamu bisa mengakses fitur Kantong Jago. Nantinya, kamu bisa menggunakan fitur tersebut untuk memisahkan budget untuk pengeluaran esensial, untuk menabung dana darurat, investasi, dan pengeluaran non-esensial agar tak tercampur.

Saat budget yang ada di Kantong sudah habis digunakan, ini menjadi tanda bahwa kamu harus menunggu hingga bulan depan, di mana kamu memiliki anggaran lagi untuk berbelanja non-esensial. Dengan demikian, overspending dapat dicegah.

Untuk mengendalikan pengeluaran, kamu juga dapat mengatur limit pada Kartu Debit Jago Visa-mu yang sudah terhubung dengan salah satu Kantong, dalam hal ini adalah Kantong Bayar. Saat pengeluaran sudah mencapai batas maksimum, maka kartu debit tak bisa digunakan untuk menyelesaikan transaksi.

Selain itu, ada juga fitur Analisis Pengeluaran yang menyajikan data kenaikan atau penurunan pengeluaran, baik secara total maupun per kategori, antar bulan. Dengan menggunakan fitur Analisis Pengeluaran, kamu gak perlu repot mencatat pengeluaran dalam sebulan.

FAQ seputar Hal yang Bisa Dilakukan Saat Overspend Tanpa Harus Panik

Apa yang harus dilakukan saat overspend?

Evaluasi pengeluaran, hentikan belanja tidak penting, revisi anggaran, dan fokus menstabilkan cash flow agar kondisi keuangan cepat kembali terkendali.

Apakah overspend satu bulan berbahaya?

Tidak selalu, selama segera dikoreksi. Yang berbahaya jika overspend jadi kebiasaan dan terus mengganggu tabungan atau kebutuhan utama.

Bagaimana cara pulih setelah pengeluaran berlebihan?

Dengan memangkas pengeluaran berikutnya, menunda belanja sekunder, dan membuat prioritas agar arus keuangan kembali lebih seimbang.

Kenapa penting evaluasi anggaran setelah overspend?

Karena membantu mengetahui sumber kebocoran uang, memperbaiki pola belanja, dan mencegah kesalahan yang sama terulang di bulan berikutnya.

Bagaimana mencegah overspend terulang lagi?

Gunakan anggaran ketat, batasi belanja impulsif, pantau pengeluaran rutin, dan siapkan buffer dana agar keuangan lebih aman.

Editorial Team