Asuransi sering dianggap sebagai salah satu fondasi penting dalam perencanaan keuangan. Dengan memiliki perlindungan yang tepat, seseorang dapat mengurangi risiko finansial ketika menghadapi kejadian tak terduga seperti kecelakaan, sakit, kerusakan rumah, atau berbagai kondisi darurat lainnya. Kehadiran asuransi memberikan rasa aman karena membantu menanggung biaya yang mungkin sulit dipenuhi jika harus dibayar sendiri.
Namun, memiliki asuransi yang terlalu banyak juga bukan selalu keputusan yang bijak. Dalam beberapa kasus, premi yang dibayarkan setiap bulan justru dapat menggerus anggaran dan menghambat pencapaian tujuan keuangan jangka panjang, seperti membangun dana darurat, berinvestasi, atau mempersiapkan masa pensiun.
Karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara perlindungan yang memadai dan kondisi ketika seseorang sudah tergolong "kelebihan asuransi" atau overinsured. Berikut beberapa tanda yang menunjukkan bahwa mungkin sudah saatnya meninjau kembali polis asuransi yang dimiliki, dikutip dari GOBankingRates.
