Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Krisis Utang AS di Depan Mata? Miliarder Ungkap Strategi Lindungi Aset
Ilustrasi krisis finansial (freepik.com)
  • Ray Dalio menyarankan diversifikasi lintas aset dan negara, dengan mengurangi ketergantungan pada obligasi, mengalokasikan 10%-15% ke emas, serta memiliki sedikit Bitcoin.
  • Imbal hasil Treasury AS jangka panjang naik di tengah kekhawatiran utang; penjualan Treasury oleh Jepang dan rencana pembelian kembali pemerintah AS belum sepenuhnya meredakan tekanan.
  • Dalio memperingatkan defisit sekitar US$2 triliun, biaya bunga US$1 triliun, dan refinancing US$10 triliun dapat memicu krisis utang AS dalam beberapa tahun tanpa perubahan fiskal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai utang pemerintah dan kondisi fiskal Amerika Serikat, investor kembali dihadapkan pada pertanyaan penting: bagaimana melindungi portofolio jika tekanan utang semakin membesar? Bagi Ray Dalio, jawabannya bukan dengan bertahan pada satu jenis aset, melainkan dengan melakukan diversifikasi secara lebih luas.

Pendiri Bridgewater Associates tersebut bahkan memperingatkan bahwa krisis utang AS bisa terjadi dalam beberapa tahun ke depan jika tidak ada perubahan berarti dalam kebijakan fiskal. Karena itu, ia menyarankan investor untuk mengurangi ketergantungan pada obligasi dan mempertimbangkan emas serta Bitcoin sebagai bagian dari portofolio.

1. Kurangi porsi obligasi

Ilustrasi portofolio investasi (freepik.com)

Ray Dalio mengatakan investor sebaiknya mengurangi kepemilikan obligasi dan mengalokasikan sekitar 10 persen hingga 15 persen portofolionya ke emas. Ia juga menyarankan investor memiliki sedikit Bitcoin sebagai bagian dari strategi diversifikasi. Dalam unggahan di LinkedIn, pendiri Bridgewater Associates itu mengatakan investor sebaiknya menyebarkan asetnya ke berbagai kelas investasi dan negara, terutama wilayah yang memiliki kondisi keuangan relatif kuat.

Menurut Dalio, mengurangi bobot obligasi sekaligus memiliki sekitar 10 persen hingga 15 persen emas dan sedikit Bitcoin dapat membantu menurunkan risiko portofolio sekaligus berpotensi meningkatkan imbal hasil. Pandangan tersebut sejalan dengan kekhawatirannya selama bertahun-tahun mengenai peningkatan utang pemerintah di berbagai negara, khususnya Amerika Serikat.

2. Yield treasury naik di tengah kekhawatiran utang

Ilustrasi utang (freepik.com)

Peringatan Dalio muncul ketika imbal hasil Treasury AS bertenor panjang telah meningkat ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor mulai menuntut imbal hasil lebih tinggi untuk memegang surat utang pemerintah dalam jangka panjang.

Jepang, yang merupakan salah satu kreditur asing terbesar Amerika Serikat, juga dilaporkan menjual sebagian Treasury AS untuk membantu menopang nilai yen.

Untuk meredakan tekanan di pasar obligasi, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan rencana meningkatkan pembelian kembali surat utang pemerintah bertenor panjang. Namun, langkah tersebut sejauh ini hanya memberikan dukungan dalam jangka pendek dan belum sepenuhnya mengatasi tekanan di pasar obligasi.

3. Dalio peringatkan siklus utang bisa mencapai titik kritis

Ilustrasi ketakutan dalam hal finansial (freepik.com)

Dalio mengatakan perkembangan tersebut sesuai dengan kerangka debt cycle yang ia jelaskan dalam bukunya, How Countries Go Broke: The Big Cycle.

Menurut pandangannya, ketika beban pembayaran bunga utang terus meningkat sementara permintaan investor terhadap surat utang tidak lagi mencukupi, pemerintah pada akhirnya akan menghadapi pilihan yang sulit. Mereka dapat menerima tingkat bunga yang lebih tinggi untuk menarik pembeli atau mendorong bank sentral membeli utang dengan menciptakan lebih banyak uang.

Jika skenario kedua terjadi dalam skala besar, nilai mata uang dapat tertekan dan inflasi berpotensi meningkat.

4. Defisit AS menjadi perhatian utama

Ilustrasi dolar AS (freepik.com)

Dalio memperkirakan pemerintah AS akan memperoleh pendapatan sekitar 5,5 triliun dolar tahun ini, sementara pengeluarannya mencapai sekitar 7,5 triliun dolar. Dengan demikian, terdapat defisit sekitar 2 triliun dolar.

Yang semakin menjadi perhatian adalah beban bunga utang. Biaya bunga pemerintah diperkirakan mencapai sekitar 1 triliun dolar tahun ini, sementara sekitar 10 triliun dolar utang harus dibiayai kembali atau refinanced. Kombinasi antara defisit besar, biaya bunga yang meningkat, dan kebutuhan refinancing dalam jumlah besar dapat membuat posisi fiskal AS semakin sulit jika tidak segera ditangani.

5. Krisis utang bisa terjadi dalam beberapa tahun

Ilustrasi inflasi (magnific.com)

Dalio memperingatkan bahwa tanpa perubahan kebijakan yang signifikan, krisis utang AS dapat terjadi dalam waktu sekitar tiga tahun, dengan kemungkinan lebih cepat atau lebih lambat sekitar dua tahun. Untuk mengurangi risiko tersebut, ia menyarankan pemerintah menurunkan defisit anggaran menjadi sekitar 3 persen dari produk domestik bruto, dibandingkan level saat ini yang berada di kisaran 6 persen.

Menurut Dalio, pencapaian target tersebut membutuhkan kombinasi beberapa langkah, termasuk pengurangan belanja pemerintah, peningkatan pendapatan pajak, serta penurunan biaya bunga. Ia juga menilai persoalan fiskal serupa tidak hanya dihadapi Amerika Serikat. Inggris, China, dan Jepang juga menghadapi tekanan terkait utang dan kondisi keuangan pemerintah masing-masing.

6. Emas dan Bitcoin kembali menjadi sorotan

Ilustrasi emas batangan dan koin (freepik.com)

Dalam kondisi ketika utang pemerintah dan mata uang fiat menghadapi tekanan, Dalio memperkirakan aset yang tidak diterbitkan langsung oleh pemerintah dapat memiliki kinerja yang relatif baik. Ia secara khusus menyebut emas dan Bitcoin sebagai dua aset yang berpotensi mendapatkan manfaat dari kondisi tersebut.

Pergerakan pasar baru-baru ini juga menunjukkan meningkatnya minat terhadap keduanya. Harga emas melonjak ke level tertinggi sejak Mei, sementara Bitcoin berhasil menembus 77 ribu dolar dan mencatat potensi kenaikan mingguan terbesar sejak 2023.

8. Diversifikasi menjadi kunci

Ilustrasi portofolio investasi (freepik.com)

Peringatan Ray Dalio tidak berarti investor harus menjual seluruh obligasi dan memindahkan dana ke emas atau Bitcoin. Justru, inti dari pandangannya adalah pentingnya memiliki portofolio yang tidak terlalu bergantung pada satu kelas aset, negara, atau mata uang.

Risiko utang pemerintah memang dapat menjadi ancaman bagi pasar dalam jangka panjang, tetapi waktu dan bentuk krisis tersebut tetap sulit diprediksi. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan toleransi risiko, kebutuhan likuiditas, dan tujuan keuangan sebelum mengubah komposisi portofolio.

Pada akhirnya, pesan Dalio lebih banyak berbicara tentang kesiapan daripada prediksi. Jika tekanan utang dan fiskal global terus meningkat, memiliki aset yang beragam dapat memberikan perlindungan lebih baik ketika kondisi pasar berubah drastis. Bagi investor, membangun portofolio yang mampu bertahan dalam berbagai skenario mungkin jauh lebih penting daripada mencoba menebak kapan tepatnya krisis berikutnya akan terjadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article