Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Laporan Berkelanjutan 2024: 43 Persen Pengguna DANA Masih Unbanked

Laporan Berkelanjutan 2024: 43 Persen Pengguna DANA Masih Unbanked
ilustrasi aplikasi DANA (dana.id)
Intinya sih...
  • Bukti inklusi keuangan: 43% pengguna DANA unbanked, akses ekonomi bagi kelompok belum terjangkau, perkuat literasi keuangan, bantu 9.000 UMKM.
  • Perlindungan data dan keamanan transaksi: implementasi basis data grafik, fitur Smart Friction, Scam Checker, kolaborasi dengan IASC.
  • Operasi ramah lingkungan dan budaya kerja inklusif: program daur ulang dan pengomposan, operasional kantor di gedung bersertifikasi Green Mark GoldPlus.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - DANA merilis Laporan Keberlanjutan 2024 guna menunjukkan komitemen terhadap transparansi dan praktik bisnis bertanggung jawab dalam jangka panjang.

Salah satu temuan dalam laporan tersebut menunjukkan, setiap transaksi di aplikasi DANA hanya menghasilkan 0,14 gram CO2e. Hal itu setara dengan sekitar tiga persen emisi dari satu email biasa yang rata-ratanya menghasilkan 4 gram CO2e.

Dalam laporannya, DANA menuliskan temuan tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat berkembang tanpa mengabaikan tanggung jawab lingkungan.

"Peluncuran Laporan Keberlanjutan pertama kami menandai tonggak penting yang memperkuat komitmen DANA terhadap akuntabilitas dan dampak berkelanjutan. Sebagai salah satu platform fintech terbesar di Indonesia, kami tidak hanya memproses transaksi, tetapi juga bertanggung jawab untuk menciptakan nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG),” tutur CEO dan Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara dalam Laporan Keberlanjutan 2024, dikutip Rabu (11/2/2026).

1. Bukti nyata inklusi keuangan

 Laporan Berkelanjutan 2024: 43 Persen Pengguna DANA Masih Unbanked
konferensi pers kick-off SisBerdaya dan DisBerdaya DANA 2025

Laporan Keberlanjutan 2024 menunjukkan, pembayaran digital telah membuka akses ekonomi bagi kelompok yang belum terjangkau oleh layanan keuangan formal.

DANA mencatat, 43 persen penggunanya berasal dari segmen yang tidak memiliki rekening bank alias unbanked dan 86 persennya berasal dari kota-kota dengan populasi menengah hingga kecil (tingkat 2–4).

DANA juga memperkuat inklusi bagi pelaku usaha mikro dan ultra-mikro melalui proses pendaftaran pedagang yang sederhana, penghapusan biaya layanan, dan verifikasi yang mudah, tetapi tetap aman.

Perluasan akses ini berjalan seiring dengan upaya untuk memperkuat literasi keuangan. Melalui inisiatif sosialny SisBerdaya dan DisBerdaya, DANA telah membantu dan mendanai 9.000 UMKM yang dipimpin perempuan dan pengusaha penyandang disabilitas.

2. Perlindungan data dan keamanan transaksi

Laporan Berkelanjutan 2024: 43 Persen Pengguna DANA Masih Unbanked
ilustrasi aplikasi DANA (dok. DANA Indonesia)

Percepatan ekonomi digital perlu diseimbangkan dengan perlindungan data dan keamanan transaksi.

DANA menanggapi tantangan ini dengan mengimplementasikan basis data grafik dan analitik untuk mendeteksi hubungan mencurigakan secara real-time, mempertahankan Peringkat A dari Security Scorecard pada 2024, dan memperkenalkan fitur-fitur seperti Smart Friction, Scam Checker , dan Security Check-Up yang disertai dengan proses pembekuan dan daftar hitam.

DANA juga berkolaborasi dengan otoritas seperti Indonesia Anti Scam Centre (IASC) untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan pengguna dan keamanan. Hal itu juga berkontribusi pada pencapaian Net Promoter Score (NPS) sebesar 84,44 persen pada tahun 2024, melampaui standar global sebesar 80 persen.

3. Operasi ramah lingkungan dan budaya kerja inklusif

Laporan Berkelanjutan 2024: 43 Persen Pengguna DANA Masih Unbanked
Ilustrasi penggunaan QRIS lewat aplikasi DANA (dok. DANA Indonesia)

Tidak hanya berfokus pada dampak sosial, DANA juga memperkuat fondasi internalnya agar lebih efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Upaya untuk mengurangi dampak lingkungan semakin diperkuat melalui program daur ulang dan pengomposan bekerja sama dengan Waste4Change, serta operasional kantor di gedung yang bersertifikasi Green Mark GoldPlus oleh Otoritas Bangunan dan Konstruksi Singapura.

"Kami berharap laporan ini tidak hanya merangkum pencapaian kami, tetapi juga berfungsi sebagai peta jalan masa depan dan semakin memperkuat komitmen kami untuk membangun ekosistem keuangan digital yang tepercaya, ramah, dan mudah diakses oleh semua orang," tutur Vince.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Polemik Anggaran Kapal KKP, Menkeu Purbaya: Belum Dikucurkan

11 Feb 2026, 15:04 WIBBusiness