Sosok Sri Malasarin, Mantri BRI yang Bantu Petani Naik Kelas

Sri Malasarin memulai karier di BRI sebagai frontliner pada 2012 dan menjadi Mantri BRI sejak 2014, mendampingi pelaku usaha mikro di wilayah pedesaan Mujur, Nusa Tenggara Barat.
Sebagai Mantri, ia membantu petani dari pembiayaan hingga pemasaran hasil panen, termasuk menghubungkan mereka dengan penggilingan, tengkulak, serta distribusi pupuk melalui jaringan Agen BRILink.
Selama lebih dari 11 tahun berkarier, Mala berhasil mendorong peningkatan ekonomi nasabahnya dan menjadi contoh nyata kontribusi perempuan dalam memperkuat ekonomi inklusif di tingkat desa.
Jakarta, IDN Times - Peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan semakin nyata, salah satunya melalui kiprah tenaga pemasar mikro atau Mantri BRI.
Hal ini tecermin dari sosok Sri Malasarin, Mantri BRI yang bertugas di Mujur, Kecamatan Praya Timur, Nusa Tenggara Barat.
1. Berawal dari frontliner, kini jadi penggerak ekonomi mikro

Sri Malasarin, yang akrab disapa Mala, memulai karier di BRI sebagai frontliner pada 2012. Setelah dua tahun, ia mengikuti rekrutmen internal dan beralih menjadi Mantri BRI pada 2014.
Peran tersebut membawanya lebih dekat dengan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro di pedesaan. Dengan latar belakang pendidikan agribisnis, Mala mampu memahami kebutuhan para petani yang menjadi mayoritas nasabahnya.
2. Dampingi petani dari pembiayaan hingga pemasaran

Sebagai Mantri, Mala tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga aktif mendampingi nasabah dalam mengelola usaha. Ia membina petani di tiga desa di wilayah Mujur, dengan fokus pada kebutuhan modal seperti pupuk, obat, hingga pengelolaan lahan.
“Pendekatan ke nasabah itu yang utama, karena kita bertemu orang dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang mungkin orangnya lembut, atau karakternya keras, kita harus bisa hadapi dengan pendekatan yang baik. Kemudian mungkin juga ada orang yang awam, maka kita harus edukasi pelan-pelan,” ungkapnya.
Selain itu, Mala juga berperan sebagai penghubung antara petani dengan pihak lain dalam rantai usaha, mulai dari penggilingan hingga tengkulak, serta membantu distribusi pupuk melalui jaringan Agen BRILink.
“Selain itu, jika ada nasabah petani yang panen, saya juga yang menghubungkan ke nasabah lain yang mungkin punya penggilingan, atau ke tengkulak, sehingga membantu produksi dan pemasarannya. Ada juga di sini BRILink Agen yang jualan pupuk dan obat, saya bantu distribusinya ke petani-petani yang membutuhkan. Jadi, bisa membantu roda perekonomian masyarakat juga,” tutur Mala.
3. Jadi bukti peran perempuan dalam ekonomi inklusif

Selama lebih dari 11 tahun menjalankan perannya, Mala mengaku bangga bisa melihat perkembangan para nasabah yang ia dampingi, mulai dari peningkatan omzet hingga kepemilikan aset.
“Rasanya senang dan bangga sekali melihat perubahan mereka. Dari nasabah yang mungkin sedikit omzetnya, lama-kelamaan jadi besar omzetnya. Dari yang sedikit asetnya, jadi punya mobil, punya rumah. Kita sebagai Mantri sangat senang sekali melihat keberhasilan seperti itu,” imbuh Mala.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan apresiasi terhadap peran Mantri BRI dalam mendorong ekonomi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan oleh para Mantri BRI di lapangan. Kisah ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. BRI percaya bahwa kesetaraan kesempatan adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Akhmad. (WEB)


















