OK Bank Raup Laba Rp159,98 Miliar pada 2025, Melonjak 3 Kali Lipat

- OK Bank mencatat lonjakan laba bersih menjadi Rp159,98 miliar pada 2025, naik tiga kali lipat dari tahun sebelumnya berkat pertumbuhan kredit, pendapatan bunga, dan efisiensi operasional.
- Rasio keuangan membaik dengan RoA 1,70 persen, RoE 4,35 persen, NIM 5,67 persen, serta CAR mencapai 42,21 persen yang menunjukkan posisi permodalan sangat sehat.
- Total aset meningkat jadi Rp13,42 triliun dan Dana Pihak Ketiga naik ke Rp8,98 triliun pada 2025; OK Bank fokus memperkuat aset dan profitabilitas berkelanjutan di 2026.
Jakarta, IDN Times - PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025, seiring pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan bunga, dan efisiensi operasional yang terus membaik. Laba bersih OK Bank melonjak menjadi Rp159,98 miliar pada 2025, dibandingkan Rp49,99 miliar pada tahun sebelumnya.
Wakil Direktur Utama OK Bank Hendra Lie mengatakan peningkatan laba ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang sehat dan penguatan fundamental perseroan.
“Secara keseluruhan, kinerja 2025 memperlihatkan bahwa OK Bank berhasil mencatat pertumbuhan yang sehat melalui peningkatan profitabilitas, ekspansi kredit, serta penguatan basis pendanaan dan aset,” ujar Hendra dalam Keterangannya, Kamis (21/5/2026).
1. Catat profitabilitas, margin bunga, dan CAR yang sehat

Dari sisi rasio profitabilitas, Return on Asset (RoA) meningkat menjadi 1,70 persen dan Return on Equity (RoE) naik menjadi 4,35 persen. Peningkatan kedua rasio ini menandakan kemampuan Ok Bank dalam menghasilkan laba dari aset dan modal yang dimiliki semakin kuat.
Sementara itu, Margin Bunga Bersih (NIM) berada pada level 5,67 persen, sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yang menunjukkan Bank mampu menjaga margin keuntungan dari aktivitas penyaluran kredit.
Capital Adequacy Ratio (CAR) atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum 42,21 persen berada di tingkat yang sehat dan di atas ketentuan regulasi.
2. Dana Pihak Ketiga naik jadi Rp8,98 triliun

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan total aset OK Bank meningkat menjadi Rp 13,42 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 11,87 triliun pada 2024 dan Rp 11,07 triliun pada 2023. Pertumbuhan tersebut mencerminkan ekspansi usaha dan penguatan fundamental bisnis perseroan yang terus berlanjut.
Dari sisi penghimpunan dana masyarakat, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik menjadi Rp 8,98 triliun, dari Rp 7,54 triliun pada 2024. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap OK Bank yang semakin kuat.
“Penyaluran kredit juga tumbuh menjadi Rp 10,73 triliun pada 2025 dibandingkan Rp 9,30 triliun pada 2024. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas intermediasi bank berjalan lebih ekspansif namun tetap terukur,” ujar Hendra.
Kinerja profitabilitas OK Bank turut mencatatkan peningkatan signifikan. Pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp 688,88 miliar.
3. Fokus OK Bank di tahun ini

Untuk tahun 2026, OK Bank berfokus pada penguatan aset sebagai dasar pertumbuhan yang berkelanjutan, peningkatan profitabilitas, dan penguatan liabilitas dan pendanaan.
Untuk penguatan aset, strategi utama mencakup peningkatan kualitas portofolio debitur, ekspansi kredit ritel dan korporasi secara selektif, serta diversifikasi produk dan layanan.
"Selain itu, OK Bank mengoptimalkan jaringan secara strategis, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan efisiensi operasional," jelasnya.
Peningkatan profitabilitas dilakukan melalui transformasi digital, efisiensi operasional, serta pengembangan layanan berbasis teknologi. Fokus pada penyaluran kredit yang berkualitas, diversifikasi produk, dan penerapan manajemen risiko yang prudent menjadi kunci dalam menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.
Sementara untuk memperkuat struktur pendanaan guna, OK Bank melakukan antara lain meningkatkan fitur dan layanan pada produk tabungan dan giro untuk memperkuat daya saing, meningkatkan kenyamanan bertransaksi, serta menyesuaikan penawaran produk dengan kebutuhan nasabah yang semakin dinamis.
Kemudian mengembangkan program pendanaan jangka menengah dengan manfaat yang kompetitif guna menjaga stabilitas dana pihak ketiga, meningkatkan loyalitas nasabah, serta mendukung pertumbuhan pendanaan yang berkelanjutan.

















