Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pahami Pelunasan, Angsuran, dan Perpanjangan Jangka Waktu Gadai
ilustrasi uang (unsplash.com/Mufid Majnun)
  • Nasabah wajib datang ke kantor atau menggunakan kanal digital untuk menyerahkan Surat Bukti Gadai dan menghitung bunga sebelum melunasi, mengangsur, atau memperpanjang pinjaman.
  • Tiga opsi transaksi tersedia: pelunasan penuh untuk menebus barang, angsuran sebagian untuk meringankan beban, serta perpanjangan waktu bagi yang belum mampu membayar.
  • Setiap transaksi menghasilkan dokumen berbeda—pelunasan mengembalikan barang jaminan, sedangkan angsuran dan perpanjangan memberikan bukti pembayaran serta pembaruan Surat Bukti Gadai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bagi masyarakat yang menggunakan jasa gadai, perlu dicatat tidak semua nasabah bisa langsung melunasi pinjaman saat jatuh tempo.

Ada beberapa skenario yang bisa dipilih, tergantung pada kemampuan dan kebutuhan.  Dikutip dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan, Senin (20/4/2026), apapun pilihannya, prosesnya tetap mengikuti tahapan yang terstruktur.

1. Tahap melunasi pinjaman dari perusahaan pergadaian

Ilustrasi uang (IDN Times/Mardya Shakti)

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mendatangi kantor atau outlet perusahaan gadai. Kehadiran langsung ini diperlukan untuk memastikan keaslian data dan kelengkapan dokumen, serta memudahkan verifikasi oleh petugas.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal digital (jika tersedia), seperti m-banking atau metode pembayaran lain, khususnya untuk transaksi tertentu seperti pembayaran bunga atau angsuran.

Kedua, serahkan Surat Bukti Gadai (SBG) di kantor cabang pergadaian tersebut. Perlu dicatat, SBG merupakan dokumen penting yang berisi informasi terkait pinjaman, seperti nilai pinjaman, jangka waktu, dan ketentuan lainnya.

Saat melakukan pelunasan, angsuran, atau perpanjangan, SBG harus diserahkan kepada petugas sebagai dasar penghitungan dan pembaruan data transaksi.

Ketiga, hitung bunga melalui petugas. Setelah SBG diverifikasi, petugas akan menghitung besarnya bunga yang harus dibayarkan. Perhitungan ini didasarkan pada:

• Jumlah pinjaman

• Jangka waktu pinjaman

• Ketentuan bunga yang berlaku

Tahap ini penting karena akan menentukan total kewajiban yang perlu dibayarkan oleh nasabah.

2. Pilihan transaksi untuk nasabah pergadaian

Ilustrasi uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Setelah mengetahui jumlah kewajiban, masyarakat dapat memilih salah satu dari tiga opsi berikut:

a. Pelunasan Pinjaman

Pelunasan dilakukan jika Sobat ingin menebus kembali barang yang digadaikan secara penuh.

Rumus pelunasan:

Pokok pinjaman + bunga

Setelah pembayaran dilakukan, barang jaminan dapat langsung dikembalikan kepada nasabah. Opsi ini menjadi pilihan ideal jika Sobat sudah memiliki dana yang cukup dan ingin mengakhiri kewajiban pinjaman.

b. Angsuran Pinjaman

Jika belum mampu melunasi seluruh pinjaman, Sobat dapat melakukan pembayaran sebagian melalui angsuran.

Rumus angsuran:

Angsuran + bunga + biaya administrasi

Dengan mengangsur, jumlah pinjaman akan berkurang, namun kewajiban belum sepenuhnya selesai. Opsi ini cocok bagi nasabah yang ingin meringankan beban pembayaran secara bertahap.

c. Perpanjangan Jangka Waktu Pinjaman

Apabila Sobat belum dapat melakukan pelunasan maupun angsuran dalam jumlah signifikan, tersedia opsi perpanjangan jangka waktu pinjaman.

Rumus perpanjangan:

Bunga + biaya administrasi

Melalui perpanjangan ini, Sobat mendapatkan tambahan waktu sebelum jatuh tempo berikutnya. Namun, penting untuk diingat bahwa kewajiban pinjaman tetap ada dan perlu diselesaikan di kemudian hari.

3. Hasil dari setiap transaksi pergadaian

Ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)

Setiap pilihan yang diambil akan menghasilkan konsekuensi administratif yang berbeda. Pertama, pelunasan, di mana nasabah menerima kembali barang jaminan secara penuh.

Kedua, angsuran atau perpanjangan, nasabah akan menerima bukti pembayaran (struk) serta SBG yang telah diperbarui atau addendum perjanjian gadai sebagai bukti perubahan kondisi pinjaman. Dokumen itu penting untuk disimpan sebagai referensi transaksi di masa mendatang.

Editorial Team