Gejolak pasar keuangan sering membuat investor berpikir dua kali sebelum menempatkan dana. Pergerakan harga saham yang tajam, perubahan nilai tukar, hingga ketidakpastian ekonomi global bisa membuat nilai portofolio berubah dalam waktu singkat.
Di Indonesia, tekanan terhadap pasar modal terlihat pada Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.057,05 pada 30 Oktober 2026 atau terkoreksi 16,7 persen secara bulanan. Koreksi tersebut terjadi setelah munculnya pengumuman MSCI Inc terkait kondisi pasar saham Indonesia.
Namun, kondisi pasar yang bergejolak bukan berarti seluruh peluang investasi tertutup. Perubahan harga aset juga dapat menciptakan kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi portofolio dan mencari instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan serta toleransi risiko.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bahwa strategi investasi di tengah volatilitas perlu memperhatikan pengelolaan risiko, diversifikasi, dan keseimbangan antara potensi imbal hasil dengan risiko yang ditanggung. Lantas, peluang investasi apa saja yang masih bisa dipertimbangkan ketika pasar sedang bergejolak?