Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Terlibat Pencucian Uang Iran, 8 Perusahaan Kanada Disanksi AS

4 min read
Terlibat Pencucian Uang Iran, 8 Perusahaan Kanada Disanksi AS
Ilustrasi denda uang (magnific.com/jcomp)
  • Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada delapan perusahaan keuangan dan penukaran mata uang Kanada yang dituduh membantu Iran menghindari sanksi internasional.
  • Sanksi memblokir akses perusahaan ke sistem dolar AS, membekukan aset di yurisdiksi AS, serta melarang warga dan bisnis AS bertransaksi dengan mereka.
  • Tiga perusahaan juga diduga mencuci uang jaringan narkoba Ryan Wedding melalui konversi uang tunai menjadi aset digital, sementara tindakan ini melibatkan koordinasi intelijen AS-Kanada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap delapan perusahaan layanan keuangan dan penukaran mata uang asal Kanada pada Jumat (6/11/2026). Perusahaan yang beroperasi di Provinsi Ontario dan British Columbia tersebut dituduh membantu pemerintah Iran menghindari sanksi keuangan internasional. Beberapa perusahaan itu juga diduga membantu pencucian uang jaringan narkoba milik mantan atlet papan seluncur salju Olimpiade asal Kanada, Ryan Wedding.

Dilansir Anadolu Agency, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) menetapkan sanksi ini dalam Operasi Economic Outcast di bawah Perintah Eksekutif 13902 yang menyasar sektor aset digital Iran. Sanksi tersebut memutus akses kedelapan perusahaan dari sistem keuangan berbasis dolar AS serta membekukan seluruh aset mereka di wilayah yurisdiksi AS. Warga maupun entitas bisnis AS juga dilarang keras melakukan transaksi apa pun dengan perusahaan tersebut, termasuk entitas yang dimiliki minimal 50 persen oleh pihak tersanksi.

  1. 1. Daftar perusahaan Kanada yang disanksi dan modus operasinya

    Bendera Kanada
    Bendera Kanada. (unsplash.com/Praveen Kumar Nandagiri)

    Kedelapan entitas tersanksi meliputi Diverse Trade Inc. atau Million Exchange, Top PC Technician Inc., 2397639 Ontario Ltd. atau Farah Exchange, CCC Inc., B Galaxy Inc. atau Cryptoyal, serta Darvish Exchange di Ontario. Dua perusahaan lainnya beroperasi di British Columbia, yakni 1380079 BC Limited atau Amin Exchange dan NIA Nations Currency Ltd. Beberapa dari perusahaan ini diketahui kerap mengubah nama serta alamat operasional mereka untuk menghindari deteksi aparat penegak hukum.

    Perusahaan-perusahaan tersebut memfasilitasi penukaran mata uang rial Iran dan mata uang lainnya ke dalam bentuk aset digital seperti mata uang kripto untuk memuluskan transaksi lintas negara. Banyak di antaranya bertransaksi langsung dengan bursa aset digital Iran yang telah disanksi serta alamat dompet digital milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pemerintah Kanada sendiri telah menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris di negaranya.

    Departemen Keuangan AS menyatakan perusahaan-perusahaan itu tetap beroperasi meski berbagai laporan media telah menyoroti risiko penghindaran sanksi dan pendanaan terorisme. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memutus akses keuangan ilegal yang menopang pemerintah Iran di berbagai belahan dunia.

    "Kanada tidak boleh menjadi tempat berlindung yang aman bagi fasilitator keuangan ilegal yang menyediakan layanan penghindaran sanksi kepada rezim Iran dan proksinya. Departemen Keuangan akan mengejar dan menghentikan saluran keuangan rezim Iran di mana pun di dunia," ujar Bessent.

  2. 2. Hasil kerja sama intelijen keuangan AS-Kanada

    Presiden AS, Donald Trump
    Presiden AS, Donald Trump ( The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Penjatuhan sanksi ini merupakan hasil koordinasi antara Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan AS (FinCEN) dan Pusat Analisis Transaksi dan Laporan Keuangan Kanada (FINTRAC). Selain menyasar delapan perusahaan Kanada, FinCEN pada hari yang sama juga mengeluarkan perintah penindakan terhadap bursa penukaran uang MEXC Global.

    "FINTRAC bekerja sama dengan unit intelijen keuangan asing untuk memberantas pencucian uang, pendanaan terorisme, dan penghindaran sanksi. Melalui perjanjian bilateral, pusat ini dapat membagikan data intelijen kepada unit intelijen keuangan di seluruh dunia," kata FINTRAC dalam pernyataan resminya, dilansir Al Jazeera.

    Dua hari sebelumnya, tepatnya pada Rabu (4/11/2026), Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap jaringan di India dan Turki karena membantu Iran menghindari pembatasan ekspor minyak serta maskapai penerbangan. Jaringan tersebut dijalankan oleh pasangan suami istri bernama Suniel Kumar Sharma dan Jaspreet Preeti Shahid yang berbasis di Kota Chandigarh, India.

    Langkah ini menyusul kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada Agustus lalu yang memperluas cakupan sanksi sekunder terhadap negara dan entitas yang mempertahankan hubungan bisnis dengan Teheran. Pemerintah AS mengklaim sanksi telah menekan nilai tukar rial Iran ke rekor terendah baru dan mendorong lonjakan inflasi di negara itu hingga sekitar 90 persen.

  3. 3. Diduga terlibat dalam pencucian uang jaringan narkoba Ryan Wedding

    Sejumlah uang berserakan di atas meja.
    ilustrasi pencucian uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Selain terkait pemerintah Iran, tiga dari delapan perusahaan Kanada tersebut dituding membantu pencucian uang hasil kejahatan jaringan narkoba pimpinan Ryan Wedding. Perusahaan-perusahaan ini menyembunyikan uang tunai hasil penjualan narkoba dalam jumlah besar dengan mengubahnya menjadi aset digital. Jaringan tersebut tercatat telah mengirimkan dana digital bernilai jutaan dolar AS ke luar negeri sebelum Wedding tertangkap.

    Wedding ditangkap di Meksiko pada Januari lalu dan langsung diekstradisi ke AS untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba, pembunuhan, serta percobaan pembunuhan. Mantan atlet Olimpiade tersebut kini masih mendekam di tahanan federal AS sembari menunggu dua jadwal persidangan pada Maret dan Oktober 2027.

    Penyelidikan otoritas AS terhadap jaringan Wedding juga telah menyeret sejumlah pihak lain di Kanada dan Meksiko. Setahun lalu, aparat penegak hukum menangkap delapan orang di Kanada yang terlibat dalam sindikat mantan atlet tersebut. Adapun pada pekan ini, seorang hakim di Meksiko turut ditangkap karena diduga menerima suap sebesar 2 juta dolar AS (sekitar Rp36,2 miliar) untuk memberikan pembebasan bersyarat kepada pria yang dituduh sebagai orang kepercayaan kedua di jaringan Wedding.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More