- Bayar Premi sesuai jadwal. Pembayaran Premi secara rutin membantu menjaga keberlangsungan Polis dan mengurangi penggunaan Nilai Tunai untuk membayar Biaya Asuransi dan biaya-biaya lainnya sesuai ketentuan Polis. Agar pembayaran tidak terlewat, Nasabah dapat memanfaatkan fasilitas autodebit sehingga Premi dibayarkan secara otomatis sesuai jadwal.
- Lakukan review Polis setidaknya setahun sekali. Pastikan manfaat, besaran Premi, dan kondisi Nilai Tunai masih sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial saat ini.
- Perhatikan setiap pemberitahuan dari perusahaan asuransi. Pastikan alamat, email, dan nomor telepon yang terdaftar selalu diperbarui agar informasi penting dari perusahaan asuransi maupun tenaga pemasar, seperti kondisi Polis, Nilai Tunai, atau kebutuhan penyesuaian Polis, dapat diterima tepat waktu sehingga dapat mengantisipasi status polis menjadi tidak aktif.
- Diskusikan dengan tenaga pemasar atau layanan Nasabah. Apabila Nilai Tunai mulai berkurang sehingga terdapat risiko Polis dan/atau Asuransi Tambahan menjadi tidak aktif (lapsed), segera konsultasikan dengan tenaga pemasar atau layanan Nasabah untuk mengetahui opsi yang tersedia sesuai ketentuan Polis, seperti pemulihan (reinstatement) apabila memenuhi persyaratan, penyesuaian Premi, maupun Top-up Nilai Tunai agar perlindungan dapat kembali atau tetap berjalan.
Penjelasan Nilai Tunai dalam PAYDI, Biar Polis Tetap Aktif

- PAYDI menggabungkan perlindungan asuransi dan investasi; sebagian premi membentuk nilai tunai yang menopang manfaat polis serta rider kesehatan atau penyakit kritis.
- Inflasi medis Indonesia diproyeksikan 17,8 persen pada 2026, sementara klaim kesehatan 2025 mencapai Rp26,8 triliun; kenaikan biaya dapat memicu penyesuaian biaya asuransi.
- Nilai tunai dapat tergerus oleh kinerja investasi, penarikan dana, cuti premi, usia, dan biaya asuransi; nasabah perlu membayar premi rutin serta meninjau polis tahunan.
Jakarta, IDN Times - Memiliki asuransi merupakan langkah krusial dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan adanya perlindungan asuransi, risiko finansial akibat kejadian tidak terduga dapat diminimalkan sehingga kondisi keuangan tetap lebih stabil dan terencana.
Agar manfaat perlindungan finansial berfungsi optimal saat risiko terjadi, pemahaman terhadap cara kerja Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unit link menjadi hal yang sangat penting.
1. Memahami peran nilai tunai dalam perlindungan keluarga

Ilustrasi asuransi (IDN Times/Aditya Pratama) PAYDI memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu perlindungan asuransi dan potensi hasil investasi. Sebagian premi dialokasikan untuk membayar biaya operasional polis, sementara sisanya dialokasikan ke instrumen investasi seperti saham, reksa dana, deposito, atau SBN sesuai profil risiko nasabah.
Porsi investasi inilah yang membentuk nilai tunai, yang juga berfungsi menopang manfaat asuransi tambahan (rider) seperti perlindungan kesehatan atau penyakit kritis.
2. Dampak lonjakan biaya medis terhadap saldo investasi

Ilustrasi Asuransi (IDN Times/Aditya Pratama) Tantangan menjaga kecukupan nilai tunai semakin terasa di tengah tingginya kenaikan biaya kesehatan. Berdasarkan Health Trends Report 2026 dari Mercer Marsh Benefits, inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8 persen, menjadi salah satu yang tertinggi di Asia.
Kondisi itu sejalan dengan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang mencatat total pembayaran klaim kesehatan sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp26,8 triliun, naik 9,2 persen dari tahun sebelumnya. Lonjakan biaya medis tersebut secara langsung memengaruhi penyesuaian biaya asuransi dalam polis.
3. Penyebab saldo nilai tunai tergerus seiring waktu

ilustrasi asuransi (IDN Times/Aditya Pratama) Nilai tunai bersifat dinamis dan nilainya terus berubah. Selain bergantung pada kinerja pasar investasi, saldo nilai tunai bisa berkurang akibat penarikan sebagian dana (partial withdrawal), penggunaan fitur cuti premi (premium holiday), hingga bertambahnya usia nasabah.
Jika terjadi penyesuaian biaya asuransi akibat inflasi medis tetapi premi tidak ikut disesuaikan, selisih biaya akan dipotong langsung dari nilai tunai. Apabila saldo ini terus tergerus hingga habis, polis berisiko menjadi tidak aktif (lapsed).
4. Langkah untuk menjaga polis tetap aktif sepanjang masa

ilustrasi asuransi (IDN Times/Aditya Pratama) Chief Product Officer Prudential Indonesia, Astono Hermawan mengatakan, untuk menjaga keberlangsungan perlindungan, nasabah perlu rutin melakukan peninjauan polis minimal setahun sekali, membayar premi tepat waktu via autodebit, serta memperbarui data kontak.
"Di tengah dinamika ekonomi dan kebutuhan perlindungan yang terus berkembang, penting bagi setiap nasabah untuk memahami bagaimana polis mereka bekerja, termasuk bagaimana Nilai Tunai dapat berubah seiring kondisi pasar, biaya perlindungan, maupun pembayaran premi,” kata Astono dikutip Sabtu, (22/8/2026).
Astono mengatakan, dengan melakukan peninjauan polis secara berkala dan berdiskusi dengan tenaga pemasar, nasabah dapat mengambil keputusan yang tepat agar perlindungan tetap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka.
Astono mengatakan, Prudential memiliki fitur agar nasabah mudah memantau kondisi polis, hingga memperoleh informasi mengenai manfaat perlindungan yang dimiliki.
Agar perlindungan tetap berjalan sesuai rencana, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan nasabah:



















