Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PNM Dampingi Maryati Kembangkan Kerajinan Eceng Gondok hingga Bali
Maryati, pelaku usaha kerajinan di Tegalwaru, Bekasi, mengolah eceng gondok menjadi berbagai kerajinan anyaman. Usahanya pun berkembang hingga produknya dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk Yogyakarta dan Bali. (dok. PNM)
  • Maryati di Tegalwaru, Bekasi, mengolah eceng gondok yang tumbuh di sekitar rumah menjadi kerajinan anyaman seperti tas dan keranjang bernilai jual.

  • Produk kerajinan eceng gondok buatan Maryati telah dipasarkan ke luar daerah, termasuk Yogyakarta dan Bali, seiring perkembangan usahanya.

  • PNM melalui program Mekaar mendampingi Maryati dengan akses pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha, kualitas produk, serta peluang pasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Maryati mengolah eceng gondok menjadi kerajinan anyaman, seperti tas dan keranjang, yang dipasarkan hingga ke luar daerah.
  • Who?
    Maryati, pelaku usaha kerajinan di Tegalwaru, Bekasi, mendapat pendampingan dari PT Permodalan Nasional Madani melalui program PNM Mekaar.
  • Where?
    Produk kerajinan dibuat di Tegalwaru, Bekasi, dengan pemasaran yang telah menjangkau Yogyakarta dan Bali.
  • When?
    Per saat ini, usaha kerajinan eceng gondok Maryati telah berkembang dan produknya sudah dipasarkan ke sejumlah daerah.
  • Why?
    Maryati memanfaatkan eceng gondok yang tumbuh di sekitar rumahnya sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk bernilai jual.
  • How?
    Eceng gondok diolah menjadi anyaman, sementara PNM Mekaar memberikan akses pembiayaan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha, kualitas produk, serta peluang pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Eceng gondok yang tumbuh di sungai sekitar rumah kerap dianggap sebagai gulma. Namun, Maryati, pelaku usaha kerajinan di Tegalwaru, Bekasi, melihat tanaman tersebut sebagai peluang untuk menghasilkan produk bernilai jual.

Ia mengolah eceng gondok menjadi berbagai kerajinan anyaman, mulai dari tas hingga keranjang. Usahanya pun berkembang hingga produknya dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk Yogyakarta dan Bali.

Perjalanan usaha Maryati turut didukung pendampingan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Mekaar. Berikut kisah Maryati dalam mengembangkan kerajinan eceng gondok.

1. Ubah eceng gondok menjadi kerajinan bernilai jual

ilustrasi eceng gondok (pixabay.com/ArtsyBee)

Maryati memulai usahanya dengan memanfaatkan eceng gondok yang mudah ditemukan di lingkungan tempat tinggalnya. Tanaman yang selama ini kerap dianggap gulma itu diolah menjadi berbagai produk anyaman yang dapat digunakan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kreativitas dalam memanfaatkan bahan baku di sekitarnya menjadi salah satu modal Maryati untuk mengembangkan usaha. Dari bahan yang mudah dijumpai, ia menghasilkan produk kerajinan yang memiliki peluang pasar.

“Awalnya eceng gondok ini saya lihat tumbuh di sekitar rumah. Dari situ saya berpikir bagaimana tanaman ini bisa dimanfaatkan dan menghasilkan. Alhamdulillah, sekarang kerajinan yang saya buat sudah bisa dipasarkan ke luar daerah. Saya ingin terus mengembangkan usaha ini supaya produknya semakin dikenal,” ujar Maryati.

2. Kerajinan Maryati dipasarkan hingga Yogyakarta dan Bali

Ilustrasi UMKM go digital (dok. Grab)

Seiring perkembangan usahanya, kerajinan eceng gondok buatan Maryati kini menjangkau konsumen di luar daerah. Produk yang dibuat di Tegalwaru, Bekasi, tersebut telah dipasarkan ke sejumlah wilayah, termasuk Yogyakarta dan Bali.

Perkembangan ini menunjukkan potensi bahan baku lokal untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dengan kreativitas dan pengembangan usaha, tanaman yang tumbuh di sekitar tempat tinggal dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan yang menjangkau pasar lebih luas.

3. PNM dampingi nasabah dalam mengembangkan usaha

Gedung PNM (dok. PNM)

Perkembangan usaha Maryati turut didukung oleh pendampingan PNM melalui program PNM Mekaar. Selain akses pembiayaan, PNM memberikan pendampingan untuk membantu nasabah mengembangkan kapasitas usaha, meningkatkan kualitas produk, dan melihat peluang pasar yang lebih luas.

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Kindaris, mengatakan kisah Maryati memperlihatkan bagaimana potensi di sekitar tempat tinggal dapat menjadi sumber pengembangan usaha.

“Ibu Maryati tidak perlu mencari bahan baku jauh-jauh untuk memulai usahanya. Ia melihat peluang dari apa yang ada di sekelilingnya, lalu mengubah eceng gondok yang selama ini dianggap gulma menjadi produk yang bernilai dan memiliki pasar. Bagi kami, cerita seperti ini menunjukkan bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga tentang membuka ruang agar potensi yang sudah dimiliki nasabah dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Kindaris.

Melalui pendampingan tersebut, PNM berupaya membantu nasabah mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Kisah Maryati menjadi contoh pemanfaatan potensi lokal untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan menjangkau pasar di luar daerah. (WEB)

#PNMuntukUMKM

#PNMPemberdayaanUMKM

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article