Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indeks Kemiskinan Global Naik Pertama Kali, 1,2 Miliar Terdampak

3 min read
Indeks Kemiskinan Global Naik Pertama Kali, 1,2 Miliar Terdampak
ilustrasi anak-anak miskin memikul karung (unsplash.com/Dulana Kodithuwakku)
  • Indeks kemiskinan global PBB naik pertama kali sejak 2010, dengan 1,2 miliar orang terdampak dan tambahan 51,5 juta penduduk hidup dalam kemiskinan akut.
  • UNDP menyebut pertumbuhan populasi menjadi faktor utama kenaikan jumlah warga miskin, sementara data terbaru hanya tersedia dari 13 dari 108 negara berkembang.
  • Meski total meningkat, 33 negara berhasil memangkas separuh persentase kemiskinan dalam 15 tahun; kemiskinan terkonsentrasi di sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indeks kemiskinan global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengalami kenaikan untuk pertama kalinya sejak dibentuk pada 2010, membawa jumlah orang yang terdampak menjadi 1,2 miliar jiwa. Data tersebut dilaporkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada Senin (12/10/2026).

Dalam laporan tahunan edisi 2026 yang disusun UNDP bersama pusat riset Oxford Poverty and Human Development Initiative, tercatat ada 51,5 juta orang lebih banyak yang hidup dalam kemiskinan akut dibanding tahun sebelumnya.

  1. 1. Peningkatan kemiskinan jadi alarm bagi dunia

    ilustrasi bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa
    ilustrasi bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (Makaristos, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Administrator UNDP Alexander De Croo menyampaikan bahwa peningkatan kemiskinan ini harus menjadi "peringatan keras bagi dunia". Laporan tersebut mencatat bahwa lebih dari separuh dari orang-orang yang berada dalam kemiskinan akut tersebut merupakan anak-anak.

    De Croo menjelaskan kesulitan hidup yang dihadapi oleh populasi terdampak tersebut dalam keterangan resminya.

    "Di balik angka-angka ini ada 1,2 miliar orang yang menghadapi kesulitan yang saling memperparah: kelaparan, tidak bisa bersekolah, dan kurangnya air bersih atau listrik. Ini tidak bisa diterima," kata dia dalam siaran pers sebagaimana dilaporkan AFP.

  2. 2. Pertumbuhan populasi dorong pertambahan angka kemiskinan

    ilustrasi populasi dunia meningkat
    ilustrasi populasi dunia meningkat (unsplash.com/Timo Volz)

    UNDP menyatakan bahwa salah satu faktor utama peningkatan kemiskinan yang tercatat secara global adalah laju pertumbuhan populasi. Selain itu, pembaruan data terkini hanya tersedia untuk 13 dari 108 negara berkembang yang dicakup dalam laporan tersebut.

    Dilansir AFP, pengaruh faktor pertumbuhan populasi terhadap jumlah warga miskin tercatat pada kondisi di Angola dan Zambia. Tingkat persentase kemiskinan di kedua negara tersebut sebenarnya mengalami penurunan.

    Namun, pertumbuhan populasi melampaui penurunan tersebut sehingga mengakibatkan peningkatan jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan.

  3. 3. Sejumlah negara catat penurunan tingkat kemiskinan

    ilustrasi penduduk Vietnam
    ilustrasi penduduk Vietnam (pixabay.com/tayphuong388)

    Meskipun jumlah total penduduk dalam kemiskinan bertambah, laporan tahunan ini memberikan gambaran yang beragam. Sebanyak 33 negara berhasil memangkas separuh persentase penduduk yang hidup dalam kemiskinan berdasarkan definisi indeks tersebut dalam 15 tahun terakhir.

    Capaian pemangkasan persentase tersebut mencakup enam negara yang berada di wilayah sub-Sahara Afrika.

    Kawasan Asia menorehkan negara-negara dengan kemajuan paling cepat, yakni China dan Vietnam. Di samping itu, penurunan yang signifikan turut dilaporkan terjadi pada tiga negara berkembang lainnya.

    "Di Mesir, Nepal, dan Tajikistan, baik tingkat kemiskinan maupun jumlah orang yang mengalami kemiskinan multidimensi telah menurun secara signifikan," bunyi siaran pers tersebut.

  4. 4. Indikator dan konsentrasi wilayah kemiskinan global

    ilustrasi antrean penerimaan makanan gratis
    ilustrasi antrean penerimaan makanan gratis (unsplash.com/Michael Ali)

    Sebagaimana temuan tahun sebelumnya, mayoritas penduduk termiskin di dunia masih hidup di wilayah sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan. Laporan tersebut secara khusus menunjuk kawasan anak benua India, yang merupakan wilayah terpadat penduduknya di bumi.

    Indeks kemiskinan yang digunakan dalam laporan tahunan ini mengukur serangkaian indikator kebutuhan hidup. Pengukuran tersebut mencakup ketiadaan tempat tinggal yang layak, sanitasi, dan akses terhadap listrik.

    Selain tiga hal tersebut, ketiadaan bahan bakar memasak, makanan, dan akses pendidikan menjadi indikator yang dihitung dalam indeks kemiskinan ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More