Profil Dicky Kartikoyono, Pejabat BI yang Terpilih Jadi Komisioner OJK

Dicky Kartikoyono resmi terpilih sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, menggantikan Friderica Widyasari Dewi.
Dalam uji kelayakan DPR, Dicky menyoroti pentingnya optimalisasi penyaluran kredit perbankan dan penguatan pembiayaan pasar modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menekankan kolaborasi pentahelix antara BI, OJK, parlemen, dan pelaku usaha guna mengatasi hambatan serta menyeimbangkan supply-demand di sektor riil.
Jakarta, IDN Times - Dicky Kartikoyono terpilih menjadi Anggota Dewan Komisioner (ADK) sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dicky menggantikan pejabat sebelumnya, Friderica Widyasari Dewi yang kini terpilih sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK.
Dicky yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) lulus uji kepatutan dan kelayakan alias fit and proper test di Komisi XI DPR RI. Dicky terpilih bersama empat orang calon ADK OJK yang melalui fit and proper test hari ini. Total, ada 10 orang yang mengikuti uji tersebut.
Dicky adalah pejabat yang berkarier lama di Bank Indonesia. Dia dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam pengembangan kebijakan sistem pembayaran nasional, terutama di era digitalisasi keuangan.
1. Profil Dicky Kartikoyono

Dicky adalah pria kelahiran Jakarta, pada 19 Desember 1967. Dia adalah lulusan sarjana Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) pada 1994. Dicky menyelesaikan studi sarjana di bidang akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI pada 1994. Dia kemudian mengantongi gelar Master di Bidang Project Management dari George Washington University pada 1999.
Kariernya di Bank Indonesia dimulai pada 1995 dan sejak itu ia menempati berbagai posisi strategis di lembaga tersebut, di antaranya Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola Bank Indonesia serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London. Dicky telah menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI sejak 2023.
Dengan latar belakang tersebut, ia beberapa kali masuk dalam daftar kandidat atau calon pejabat tinggi di Bank Indonesia, termasuk sebagai calon Deputi Gubernur BI
2. Menyoroti optimalisasi penyaluran kredit perbankan

Dalam uji kepatutan dan kelayakan di DPR, Dicky fokus membahas pada upaya mengoptimalisasi penyaluran kredit perbankan, hingga penguatan pembiayaan melalui pasar modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Dia menggarisbawahi keseimbangan penawaran (supply) dan permintaan (demand), terutama dari sektor riil.
“Kita harus melakukan optimalisasi penyaluran kredit, dan bagaimana kita mendorong pembiayaan dari pasar modal. Penyaluran kredit itu harus ada supply, harus ada demand. Tidak cukup supply, kemudian demand-nya tidak ada,” kata Dicky di Gedung DPR RI, Rabu (11/3/2026).
3. Tekankan pentingnya kolaborasi dalam mencari solusi untuk dunia usaha

Dalam memancing tumbuhnya permintaan kredit dari sektor riil, menurut dia berbagai pihak harus duduk bersama untuk mewujudkannya, salah satunya dengan mencari solusi bagi dunia usaha melalui debottlenecking.
“Kami menawarkan sinergi kolaborasi pentahelix. Yang pertama tentu BI dan OJK harus melakukan honest brokering. Kami menyebutnya honest brokering adalah kita duduk bersama, melakukan pembahasan debottlenecking,” ucap Dicky.
Dia melihat semua pihak punya andil dalam mendorong penyaluran kredit, bahkan sampai ke ranah penegak hukum. “Lawmaker, parlemen memayungi semua ini dengan arah kebijakan yang jelas. Pentahelix ini sangat penting untuk pembiayaan kita ke depan. Otherwise supply ada, demand gak ada,” kata dia.
















