Comscore Tracker

Badan Hukum: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya

Penjelasan apa itu badan hukum

Dalam dunia hukum terdapat beberapa istilah hukum yang sukar dipahami kalangan awam, meski demikian setidaknya tetap perlu mengetahuinya. Mengetahui istilah hukum setidaknya dapat bermanfaat di satu waktu nanti.

Salah satu istilah hukum yang cukup sering didengar terkait berbagai bidang adalah badan hukum. Jika sebelumnya hanya mengenal subjek hukum adalah manusia, maka badan hukum adalah subjek hukum lain yang memiliki hak dan kewajiban serta dapat mengadakan hubungan hukum.

Baca Juga: Kasus SMA SPI, Kuasa Hukum JE Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum  

1. Pengertian badan hukum

Badan Hukum: Pengertian, Fungsi dan JenisnyaIlustrasi hukum (IDN Times/Arief Rahmat)

Untuk lebih memahami istilah badan hukum lebih dahulu memahami subjek hukum dan objek hukum. Subjek hukum adalah segala sesuatu yang menanggung hak dan kewajiban, maka subjek hukum tersebut juga yang melakukan perbuatan hukum.

Sedangkan objek hukum adalah segala sesuatu yang menjadi objek hubungan hukum atau secara sederhana, semua yang dapat dimanfaatkan subjek hukum. Dalam hal ini objek hukum berupa barang atau benda yang dapat dikuasai hak milik.

Badan hukum (rechtspersoon) termasuk dalam subjek hukum bersama dengan manusia sebagai subjek pertama. Badan hukum ini juga memiliki hak dan kewajiban serta dapat mengadakan hubungan hukum (rechtsbetrekking/rechtsverhouding) antara badan hukum dengan manusia (natuurlijkpersoon) serta antara badan hukum satu dengan badan hukum yang lain.

Badan hukum dapat mengadakan perjanjian-perjanjian seperti perjanjian jual-beli, tukar-menukar, sewa-menyewa dan segala macam perbuatan di lapangan terkait  harta kekayaan. Maka dapat dilihat Badan Hukum juga merupakan pendukung hak dan kewajiban yang tidak berjiwa sebagaimana manusia.

Kedua subjek hukum merupakan suatu realita yang timbul sebagai suatu kebutuhan hukum dalam pergaulan di tengah masyarakat. Mengingat manusia selain memiliki kepentingan individu juga memiliki tujuan bersama dan hasrat berkumpul menyatukan diri dalam satu organisasi.

Baca Juga: Faisal Basri: Tak Perlu Badan Pangan Nasional jika K/L Jalankan Tugas

1. Teori-teori badan hukum

Badan Hukum: Pengertian, Fungsi dan JenisnyaIlustrasi (IDN Times/Umi Kalsum)

Berdasarkan ilmu pengetahuan hukum terdapat bermacam-macam teori tentang badan hukum yang satu sama lain berbeda-beda. 5 macam teori berikut yang cukup sering dikutip dalam literatur hukum:

1. Teori Fictie dari Von Savigny

Badan hukum menurut teori ini itu semata-mata buatan negara saja. Badan Hukum itu hanya fiksi, yakni sesuatu yang sesungguhnya tidak ada, tetapi orang menghidupkannya dalam sebagai subyek hukum yang dapat melakukan perbuatan hukum seperti manusia. Teori ini diikuti juga oleh Houwing.

2. Teori Harta Kekayaan Bertujuan (Doel vermogents theori)

Dalam teori A.Brinz, dan diikuti oleh Van der heyden ini hanya manusia yang menjadi subyek hukum. Namun, ada kekayaan (vermogants) yang bukan merupakan kekayaan seseorang, tetapi kekayaan itu terikat tujuan tertentu. Kekayaan yang tidak ada yang mempunyainya dan yang terikat kepada tujuan tertentu inilah yang diberi nama badan hukum. 

3. Teori Organ

Teori Otto Vam Gierke yang diikuti Mr.L.C.Polano berbunyi, Badan Hukum bukan abstrak (fiksi) dan bukan kekayaan (hak) yang tidak bersubjek, tetapi badan hukum adalah suatu organisme yang riil, yang menjelma sungguh-sungguh dalam pergaulan hukum, yang dapat membentuk kemauan sendiri dengan perantaraan alat-alat yang ada padanya (pengurus, anggota-anggotanya) seperti manusia biasa, yang mempunyai panca indra dan sebagainya.

4. Teori Propriete Collective

Teori ini menyatakan hak dan kewajiban badan hukum pada hakikatnya adalah hak dan kewajiban para anggota bersama-sama. Kekayaan badan hukum adalah kepunyaan bersama semua anggotanya. Orang-orang yang berhimpun tersebut merupakan suatu kesatuan dan membentuk suatu pribadi yang dinamakan badan hukum karenanya badan hukum adalah suatu konstruksi yuridis. Teori ini dicetuskan oleh Planoil dan Molengraff.

5. Teori Kenyataan dan Yuridis (Juridische Realiteisler)

Dalam teori ini dikatakan bahwa badan hukum itu adalah realiteit, konkrit, riil walaupun tidak bisa diraba, bukan hayal, tetapi kenyataan yuridis. Teori ini dikemukakan oleh Mejers ini menekan bahwa hendaknya dalam mempersamakan badan hukum dengan manusia terbatas sampai pada bidang hukum saja.

Dapat dilihat teori-teori di atas berbeda-beda namun pada hakikatnya memiliki maksud yang sama. Semua teori sependapat bahwa badan hukum sebagai bagian pergaulan hukum masyarakat.

3. Pembagian badan-badan hukum

Badan Hukum: Pengertian, Fungsi dan Jenisnyapixabay.com/mohamed_hassan

Badan hukum dapat dibagi menjadi beberapa macam berdasar beberapa kategori. Pertama menurut pasal 1653 BW yang membagi badan hukum menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Badan hukum yang diadakan oleh pemerintah/ kekuasaan umum, misalnya Daerah Tingkat 1, daerah Tingkat II/Kota madya serta Bank-bank yang didirikan oleh Negara
  2. Badan hukum yang diakui oleh pemerintah/kekuasaan umum, misalnya perkumpulan, gereja dan organisasi-organisasi agama.
  3. Badan hukum yang didirikan untuk suatu maksud tertentu yang tidak bertentangan dengan Undang-undang dan kesusilaan, seperti PT, perkumpulan asuransi dan sebagainya.

Kedua pembagian badan hukum dilihat dari segi wujudnya dibagi menjadi 2 macam:

  1. Kooperasi: merupakan kumpulan orang-orang yang dalam pergaulan hukum bertindak bersama-sama sebagai suatu subyek hukum tersendiri. 
  2. Yayasan: atau stichting merupakan harta kekayaan yang tersendirikah untuk tujuan tertentu. Jadi pada yayasan tidak ada anggota, yamg ada hanyalah pengurusnya.

Baca Juga: Novel Baswedan Sedih Pimpinan KPK Berani Menantang Hukum

Demikian tentang badan hukum, sudahkan dapat dipahami? Meskipun bukan orang hukum, penting untuk memahami istilah-istilah dalam dunia hukum.

Topic:

  • Rinda Faradilla
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya