Ilustrasi pasar saham (freepik.com)
Menariknya, tidak semua saham dalam daftar tersebut benar-benar jauh dari karakteristik investasi Buffett. SoFi Technologies, misalnya, merupakan perusahaan fintech yang menyediakan layanan pinjaman, investasi, dan perbankan digital. Model bisnisnya memiliki kemiripan dengan perbankan, sektor yang sudah sangat dikenal Buffett melalui investasinya di perusahaan seperti Bank of America dan Capital One.
Sementara itu, Walmart pernah menjadi salah satu saham Berkshire Hathaway. Buffett kemudian menjual seluruh kepemilikannya pada 2018, salah satunya karena semakin kuatnya dominasi Amazon di bisnis e-commerce.
Namun, keputusan tersebut ternyata tidak sepenuhnya menguntungkan jika melihat performa lima tahun terakhir. Saham Walmart justru mencatat kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan Amazon dalam periode tersebut.
PepsiCo juga menarik untuk diperhatikan. Buffett memiliki posisi besar di Coca-Cola sehingga kemungkinan tidak ingin terlalu banyak berinvestasi pada perusahaan yang berada di sektor serupa. Meski demikian, Berkshire tetap memiliki beberapa perusahaan keuangan yang saling bersaing, seperti Visa, Mastercard, dan American Express.
Sedangkan McDonald's memiliki sejumlah karakteristik yang biasanya disukai investor jangka panjang, seperti merek yang kuat, jaringan restoran yang luas, margin tinggi, dan competitive moat. Sahamnya telah naik lebih dari 40% dalam lima tahun terakhir, meskipun performanya masih kalah dibandingkan beberapa saham unggulan Buffett.