Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih ditekan oleh aksi jual investor asing sejak awal 2026 hingga pekan lalu, terhitung Jumat, (26/6/2026). Sentimen negatif yang salah satunya dipicu laporan-laporan MSCI Inc. terkait asesmen atas pasar modal Indonesia membawa tekanan pada IHSG.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin, (29/6/2026), nilai jual bersih asing sejak awal 2026 atau secara year-to-date (YTD) mencapai Rp71,7 triliun.
Di sisi lain, bulan ini, Bank Indonesia (BI) melakukan langkah agresif, dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebanyak tiga kali, dengan total kenaikan 100 basis poin (bps). Di kondisi seperti ini, menurut Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andy Nugroho, instrumen investasi seperti deposito perbankan bisa menjadi pilihan.
“Contohnya deposito gitu kan karena suku bunganya lebih tinggi. Tapi memang ini lebih cocok buat orang-orang yang profil risikonya itu konservatif atau moderat lah gitu ya,” kata Andy kepada IDN Times, Senin (29/6/2026).
