ilustrasi mata uang digital (pexels.com/Worldspectrum)
Nilai pembobolan yang tengah diselidiki Binance melampaui kasus peretasan Bybit pada 2025 yang dilakukan Lazarus Group dengan kerugian mencapai 1,5 miliar dolar AS (setara Rp27,15 triliun). Laporan Kejahatan Kripto 2026 yang disusun TRM mencatat total pencurian aset kripto sepanjang 2025 mencapai 2,87 miliar dolar AS (setara Rp51,947 triliun) dari hampir 150 insiden, termasuk pembobolan Bitget pada September dengan kerugian sekitar 350 juta dolar AS (setara Rp6,335 triliun), sementara firma analitik Chainalysis memperkirakan insiden Binance berpotensi menjadi pencurian terbesar yang pernah tercatat.
Kepala bisnis sistematis pasar luar bursa (OTC) di perusahaan pembuat pasar kripto GSR, Aravind Srinivasan, menilai insiden tersebut sebagai peretasan terbesar sepanjang sejarah. Peneliti senior HashKey Group yang berbasis di Hong Kong, Tim Sun, juga memperkirakan kejadian semacam ini dapat menekan minat investor terhadap aset berisiko sekaligus mendorong peninjauan ulang standar keamanan penyimpanan aset pada bursa terpusat.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Trace Finance, Bernardo Brites, menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan celah keamanan terdeteksi lebih cepat dibandingkan proses perbaikannya. Menurutnya, kondisi tersebut dapat mendorong pengguna untuk meninggalkan bursa kripto berskala kecil dan menengah.
Kepala kebijakan global TRM, Ari Redbord, mengingatkan bahwa pencurian aset dalam jumlah besar oleh Korut memiliki konsekuensi yang melampaui sektor keuangan digital.
“Ketika Korea Utara mencuri dalam skala ini, uang tersebut mendanai proliferasi senjata dan aktivitas destabilisasi lainnya. Itu menjadikannya isu keamanan global, bukan hanya pencurian kripto,” katanya kepada Al Jazeera.
Pakar pasar kripto di Universitas Macquarie, Sydney, Sean Foley, turut menyoroti risiko penyimpanan aset pada bursa terpusat.
“Setiap aset yang disimpan di bursa terpusat hanya seaman bursa itu sendiri, dan semakin besar kepemilikan bursa, semakin besar pula targetnya,” tutur Foley.