Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Telkom dan Allo Bank Beberkan Masa Depan Digital Finance

Telkom dan Allo Bank Beberkan Masa Depan Digital Finance
Chief Experience Officer Allobank, Putri Tanjung dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih
  • Telkom Group memaparkan empat pilar bisnis utama—B2C, infrastruktur digital B2B, layanan ICT, dan bisnis internasional—sebagai fondasi pengembangan ekosistem keuangan digital di Indonesia.

  • Dian Siswarini menekankan pentingnya jaringan andal, keamanan siber kuat, daya komputasi memadai, serta pemanfaatan AI untuk memperkuat layanan digital finance yang aman dan lancar.

  • Allo Bank mengumumkan kolaborasi dengan platform global Weverse guna mempermudah transaksi fans idol tanpa konversi mata uang, sekaligus memperkuat fokus pada gaya hidup anak muda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Hari pertama penyelenggaraan Indonesia Summit 2026 by IDN Times berhasil menyedot perhatian banyak audiens. Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah Building Digital Finance Infrastructure for the Next Economy, dengan pembicara Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini dan Chief Experience Officer Allo bank, Putri Tanjung.

Sesi ini membahas pengembangan infrastruktur keuangan digital, termasuk peran empat pilar bisnis utama Telkom Group serta Allo Bank dalam mendukung gaya hidup Generasi Z melalui berbagai layanan digital dan aplikasi.

Seperti apa pembahasan dalam sesi tersebut? Yuk, simak selengkapnya.

1. Telkom Group memiliki 4 pilar yang menjadi fondasi utama pengembangan infrastruktur digital

CEO PT Telkom Indonesia (Persero), Dian Siswarini dalam acara Indonesia Summit 2026.
CEO PT Telkom Indonesia (Persero), Dian Siswarini dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Selama ini Telkom Group dikenal sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Namun, ekosistem bisnis perseroan ternyata jauh lebih luas, dengan berbagai lini usaha yang berfokus pada pengembangan infrastruktur digital. Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini mengungkapkan Telkom Group memiliki empat pilar bisnis utama yang menjadi fondasi pengembangan infrastruktur digital di Indonesia.

"Telkom Group merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Anak-anak usahanya bergerak di berbagai bidang, tetapi fokus utamanya adalah digital infrastructure," ujar Dian dalam sesi Building Digital Finance Infrastructure for The Next Economy pada Indonesia Summit 2026 yang digelar di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Pilar pertama sekaligus yang terbesar adalah bisnis business-to-consumer (B2C) yang dijalankan melalui Telkomsel, termasuk layanan internet rumah IndiHome. Pilar kedua adalah bisnis infrastruktur digital B2B yang mencakup jaringan serat optik yang menghubungkan berbagai pulau dan kota di Indonesia, bisnis pusat data (data center), serta menara telekomunikasi.

Dian mengatakan, bisnis pusat data saat ini mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Data center yang sekarang sedang berkembang pesat didorong oleh akselerasi adopsi AI, sehingga pertumbuhannya semakin tinggi," kata dia.

Pilar ketiga adalah layanan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang menyediakan berbagai solusi bagi pelanggan korporasi, instansi pemerintah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perusahaan besar. Sementara itu, pilar keempat adalah bisnis internasional yang dijalankan melalui Telin atau Telkom International. Bisnis ini berperan menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara melalui jaringan kabel serat optik bawah laut.

"Pilar terakhir adalah international business. Kami menghubungkan Indonesia dengan berbagai belahan dunia melalui jaringan fiber cable yang menjangkau seluruh benua," tutur Dian.

2. Kesempatan prempuan jadi pemimpin kini makin besar

CEO PT Telkom Indonesia (Persero), Dian Siswarini dalam acara Indonesia Summit 2026.
CEO PT Telkom Indonesia (Persero), Dian Siswarini dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Di sisi lain, Dian menegaskan peluang selalu ada dalam setiap situasi, termasuk di tengah kondisi yang sulit sekalipun. Namun, peluang tersebut tidak datang dengan sendirinya dan perlu dicari secara aktif.

"Di setiap situasi, even though di situasi susah, opportunity akan selalu muncul. Tapi tentu datangnya tidak tiba-tiba dan gratisan, harus selalu mencari ceruk opportunity itu," kata Dian.

Khusus bagi perempuan dan calon pemimpin masa depan, Dian mendorong agar mereka berani mengambil kesempatan yang ada. Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang sangat baik bagi perempuan untuk berkembang dan mengambil peran yang lebih besar.

"Untuk para perempuan, future female leader, saya encourage kesempatan untuk perempuan sekarang luar biasa besar. Kita harus percaya kita punya kapabilitas dan kapasitas, gunakan your capacity and capability semaksimal mungkin," ujar Dian.

Menurut Dian, kapabilitas dan kapasitas yang dimiliki perempuan perlu dimanfaatkan secara optimal, bukan hanya disimpan.

Selain berbicara mengenai kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia, Dian juga menyoroti pentingnya membangun fondasi yang kuat bagi industri digital finance. Menurutnya, layanan keuangan digital tidak hanya bergantung pada tampilan aplikasi yang mulus, tetapi juga didukung sejumlah infrastruktur penting di balik layar.

"Kalau untuk digital finance, sebetulnya di bawah layar aplikasi ada sesuatu yang sangat penting. Customer ingin akses yang lancar dan tanpa gangguan," kata Dian.

Menurutnya, fondasi pertama adalah jaringan yang andal dan kuat. Jaringan tersebut harus tersedia di wilayah yang menjadi pusat aktivitas pengguna karena gangguan koneksi, bahkan hanya dalam hitungan detik saat transaksi berlangsung, dapat berdampak signifikan.

Fondasi kedua adalah keamanan. Dian menegaskan aspek keamanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam layanan keuangan dan transaksi digital.

"Kalau bicara finance dan transaksi, masalah security jadi sangat krusial. Kita memastikan bisa memberikan akses yang bisa dipercaya, safe, dan tahan terhadap cyber attack. Cyber attack itu terjadi tiap hari dan jutaan datangnya," ujarnya.

Ia menambahkan, pelanggan juga berhak mendapatkan perlindungan atas data pribadi mereka. Kepercayaan pengguna terhadap layanan keuangan digital sangat bergantung pada kekuatan sistem keamanan yang dimiliki penyedia layanan.

Fondasi ketiga adalah ketersediaan daya komputasi (computing power) yang memadai dan didukung sistem cadangan (backup) yang andal. Dengan demikian, layanan tetap dapat berjalan meski terjadi gangguan pada sistem utama.

Terakhir, Dian menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi yang lebih maju, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, AI tidak hanya menjadi tren, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan deteksi sekaligus menghadirkan layanan yang lebih personal bagi pelanggan.

"Harus punya teknologi lebih maju seperti AI, jadi bisa memberikan deteksi dan servis yang lebih baik, lebih personalized pada pelanggan," ucap Dian.

3. Allobank bakal jadi mitra Weverse, akses belanja fans Idol makin mudah

Chief Experience Officer Allobank, Putri Tanjung dalam acara Indonesia Summit 2026.
Chief Experience Officer Allobank, Putri Tanjung dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Sementara itu, Chief Experience Officer Allo bank, Putri Tanjung, mengungkapkan Allo bank akan bekerja sama dengan Weverse. "Ini kita sebenarnya belum announce, kita akan announce-nya tanggal 20, waktu Allo bank Festival. Cuma Allo Bank bekerja sama kita partner sama Weverse," ujar Putri.

Putri menjelaskan, Weverse merupakan global fandom platform yang membantu idol dan fansnya berinteraksi. Salah satu keunggulan kerja sama itu adalah fans gak perlu convert currency.

"Kita pertama kali bekerja sama sama mereka biar teman-teman mengaksesnya lebih mudah gitu, jadi gak harus, gak harus convert currency, gak usah pakai international card gitu," katanya.

Putri konglomerat Chairul Tanjung itu mengatakan, kerja sama ini dilakukan karena Allo bank ingin mendukung gaya hidup anak muda di Indonesia. Selain itu, kerja sama ini merupakan contoh nyata Allo bank fokus pada gaya hidup anak muda.

Jadi kita intinya fokus apa sih lifestyle-lifestyle anak-anak muda dan konsumen kita yang dibutuhkan, kita terus mencoba untuk fulfill dan kita terus adapt gitu," jelasnya.

4. Terungkap! Chairul Tanjung sempat ingin menamai Allo Bank sebagai Detik Bank.

Chief Experience Officer Allobank, Putri Tanjung dalam acara Indonesia Summit 2026.
Chief Experience Officer Allobank, Putri Tanjung dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Tak hanya itu, Putri Tanjung juga menceritakan proses kreatif di balik berdirinya Allo Bank. Putri mengatakan, awalnya dari penentuan nama. Sempat ada sejumlah opsi yang dipikirkan sebelum diputuskan nama Allo Bank. CEO CT Corp Chairul Tanjung sempat mengusulkan nama Detik Bank.

"Waktu itu sempet macem-macem, dulu sempet kayak bapak pengennya apa disamain aja ya sama detik.com jadi kayak Detik Bank gitu jadi macem-macem nih gitu," ujarnya saat menjadi salah satu pembicara dalam Indonesia Summit 2026 dengan Tema Building Digital Finance Infrastructure for the Next Economy di The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Namun, akhirnya nama Allo Bank yang dipilih. Putri mengatakan nama Allo Bank lebih mudah diingat dan lebih memiliki arti. "Karena Allo tuh kan gampang diingat terus Allo tuh kayak 'Halo' jadi itu gampang diingat," ujarnya.

"Terus habis itu ada meaning-nya gitu adalah all in one and all for one gitu jadi dari situ akhirnya kita build up build up lagi," lanjutnya.

Putri mengatakan, Allo Bank merupakan kolaborasi pertamanya bersama sang ayah. Hal ini membuatnya senang. "Happy-nya adalah bapak sangat mau mendengarkan perspektif dari kreatif itu sendiri," ujarnya.

Putri mengaku sejak masih sekolah telah terbiasa mengurus kegiatan seperti acara ulang tahun teman hingga acara pesta di sekolahan. Hal tersebut sempat diseriusi dengan membuat agensi.

"Habis itu pokoknya lagi seru-serunya tuh bikin sendiri gitu," ujar Putri.

Putri saat itu masih belum terpikir untuk membantu usaha ayahnya, Chairul Tanjung. Namun, ajakan itu muncul ketika Putri lulus kuliah.

"Pas sudah beres kuliah, Bapak datang buat graduation-nya terus Bapak bilang, 'Eh, kayaknya ini udah saatnya deh membantu Bapak dan masuk ke perusahaan' gitu," ujar dia.

Putri merasa hal itu bukan sebuah pilihan, melainkan tanggung jawab keluarga. Akhirnya dia mau membantu sang ayah dengan bergabung ke CT Corp.

"Waktu itu membantu semua new businesses-lah gitu dan akhirnya sampai sekarang dan salah satu new businesses yang kita founded adalah Allo Bank," ujar dia.

IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More