Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Menabung Rp100 Ribu per Minggu dengan Menghapus Satu Jenis Jajan
ilustrasi seseorang menabung (pexels.com/maitree rimthong)
  • Menghapus satu jenis jajan yang sering dibeli dapat menghasilkan tabungan Rp100 ribu per minggu, setara sekitar Rp400 ribu per bulan atau Rp5,2 juta setahun.
  • Pilih pengeluaran yang realistis untuk dikurangi, hitung tujuan tabungan, dan gunakan alternatif lebih murah seperti membuat kopi atau camilan dari rumah.
  • Segera pindahkan uang hasil penghematan ke tempat khusus, catat progres lewat tantangan bulanan, dan jangan gunakan kembali tabungan untuk kebutuhan di luar tujuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa uang Rp100 ribu itu terlalu kecil untuk ditabung? Kalau setiap minggu uang tersebut habis untuk jajan, tentu rasanya masuk akal. Ada kopi, minuman kekinian, camilan sore, makanan setelah pulang kerja, sampai jajanan yang dibeli cuma karena lewat di depan mata.

Padahal, kamu bisa mengumpulkan Rp100 ribu per minggu hanya dengan menghapus satu jenis jajan favorit. Kelihatannya sederhana, tetapi kalau dilakukan konsisten, hasilnya bisa mencapai Rp400 ribu per bulan atau sekitar Rp5,2 juta dalam setahun. Jadi, daripada mencoba berhenti jajan sama sekali, kenapa gak mulai dari satu jenis jajan yang paling mudah kamu lepaskan?

1. Cari jajan yang paling sering dibeli

Ilustrasi seseorang menabung (pexels.com/www.kaboompics.com)

Langkah pertama bukan langsung membuat daftar semua makanan yang harus kamu hindari. Coba lihat kebiasaan jajanmu selama satu minggu dan cari satu jenis makanan atau minuman yang paling sering muncul.

Misalnya kamu hampir setiap hari membeli kopi seharga Rp20 ribu. Kalau kebiasaan tersebut dilakukan lima kali dalam seminggu, pengeluarannya sudah mencapai Rp100 ribu. Menghapus kebiasaan itu saja sudah cukup untuk mencapai target tabungan mingguanmu.

2. Pilih satu jajan yang paling realistis untuk dikurangi

Ilustrasi menabung (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Jangan langsung menghilangkan semua makanan favorit karena strategi seperti ini justru bisa membuat kamu cepat bosan. Pilih satu jenis jajan yang menurutmu paling mudah diganti atau dikurangi.

Kalau kamu sangat suka makan bakso setiap Jumat dan merasa gak rela menghilangkannya, jangan jadikan bakso sebagai target. Cari pengeluaran lain yang sebenarnya gak terlalu kamu butuhkan. Menabung akan terasa lebih mudah ketika perubahan yang kamu buat masih masuk akal untuk dijalani.

3. Hitung targetnya sebelum mulai

ilustrasi seseorang menabung (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Target Rp100 ribu per minggu akan terasa lebih nyata kalau kamu tahu apa yang ingin dicapai. Dalam empat minggu, misalnya, kamu sudah mengumpulkan sekitar Rp400 ribu. Kalau konsisten selama enam bulan, nominalnya bisa mencapai sekitar Rp2,4 juta.

Kamu bisa menentukan tujuan berdasarkan kebutuhan tertentu. Tabungan tersebut bisa digunakan untuk membeli barang yang sudah lama diinginkan, membayar biaya kursus, menambah dana darurat, atau menjadi modal usaha kecil. Saat tahu untuk apa uang itu dikumpulkan, godaan untuk mengambilnya kembali biasanya lebih mudah dikendalikan.

4. Langsung pindahkan uang yang berhasil dihemat

ilustrasi orang menabung (pexels.com/Karolina Grabowska)

Kesalahan yang cukup umum adalah merasa sudah berhemat, tetapi uangnya tetap berada di dompet atau rekening utama. Akibatnya, uang tersebut terasa seperti uang tambahan yang boleh digunakan untuk jajan lainnya.

Begitu kamu berhasil menghemat Rp20 ribu, Rp50 ribu, atau Rp100 ribu, langsung pindahkan ke rekening atau tempat khusus tabungan. Kalau targetmu Rp100 ribu per minggu, kamu bisa membuat jadwal transfer setiap akhir pekan. Cara sederhana ini membantu memisahkan uang tabungan dari uang yang memang boleh digunakan.

5. Cari pengganti yang lebih murah

ilustrasi menabung (pexels.com/cottonbro)

Menghapus satu jenis jajan gak berarti kamu harus menjalani hidup tanpa menikmati makanan enak. Kamu bisa mencari alternatif yang tetap memberikan rasa puas, tetapi membutuhkan biaya lebih kecil.

Contohnya, kalau biasanya membeli kopi seharga Rp20 ribu, kamu bisa membuat kopi sendiri dengan biaya yang lebih murah. Kalau biasanya membeli camilan kemasan setiap sore, coba siapkan buah atau camilan dari rumah. Selisih uangnya kemudian langsung masuk ke tabungan. Jadi, yang berubah adalah cara kamu mengeluarkan uang, bukan kesenangan kecil dalam keseharian.

6. Buat tantangan selama satu bulan

Ilustrasi tabungan (pexels.com/cottonbro studio)

Supaya kebiasaan ini gak terasa seperti aturan yang membosankan, ubah menjadi tantangan pribadi. Misalnya, kamu membuat challenge '30 hari tanpa jajan X' dan mencatat setiap kali berhasil melewati satu hari.

Kamu juga bisa menggunakan tabel sederhana untuk menandai tabungan mingguan. Minggu pertama Rp100 ribu, minggu kedua Rp100 ribu, dan seterusnya. Melihat angka tersebut terus bertambah bisa memberikan motivasi tersendiri karena kamu dapat melihat hasil dari keputusan kecil yang dibuat setiap hari.

7. Jangan mengambil kembali uang yang sudah ditabung

ilustrasi tabungan (freepik.com/rawpixel.com)

Ini bagian yang cukup penting. Jangan sampai setelah berhasil mengumpulkan Rp300 ribu, kamu mengambilnya kembali hanya karena sedang ingin membeli sesuatu yang sebenarnya gak mendesak.

Buat aturan sederhana bahwa uang tersebut hanya boleh digunakan untuk tujuan yang sudah ditentukan. Kalau memang ingin membeli sesuatu di luar rencana, gunakan uang dari anggaran lain. Tabungan akan lebih cepat berkembang ketika kamu memperlakukannya sebagai uang yang memang sudah memiliki tujuan.

Menabung Rp100 ribu per minggu gak harus dimulai dari perubahan besar. Kadang, satu keputusan kecil seperti berhenti membeli minuman tertentu sudah cukup untuk membuat perbedaan. Yang penting, uang yang berhasil dihemat benar-benar dipisahkan dan gak kembali masuk ke pengeluaran harian.

Coba mulai selama empat minggu terlebih dahulu. Kalau berhasil mengumpulkan Rp400 ribu, kamu akan punya bukti bahwa mengubah satu kebiasaan ternyata bisa menghasilkan sesuatu yang nyata. Dari sana, kamu bisa melanjutkan kebiasaan tersebut atau memilih satu pengeluaran lain untuk dikurangi tanpa harus merasa sedang menyiksa diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article